facebook

6 Skenario Perpindahan Penerbangan dari Halim Perdanakusuma ke Soetta

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
6 Skenario Perpindahan Penerbangan dari Halim Perdanakusuma ke Soetta
Suasana di pintu kedatanagan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/4/2021). [ANTARA]

Bandara Halim Perdanakusuma mulai hari ini, Rabu (26/1/2022) operasionalnya ditutup sementara.

Suara.com - Bandara Halim Perdanakusuma mulai hari ini, Rabu (26/1/2022) operasionalnya ditutup sementara. Penutupan operasional Bandara di Timur Jakarta ini dalam rangka revitalisasi.

Maka dari itu, PT Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola Bandara Halim Perdanakusuma telah menyiapkan skenario perpindahan operasional penerbangan ke lima bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Kertajati (Majalengka), Bandara Pondok Cabe (Jakarta) dan Bandara Budiarto (Tangerang).

Total terdapat 21 operator penerbangan, terdiri dari 2 maskapai niaga berjadwal, 17 maskapai niaga tidak berjadwal dan 2 maskapai kargo, dengan total jumlah armada 67 unit pesawat, ditambah juga 12 unit pesawat militer yang akan berpindah operasional dari Bandara Halim Perdanakusuma ke bandara penerima.

Adapun, berikut skenario perpindahan operasional penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Baca Juga: Bandara Halim Perdanakusuma Ditutup Mulai Hari Ini Sampai 3 Bulan ke Depan

Pertama, perpindahan operasional armada maskapai niaga tidak berjadwal mulai 22 - 25 Januari 2022. Pesawat maskapai niaga tidak berjadwal yang pindah operasional ke Bandara Soekarno-Hatta ditempatkan di apron Terminal 1, yaitu, Premi Air (1 unit), Indonesia Air Transport (1 unit), Elang Lintas (2 unit), AFM (3 unit), Kharisma (5 unit), Tri MG (3 unit), Enggang Air/CEO Jetset (3 unit).

Sementara itu, pesawat yang direncanakan pindah ke hanggar GMF AeroAsia di Bandara Soekarno-Hatta diantaranya, Premi Air (8 unit), Travira (1 unit), Kharisma (1 unit), PTN (1 unit), Jhonlin (2 unit), Enggang Air/CEO Jetset (1 unit), AFM (1 unit).

Kemudian, pesawat yang direncanakan pindah ke Bandara Pondok Cabe diantaranya, Travira Air (4 unit), Pelita Air (1 unit), Premi Air (1 unit), Jhonlin (1 unit), Susi Air (1 unit), Transwisata (3 unit), Fasi (2 unit).

Pesawat yang direncanakan pindah ke Bandara Budiarto diantaranya, Elang Lintas (2 unit), Kharisma (3 unit) dan Airfast (3 unit). Untuk pesawat maskapai yang berpindah ke Bandara Husein Sastranegara adalah Biomantara (2 unit).

Kedua, pesawat kargo yang direncanakan pindah ke apron Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta adalah Trigana Air (3 unit) dan Sriwijaya Air (1 unit).

Baca Juga: Penerbangan Citilink di Halim Dialihkan Sementara ke Soetta Mulai Hari Ini

Ketiga, pelaksanaan Perpindahan operator ground handling direncanakan 22 - 24 Januari 2022 Seluruh operasional ground handling akan dipindahkan

Keempat, pelaksanaan perpindahan operasional penerbangan militer direncanakan 24 - 25 Januari 2022

Kelima, pelaksanaan Perpindahan maskapai niaga berjadwal (Citilink & Batik Air) Pada 25 Januari 2022 direncanakan keberangkatan Batik Air dan Citilink masih dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma, sementara untuk kedatangan (arrival) sejumlah tujuan ke Bandara Halim Perdanakusuma akan dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta.

Keenam, Bandara Kertajati (Majalengka) dipersiapkan mendukung perpindahan Penempatan pesawat kargo, penempatan pesawat RON (Remain Over Night), penerbangan charter, serta kegiatan Touch and Go Military akan dilakukan di Bandara Kertajati.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar