Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB
Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings
Rupiah menguat 18 poin menjadi Rp18.091 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 18 poin menjadi Rp18.091 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026.
  • Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh sentimen positif atas peringkat kredit Indonesia yang dipertahankan S&P Global.
  • Kenaikan nilai tukar rupiah diprediksi terbatas karena dipengaruhi oleh eskalasi di Timur Tengah serta data inflasi AS.

Suara.com - Rupiah masuk zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026), setelah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 18.091 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 18 poin atau 0,10 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.109 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai penguatan rupiah disebabkan sentimen positif dari laporan S&P Global Ratings.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen positif dari laporan S&P yang mempertahankan rating kredit Indonesia," katanya saat dihubungi Suara.com.

Sebelumnya diwartakan Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB untuk utang jangka panjang (long-term) dan A-2 untuk utang jangka pendek (short-term) dengan prospek (outlook) stabil.

Meski demikian Lukman memperingatkan penguatan masih akan terbatas, mengingat eskalasi di Timur Tengah masih mendukung dolar AS dan melambungkan harga minyak dunia hingga 80 dolar AS per barrel.

"Untuk besok rupiah masih menguat terbatas, faktor eksternal akan kembali mendominasi, selain perkembangan di Timur Tengah, investor juga mangantisipasi data inflasi konsumen AS dan pidato kepala the Fed Warsh malam ini," jelasnya.

Sementara itu, mata uang Asia mayoritas menguat. Won Korea Selatan paling tinggi naiknya mencapai 0,19 persen. Disusul oleh dolar Singapura yang naik 0,11 persen. Yen Jepang dan dolar Taiwan juga menguat mencapai 0,04 persen.

Sedangkan, ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, peso Filipina juga anjlok 0,21 persen dan diikuti baht Thailand yang melemah 0,09 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:28 WIB

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:01 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:18 WIB

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

×