Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Malaysia Dihantui Kekurangan Pasokan Kebutuhan Pokok Pasca Bencana Banjir, Indonesia Terdampak?

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 14 Januari 2022 | 09:35 WIB
Malaysia Dihantui Kekurangan Pasokan Kebutuhan Pokok Pasca Bencana Banjir, Indonesia Terdampak?
Seorang pria berpegangan pada besi pembatas menunggu untuk dievakuasi oleh tim penyelamat di Shah Alam, Selangor, Malaysia, Senin (20/12/2021). [ARIF KARTONO / AFP]

Suara.com - Malaysia dikabarkan tengah mempersiapkan strategi pangan lantaran kekhawatiran kekurangan pangan yang meningkat setelah para petani di negara itu  terdampak bencana banjir bandang.

Salah seorang pengusaha ternak di Malaysia, Azim Omar mengaku kehilangan lebih dari 7.000 ekor bebek miliknya pada bencana banjir awal tahun ini.

Mengutip laporan dari The Straits Times (ST) Singapura, 1 Januari ketika banjir melanda Segamat, Johor, yang membuat peternakannya terendam air setinggi dada orang dewasa.

“Saya harus membuang sekitar 1.200 telur karena bisa terkontaminasi bakteri dari air banjir,” katanya seperti dikutip ST.

Ia mengaku bersyukur selamat dari bencana itu. Namun, masalah ini membuat Azim tidak memiliki pendapatan dan hanya 90 ekor itik yang selamat dari banjir.

Sebagai salah satu pemasok bebek secara nasional, ia mengaku tidak akan mampu memenuhi permintaan telur asin, yang sangat populer selama periode ini.

Dalam laporan yang sama, presiden Asosiasi Petani Sayuran Malaysia Lim Ser Kwee mengatakan banyak petani yang terkena banjir parah di negara bagian seperti Johor, Selangor dan Pahang.

“Kami akan menghadapi kelangkaan sayuran hingga Tahun Baru Imlek dan Hari Raya karena banjir. Petani tidak dapat menanam kembali tepat waktu untuk Hari Raya. Sebagian besar peternakan telah hancur total. Dan tidak ada cukup pekerja asing saat ini,” kata Lim kepada ST.

Untuk petani cabai Ahmad Irham Mohd Noor, 40, air banjir yang naik setinggi 3,4m di Dengkil, Selangor benar-benar menghancurkan pertaniannya, meninggalkan dia dengan kerugian sekitar RM100,000.

“Permintaan cabai saat Imlek cukup tinggi. Tanaman saya seharusnya dipanen pada akhir Januari tetapi sekarang semuanya hilang,” katanya kepada ST, seraya menambahkan bahwa dia belum menerima bantuan pemerintah.

Salah seorang manajer perkebunan sayuran Yong Kah di Simpang Renggam, Johor — yang mengekspor sekitar 70 persen produknya ke negara tetangga Singapura — bernama Bernard Teh, memperkirakan, komoditas sayuran baru bisa membaik pada Tahun Baru Imlek.

“Sayuran keras dan berdaun terbatas. Hujan dan banjir yang terus menerus sangat mempengaruhi hasil panen. Kalaupun tidak ada banjir, hujan yang terlalu deras menyebabkan tanaman mati,” ujarnya kepada ST via Warta Ekonomi.

Saat ini, harga sejumlah komoditas terpantau naik hingga 30 persen karena krisis pasokan. Sementara, Asosiasi Restoran dan Koki Pan Malaysia Koo Soo mengklaim, guna mengantisipasi kekurangan kebutuhan, penjual dan operator makanan dapat mengurangi jumlah bahan atau menyajikan porsi yang lebih kecil.

“Intinya, mengurangi porsi makanan adalah menaikkan harga makanan karena meski dengan porsi yang lebih kecil, konsumen tetap harus membayar (harga) yang sama,” kata Datuk Ringo Kaw, wakil presiden asosiasi, seraya menambahkan bahwa beberapa pemilik restoran tidak punya pilihan lain. untuk mempertahankan klien mereka.

Kaw mengatakan operator makanan berjuang untuk mengatasi karena harga unggas telah meningkat sebesar 20 persen, serta biaya tambahan 35 persen untuk bahan non-makanan seperti kantong plastik, peralatan sanitasi dan biaya overhead lainnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Daerah di OKU yang Rawan Banjir dan Tanah Longsor

5 Daerah di OKU yang Rawan Banjir dan Tanah Longsor

Sumsel | Jum'at, 14 Januari 2022 | 08:47 WIB

Tak Ingin Diklaim Malaysia, Mendagri Kunjungi Pulau Karang Singa

Tak Ingin Diklaim Malaysia, Mendagri Kunjungi Pulau Karang Singa

Batam | Kamis, 13 Januari 2022 | 20:07 WIB

8 Desa Terendam Banjir, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln Paparkan Penyebabnya

8 Desa Terendam Banjir, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln Paparkan Penyebabnya

Bekaci | Kamis, 13 Januari 2022 | 21:30 WIB

Gagal Pakai Adat Jawa, Pernikahan Wanita Malah Banjir Pujian Warganet

Gagal Pakai Adat Jawa, Pernikahan Wanita Malah Banjir Pujian Warganet

Video | Jum'at, 14 Januari 2022 | 08:00 WIB

Banjir Mulai Genangi Beberapa Wilayah di Kapuas Hulu

Banjir Mulai Genangi Beberapa Wilayah di Kapuas Hulu

Kalbar | Kamis, 13 Januari 2022 | 18:50 WIB

Warga Tembok Jalan Jadi Tanggul Gegara Banjir, Lurah Pondok Bambu: Sedang Kami Koordinasikan

Warga Tembok Jalan Jadi Tanggul Gegara Banjir, Lurah Pondok Bambu: Sedang Kami Koordinasikan

News | Kamis, 13 Januari 2022 | 18:07 WIB

Terkini

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 09:14 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB

Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara

Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:32 WIB

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:21 WIB

UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape

UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:11 WIB

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:02 WIB

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB