Purbaya Ngotot soal Rupiah Lemah hingga IHSG Jeblok: Jangankan Krisis, Resesi Saja Belum!

Dicky Prastya Suara.Com
Selasa, 10 Maret 2026 | 07:00 WIB
Purbaya Ngotot soal Rupiah Lemah hingga IHSG Jeblok: Jangankan Krisis, Resesi Saja Belum!
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat sidak di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026). [Instagram @menkeuri]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak anggapan bahwa ekonomi Indonesia saat ini memasuki krisis atau resesi.
  • Meskipun Rupiah melemah dan IHSG turun, Menteri Keuangan menyatakan ekonomi Indonesia masih dalam fase ekspansi.
  • Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dan investor pasar saham diminta tidak perlu merasa khawatir.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kalau kondisi ekonomi Indonesia memasuki masa krisis hingga resesi akibat perang geopolitik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menkeu Purbaya mengklaim kalau fenomena mata uang Rupiah lemah hingga Rp 17 ribu dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,27 persen ke 7.337 tidak serta merta membuat daya beli masyarakat hancur.

"Rupiah Rp 17.000, IHSG anjlok, karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi, 1998 lagi, ya gitulah. Daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu," katanya saat melakukan inspeksi mendadak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (10/3/2026).

Bendahara Negara menilai kalau ekonomi Indonesia justru sedang ekspansi. Pemerintah dinilainya sedang menjaga daya beli masyarakat.

Ia juga menegaskan kalau kondisi saat ini bukanlah krisis ataupun resesi. Purbaya meminta investor pasar saham untuk tidak takut dengan keadaan ekonomi RI.

"Ekonomi sedang ekspansi. Daya beli kita jaga mati-matian. Dan boro-boro krisis. Jangankan krisis. Resesi saja belum, melambatnya saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan. Jadi yang investor di pasar saham, tidak usah takut. Fondasi kita jaga betul," paparnya.

Menkeu Purbaya menyinggung soal krisis 1998, di mana Pemerintah sudah belajar dan berhasil melewati masa krisis di 2008-2009. Begitu pula di periode 2020 yang bertepatan dengan Covid-19.

"Jadi teman-teman tidak usah takut. Kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi. Tentunya dengan langkah yang diperlukan, kalau diperlukan. Yang jelas kalau pengalaman 2008, 2020, 2015, kita bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonominya," jelas dia.

Baca Juga: Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI