Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi pada Januari 2022 sebesar 0,56%. Dari 90 kota indeks harga konsumen sebesar 85 kota mengalami inflasi dan lima kota alami deflasi.
Kepala BPS, Margo Yuwono mengatakan, inflasi pada Januari tersebut disumbang oleh naiknya harga beberapa komoditas yang diantaranya, daging ayam ras, ikan segar, beras, telur ayam ras, tomat, rokok kretek filter, bawang merah, minyak goreng, rokok kretek, rokok putih.
"Selain itu, bahan bakar rumah tangga, kontrak rumah, sewa rumah, sabun detergen bubuk/cair, upah asisten rumah tangga, dan mobil," ujar Margo dalam konferensi pers vitual, Rabu (2/2/2022).
Margo memaparkan, pada Januari 2022 juga sebanyak sebelas kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi yang diantaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10%.
Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05%, kelompok kesehatan sebesar 0,01%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01%.
"Lalu, kelompok pendidikan sebesar 0,01%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,03% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04%," ucap dia.
Sementara itu, terdapat beberapa komoditas yang justru turun harga diantaranya, cabai merah, tarif angkutan udara, dan biaya administrasi transfer uang.
Untuk diketahui, Inflasi tertinggi terjadi di daerah Sibolga sebesar 1,53% dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02%. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,66% dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 0,04%.