Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 07:25 WIB
Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket
Ilustrasi ketegangan geopolitik antara Iran - Amerika Serikat dan Israel. (Chatgpt)
  • Ketegangan geopolitik Iran, AS, dan Israel berpotensi mengganggu sektor ritel Indonesia melalui kenaikan harga barang impor.
  • Kekhawatiran utama pelaku usaha adalah menguatnya dolar AS serta melonjaknya biaya logistik internasional akibat konflik.
  • Dampak ekonomi dikhawatirkan terjadi dalam jangka panjang jika eskalasi militer di Timur Tengah tersebut terus berlanjut.

Suara.com - Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai berpotensi berdampak pada sektor ritel di Indonesia.

Salah satu yang dikhawatirkan pelaku usaha adalah kenaikan harga barang impor akibat penguatan dolar AS serta meningkatnya biaya logistik global.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengatakan dampak konflik tersebut memang belum terasa langsung saat ini.

Namun, ia mengingatkan, risiko ekonomi bisa muncul jika situasi global berlangsung dalam jangka panjang.

"Kalau saat ini belum terkena langsung dikarenakan sih baru kan. Namun, saat ini yang memang kita khawatirkan kalau jangka panjang aja. Misalkan berlarut-larut itu pasti jadi masalah," kata Budihardjo kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, salah satu efek yang perlu diwaspadai adalah potensi penguatan dolar AS. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga bahan baku maupun barang impor yang masuk ke Indonesia.

"Ya pasti yang kita takutkan US Dollar naik. Kalau US Dollar naik, bahan baku naik," ujarnya.

Budihardjo menjelaskan banyak barang impor di Indonesia dibayar menggunakan mata uang dolar. Karena itu, setiap kenaikan nilai dolar berpotensi langsung berdampak pada harga jual produk di dalam negeri.

"Jadi apa yang terjadi ya di Indonesia yang menggunakan barang impor bayar pakai dolar akan naik harganya," katanya.

Selain faktor nilai tukar, ia juga menyoroti kemungkinan meningkatnya ongkos logistik internasional. Konflik geopolitik bisa memaksa kapal pengangkut barang mengambil rute yang lebih panjang sehingga biaya kontainer ikut melonjak.

"Lalu juga yang di mana barang impor yang kita jadi finished product, ongkos kontainer naik karena kapal mesti muter dan lain sebagainya gitu," ucap Budihardjo.

Secara global, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memang memicu ketidakpastian ekonomi, termasuk kenaikan harga energi serta penguatan dolar AS sebagai aset aman di tengah gejolak geopolitik.

Menurut Budihardjo, kondisi tersebut bisa menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi yang bergantung pada pasokan barang impor.

"Iya itu, itu ekosistemnya terganggu," jelasnya.

Karena itu, HIPPINDO berharap ketegangan geopolitik tersebut tidak berlangsung lama agar tidak memicu kenaikan harga barang maupun gangguan distribusi di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Menteri Maman Kena Sentil Menkeu Purbaya Gara-gara Hal Ini!

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:40 WIB

Resiko Geopolitik Dongkrak Harga Minyak Indonesia ke 66,81 Dolar AS

Resiko Geopolitik Dongkrak Harga Minyak Indonesia ke 66,81 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:34 WIB

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 10:12 WIB

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 15:51 WIB

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Negara Rugi Rp 26,4 Miliar dari Barang-barang Impor Ilegal Selama 6 Bulan

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:45 WIB

Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI

Core Indonesia: Serangan Impor Murah Bak 'Kiamat' Bagi RI

Bisnis | Sabtu, 26 Juli 2025 | 19:31 WIB

Terkini

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 19:46 WIB

IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus

IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:46 WIB

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:40 WIB

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:39 WIB

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:31 WIB

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:13 WIB

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:56 WIB

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:51 WIB