Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Pertumbuhan Data Tenaga Kerja AS Lambat, Harga Emas Dunia Naik

Bangun Santoso, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 10 Januari 2022 | 08:41 WIB
Pertumbuhan Data Tenaga Kerja AS Lambat, Harga Emas Dunia Naik
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia naik tipis dari posisi terendah tiga minggu pada perdagangan akhir pekan lalu.

Penguatan emas terjadi setelah data menunjukkan pertumbuhan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) periode Desember lebih lambat dari perkiraan sekalipun the Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih cepat.

Mengutip CNBC, Senin (10/1/2022) harga emas di pasar spot naik 0,5 persen ke harga USD1.797,10 per ons. Sedangkan emas di pasar berjangka USA naik 0,5 persen ke harga USD1.797,40 per ons.

"Dengan data pasar tenaga kerja lebih kecil dari perkiraan menguat di periode Desember tetapi persentase pengangguran turun ke level terendah multi-years, maka hal itu agak menjadi sentimen variatif bagi emas," kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Data Nonfarm payrolls USA naik 199.000 di bulan Desember di tengah kekurangan pekerja, lebih rendah dari perkiraan sebanyak 400.000. Dengan lonjakan kasus corona yang mengganggu aktivitas ekonomi, maka dalam jangka pendek lapangan kerja tumbuh secara moderat.

"Data (pasar tenaga kerja) yang lebih kuat dari perkiraan lebih mungkin menekan harga, tetapi data yang lebih rendah tidak signifikan mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga pasar," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Dolar turun 0,6 persen membuat emas batangan murah untuk pembeli luar negeri. Harga emas sebelumnya mencapai level terendah sejak 16 Desember di USD1.782,10 dan ditetapkan untuk penurunan mingguan sekitar 1,7 persen terbesar sejak pekan 26 November, karena benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun menyentuh tertinggi dua tahun.

Sementara itu harga logam lainnya perak naik tipis 1,1 persen ke harga USD22,39 per ounce, platinum turun 0,6 persen menjadi USD958,95 per ounce dan paladium naik 3,2 persen menjadi USD1,933,20 per ounce.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2022

Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2022

Batam | Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:11 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 934.000 Jelang Akhir Pekan

Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 934.000 Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 07 Januari 2022 | 10:02 WIB

Harga Emas Dunia Makin Tertekan, Jatuh ke Level Terendahnya

Harga Emas Dunia Makin Tertekan, Jatuh ke Level Terendahnya

Bisnis | Jum'at, 07 Januari 2022 | 08:26 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis

Batam | Kamis, 06 Januari 2022 | 09:47 WIB

Obligasi AS Naik Lagi, Kilau Emas Langsung Redup

Obligasi AS Naik Lagi, Kilau Emas Langsung Redup

Bisnis | Kamis, 06 Januari 2022 | 07:56 WIB

Sempat Anjlok, Harga Emas Hari Ini Membaik

Sempat Anjlok, Harga Emas Hari Ini Membaik

Batam | Rabu, 05 Januari 2022 | 11:54 WIB

Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 940.000 per Gram

Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 940.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 05 Januari 2022 | 08:38 WIB

Terkini

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:52 WIB

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:46 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:18 WIB

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

×