facebook

Krisis Batu Bara, PLN Dapat Stok Tambahan 500 Ribu Metrik Ton dari PT AGM

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Krisis Batu Bara, PLN Dapat Stok Tambahan 500 Ribu Metrik Ton dari PT AGM
Ilustrasi bongkar muat batu bara. [Antara]

Krisis pasokan batu bara yang dialami PLN kini mulai berangsur pulih. Sejumlah perusahaan tambang batu bara memasok untuk kebutuhan perusahaan BUMN.

Suara.com - Krisis pasokan batu bara yang dialami PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kini mulai berangsur pulih, lantaran sejumlah perusahaan tambang batu bara nasional mulai memasok kebutuhan untuk PLN.

Terbaru, PT Antang Gunung Meratus (AGM), anak usaha PT Baramulti Sukses Sarana Tbk (BSSR), memasok 500 ribu metrik ton (MT) batu bara kepada perusahaan pelat merah tersebut.

"Sesuai surat dari Dirjen Minerba KESDM pada 6 Januari 2022, PT AGM mendapat penugasan untuk mengirimkan batu bara sebanyak 500 ribu MT ke PLN. Bagi kami kepentingan negara adalah prioritas tertinggi," kata Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus (AGM) Widada melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Widada menambahkan, pada tahun 2021, PT AGM telah melakukan pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) hingga 39 persen dari total produksi batu bara perusahaan.

Baca Juga: Pelarangan Dicabut, 139 Perusahaan Tambang Diizinkan Ekspor Batu Bara

Jumlah tersebut jauh di atas batas minimal DMO yang ditetapkan oleh KESDM sebanyak 25 persen dari produksi batu bara.

Widada mengemukakan, untuk melakukan pengiriman batubara sebanyak 500 ribu MT ke PLN, PT AGM akan menggunakan jasa jalur hauling menuju pelabuhan dari PT Tapin Coal Terminal (TCT).

Hal ini sejalan dengan penawaran dari PT TCT, yang disampaikan kepada Dirjen Minerba, dimana TCT memberikan harga khusus bagi pengiriman batubara ke PLN melalui pelabuhan mereka.

"Dalam situasi pemulihan ekonomi akibat pandemi saat ini, ketahanan energi akan menjadi salah satu faktor penentu. Karena itu AGM juga memprioritaskan penggunaan batubara bagi sektor-sektor strategis di dalam negeri seperti PLN dan perusahaan semen," tambahnya.

Berdasarkan surat penawaran dari PT TCT No 003 tanggal 7 Januari 2022 dan mempertimbangkan surat Dirjen Minerba tangga 11 Januari 2022, PT AGM akan mengirimkan batubara melalui pelabuhan PT TCT di harga Rp16.000 per MT. Tidak ada biaya lain di luar keputusan tersebut.

Baca Juga: 75 Kapal Diizinkan Angkut Batu Bara, Bagaimana Potensi Larangan Ekspor Kembali Diberlakukan

Untuk menjalankan penugasan pemerintah, PT AGM telah melakukan komunikasi dan kesepakatan dengan PT TCT pada Kamis, 20 Januari 2022.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar