facebook

Aset dan Kredit Tumbuh, Bank Banten Targetkan Hyper Growth di 2022

Iwan Supriyatna
Aset dan Kredit Tumbuh, Bank Banten Targetkan Hyper Growth di 2022
Public Expose Bank Banten.

Pemulihan ekonomi pasca Pandemi covid-19 diharapkan menjadi babak baru untuk semua industri, begitu juga dengan Bank Banten.

Suara.com - Pemulihan ekonomi pasca Pandemi covid-19 diharapkan menjadi babak baru untuk semua industri, begitu juga dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten).

Walau dalam kondisi pandemi, Bank Banten dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten selaku Pemegang Saham masih mampu terus melakukan pertumbuhan bisnis hingga saat ini.

Ekonomi Banten yang terus bertumbuh dipercaya akan dapat meningkatkan kinerja serta profitabilitas perseroan.

Perekonomian Banten memiliki potensi besar dalam beberapa tahun kedepan. Pada tahun 2022 postur APBD akumulatif Provinsi bersama Kabupaten/Kota mencapai Rp40 Triliun, dengan proyeksi pertumbuhan diharapkan mencapai 5,5%.

Baca Juga: Pada 2022, BRI: Ekonomi Berpotensi Tumbuh di Kisaran 4,8-5,3%

Akselerasi ekonomi Banten dapat terlihat dari berbagai proyek prioritas nasional seperti KEK Tanjung Lesung, Tol Serang–Panimbang dan Tol Serpong-Balaraja, Kawasan industri terpadu Wilmar, serta Fase III MRT yang terbentang dari Cikarang-Balaraja.

Pada acara Public Expose Bank Banten, Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin menuturkan saat ini pihaknya tengah menyusun berbagai langkah strategis yang akan dilakukan di tahun 2022 yaitu dengan menajamkan target audience serta berfokus di market primer perseroan yaitu regional Banten.

“Tahun 2022 Saya yakin akan menjadi turning point bagi perseroan dan kami menargetkan terjadinya hypergrowth,” kata Agus ditulis Selasa (28/12/2021).

Bank Banten bersama Komisi III DPRD Provinsi Banten tengah menyiapkan Ekosistem Keuangan Daerah (EKD). Jika Ekosistem keuangan daerah antara Pemda serta segenap pelaku usaha di Banten terkelola dengan baik, maka akan memberikan dampak yang signifikan untuk optimalisasi PAD dan memberikan lebih banyak keleluasaan untuk melakukan pembangunan di Banten.

“Berbagai proyek prioritas nasional yang terus bertumbuh di Banten akan menjadi fokus kami dalam menggenjot aspek bisnis perseroan. Bauran antara audience retail, UMKM dan korporasi yang masih sangat potensial akan menjadi andalan untuk mencapai target penyaluran fasilitas pembiayaan baru. EKD akan menjadi salah satu engine utama kami dalam mengejar target pertumbuhan yang hyper growth. Selain itu perseroan akan terus berupaya mencapai target rasio-rasio keuangan serta mengejar aspek permodalan yang disyaratkan oleh OJK dapat terpenuhi,” tutur Agus.

Baca Juga: Bank BRI Optimistis Kredit Perbankan Tumbuh Lebih Tinggi pada 2022

Bank Banten mencatatkan total aset per 30 September 2021 sebesar Rp7,21 triliun, meningkat dari posisi akhir Desember 2020 sebesar Rp5,33 triliun. Dana Pihak Ketiga tumbuh Rp1,19 triliun dalam rentang waktu lebih kurang lima bulan, dari Rp2,53 triliun per April 2021 menjadi Rp. 3,72 triliun per September 2021.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar