facebook

Investor Asal China Tertarik Investasi Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

M Nurhadi
Investor Asal China Tertarik Investasi Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
TPA Mandung, Tabanan, Bali. [Foto : Istimewa/beritabali.com]

Saat ini Pemkab Kudus sudah ada nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor asal Tiongkok tersebut.

Suara.com - Investor luar negeri tertarik untuk investasi pengolahan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dan diolah menjadi energi listrik untuk keperluan penerangan.

"Investor asing yang tertarik berasal dari Tiongkok. Tentunya, ketika benar-benar tertarik bisa menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di Kudus," kata Bupati Kudus Hartopo, Jumat (21/1/2021).

Ia menambahkan, nilai investasi ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah, ketika kerja sama dengan Tiongkok tersebut bisa direalisasikan. Untuk kepastiannya tentu menunggu kelanjutan proses kerja samanya nanti.

Bahkan, saat ini Pemkab Kudus sudah ada nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor asal Tiongkok tersebut.

Baca Juga: Pasar dan Terminal Cibinong Bakal Ditata, Pemkab Bogor Buka Peluang Untuk Investor

Investor asing tersebut nantinya akan mengirim tim untuk melakukan survei lokasi. Untuk kebutuhan pengolahan, pihak investor juga membutuhkan lahan seluas 10 hektare, sehingga nantinya akan diperluas.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agustinus Agung Karyanto menambahkan MoU dengan investor tersebut baru sekadar ada ketertarikan untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan baku untuk diolah menjadi energi.

"Kepastiannya serta teknis pengolahannya nanti menunggu hasil pembahasan dengan berbagai pihak terkait," ujarnya, melansir Antara.

Terkait adanya investasi di TPA, maka sampah yang ada dimungkinkan akan berkurang karena dimanfaatkan untuk diolah menjadi energi, termasuk sampah dari masyarakat.

TPA Tanjungrejo sendiri dengan luas sekitar 5,25 hektare belum pernah ada perluasan, sedangkan saat ini kondisinya sudah penuh dan perlu penambahan lahan.

Baca Juga: Investor Asal China Lirik Proyek Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin Sumsel

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar