facebook

Ditopang Kenaikan Harga Nikel, Vale Indonesia (INCO) Siapkan Dana Rp1,7 Triliun untuk Kembangkan Smelter

M Nurhadi
Ditopang Kenaikan Harga Nikel, Vale Indonesia (INCO) Siapkan Dana Rp1,7 Triliun untuk Kembangkan Smelter
Aktivitas di PT Vale, Sorowako, Luwu Timur [SuaraSulsel.id / Dokumentasi PT Vale]

Harga nikel yang diprediksi masih akan terus menguat pada 2022 diprediksi menambah 'rasa aman' terhadap kinerja dari Vale Indonesia.

Suara.com - Perusahaan tambang, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merilis alokasi modal atau capex pada awal tahun ini mencapai USD$120 juta atau setara dengan Rp1,72 triliun.

Nominal sebesar itu salah satunya akan digunakan untuk mengembangkan proyek proyek smelter pada tahun ini.

Mengutip dari IDX 1st Session Closing, Selasa (18/1/2022), belanja modal pada 2022 sebagian besar digunakan untuk membangun furnace 4.

Modal pada tahun ini diharapkan mampu mendorong kinerja Vale Indonesia pada tahun ini meski masih ada ketergantungan terhadap perkembangan harga nikel dan berbagai komoditas lainnya.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Pabrik Pemurnian Nikel di Kabupaten Konawe

Vale Indonesia diprediksi masih akan terus berupaya dalam pengembangan smelter atau pengembangan bijih nikel di Bahodopi dan diharap keputusan proyek itu bisa dirilis pada kuartal pertama tahun 2022.

Harga nikel yang diprediksi masih akan terus menguat pada 2022 diprediksi menambah 'rasa aman' terhadap kinerja dari Vale Indonesia.

Bukan tanpa bukti, kenaikan harga diprediksi amsih terjadi karena pada awal tahun 2022 sendiri harga nikel sudah mencatat nilai tertinggi sejak 2011.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar