facebook

Gunbuster Nickel Ekspor 13.650 Ton Hasil Olahan Nikel, Devisa Negara Bakal Terdongkrak

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani
Gunbuster Nickel Ekspor 13.650 Ton Hasil Olahan Nikel, Devisa Negara Bakal Terdongkrak
Ilustrasi pertambangan nikel. [Shutterstock]

Dengan semakin banyaknya tenaga kerja di GNI, dampak ekonomi bagi warga di Kabupaten Morowali Utara pun dipastikan akan semakin berlipat.

Suara.com - Gunbuster Nickel Industry resmi melakukan ekspor perdana produk hasil olahan nikel pada pekan lalu. Pengiriman tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Jety milik GNI yang terletak di Morowali Utara dengan membawa produk turunan nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron atau feronikel.

Direktur Operasional GNI Tony Zhou Yuan menjelaskan 13.650 ton feronikel yang dikirim ke China tersebut merupakan hasil olahan dari 3 tungku smelter yang telah beroperasi. Sedangkan nilai total atau nominalnya mencapai sekitar 23 juta dolar AS.

“Kami berharap, dengan dilakukannya pengapalan perdana feronikel tersebut, akan mendongkrak devisa negara di sektor pajak, yang tentunya juga nantinya akan berimbas bagi keuntungan di daerah,” ujar Tony, Senin (24/1/2022).

Tony menambahkan enam bulan ke depan, 20 tungku lainnya juga sudah dapat dioperasikan yang akan semakin mendorong produksi di GNI. Artinya, dampak ekonomi dari GNI ke depannya pun akan lebih besar lagi, baik dari segi penerimaan negara melalui setoran pajak, hingga pembukaan lapangan kerja yang akan semakin bertambah.

Baca Juga: Larangan Ekspor Nikel Indonesia Hambat Ambisi Kendaraan Listrik China

”Saat ini kami sedang menambah hingga 10 ribu tenaga kerja lokal di GNI. Dan harapan kami juga, jika roda Perusahaan bisa berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti, penyerapan tenaga kerja lokal akan bertambah terus hingga mencapai 25 ribu pekerja nantinya,” kata Tony.

Dengan semakin banyaknya tenaga kerja di GNI, dampak ekonomi bagi warga di Kabupaten Morowali Utara pun dipastikan akan semakin berlipat.

“Pengiriman barang hasil olahan nikel di smelter milik GNI ini merupakan upaya mendukung program pemerintah untuk tidak mengekspor barang mentah seperti nikel. GNI berkomitmen akan terus mendukung program ini demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar