Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB
Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings
Rupiah menguat 18 poin menjadi Rp18.091 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 18 poin menjadi Rp18.091 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026.
  • Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh sentimen positif atas peringkat kredit Indonesia yang dipertahankan S&P Global.
  • Kenaikan nilai tukar rupiah diprediksi terbatas karena dipengaruhi oleh eskalasi di Timur Tengah serta data inflasi AS.

Suara.com - Rupiah masuk zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026), setelah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 18.091 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 18 poin atau 0,10 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.109 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai penguatan rupiah disebabkan sentimen positif dari laporan S&P Global Ratings.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen positif dari laporan S&P yang mempertahankan rating kredit Indonesia," katanya saat dihubungi Suara.com.

Sebelumnya diwartakan Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB untuk utang jangka panjang (long-term) dan A-2 untuk utang jangka pendek (short-term) dengan prospek (outlook) stabil.

Meski demikian Lukman memperingatkan penguatan masih akan terbatas, mengingat eskalasi di Timur Tengah masih mendukung dolar AS dan melambungkan harga minyak dunia hingga 80 dolar AS per barrel.

"Untuk besok rupiah masih menguat terbatas, faktor eksternal akan kembali mendominasi, selain perkembangan di Timur Tengah, investor juga mangantisipasi data inflasi konsumen AS dan pidato kepala the Fed Warsh malam ini," jelasnya.

Sementara itu, mata uang Asia mayoritas menguat. Won Korea Selatan paling tinggi naiknya mencapai 0,19 persen. Disusul oleh dolar Singapura yang naik 0,11 persen. Yen Jepang dan dolar Taiwan juga menguat mencapai 0,04 persen.

Sedangkan, ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, peso Filipina juga anjlok 0,21 persen dan diikuti baht Thailand yang melemah 0,09 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 09:28 WIB

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:01 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Review Novel Malice: Adu Kecerdasan antara Detektif Kaga dan Sang Novelis

Review Novel Malice: Adu Kecerdasan antara Detektif Kaga dan Sang Novelis

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:30 WIB

UU Peradilan Militer Wajib Direvisi! Ini Langkah Kemenkum Tindak Lanjuti Putusan MK

UU Peradilan Militer Wajib Direvisi! Ini Langkah Kemenkum Tindak Lanjuti Putusan MK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Antrean Kuliner hingga Produk Viral, Kenapa Kita Ikut Tertarik Mencoba?

Antrean Kuliner hingga Produk Viral, Kenapa Kita Ikut Tertarik Mencoba?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:20 WIB

4 Orang Tewas Terjebak Karhutla Bromo, Dua Korban Luka Bakar Jalani Operasi

4 Orang Tewas Terjebak Karhutla Bromo, Dua Korban Luka Bakar Jalani Operasi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Jokowi Yakin Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran

Jokowi Yakin Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Janjian Lewat IG Berujung Luka Bacok, 12 Anak Ditangkap Polisi Buntut Tawuran di Cikunir Bekasi

Janjian Lewat IG Berujung Luka Bacok, 12 Anak Ditangkap Polisi Buntut Tawuran di Cikunir Bekasi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×