Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
Ribuan perempuan dan remaja putri turun ke jalan bersama warga Iran lainnya di Teheran pada 17 April 2026. [Tasnim News/Hossein Zohrevand]
  • Pemerintah Iran tengah mempelajari proposal perdamaian dari Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik bersenjata sejak 6 Mei 2026.
  • Negosiasi berfokus pada penghentian konflik, pembukaan Selat Hormuz, serta pembahasan sanksi dan program nuklir Iran.
  • Kabar rencana gencatan senjata tersebut memicu penurunan harga minyak dunia dan meningkatkan optimisme di pasar saham global.

Suara.com - Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa mereka sedang mempelajari proposal perdamaian yang diajukan oleh Amerika Serikat pada Rabu (6/5/2026).

Proposal ini disebut-sebut bertujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata secara formal, meskipun poin-poin krusial seperti penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz dilaporkan belum mencapai titik temu yang permanen.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, melalui kantor berita ISNA, menyatakan bahwa Teheran akan segera menyampaikan respons resmi mereka.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menunjukkan optimisme tinggi saat berbicara di Oval Office. "Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dalam 24 jam terakhir," ujar Trump.

Optimisme Trump pada Rabu petang merupakan perubahan sikap yang cukup drastis. Sebelumnya, melalui unggahan di Truth Social, Trump sempat mengancam akan memulai kembali kampanye pengeboman di Iran jika Teheran menolak tawaran tersebut. Ia bahkan menyebut asumsi bahwa Iran akan setuju adalah "asumsi yang besar."

Sejak perang meletus pada 28 Februari lalu, kedua negara terjebak dalam konflik yang melumpuhkan jalur distribusi energi dunia. Fokus utama negosiasi saat ini adalah:

  • Selat Hormuz: Jalur yang sebelumnya memasok seperlima kebutuhan minyak dan gas dunia ini masih tersendat akibat blokade.
  • Memorandum Pendahuluan: Sumber dari pihak mediator Pakistan menyebutkan adanya draf satu halaman yang bertujuan mengakhiri konflik fisik. Jika disepakati, kesepakatan ini akan membuka diskusi 30 hari untuk membahas pencabutan sanksi AS dan pembatasan program nuklir.

Respons Sinis dari Parlemen Iran

Meski Trump tampak yakin, otoritas legislatif di Teheran menanggapi laporan tersebut dengan dingin. Ebrahim Rezaei, juru bicara komite kebijakan luar negeri parlemen Iran, menyebut draf tersebut "lebih mirip daftar keinginan Amerika daripada sebuah realitas."

Senada dengan itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, secara terbuka mengejek laporan yang menyebutkan kesepakatan sudah dekat.

Lewat media sosial, ia menuliskan kalimat satir "Operation Trust Me Bro failed," dan menuding laporan tersebut hanyalah upaya pencitraan AS setelah gagal membuka paksa blokade Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial.

Reaksi Pasar: Harga Minyak Anjlok di Bawah US$100
Kabar mengenai potensi gencatan senjata ini langsung memberikan guncangan pada pasar komoditas global. Harga minyak mentah dunia sempat terjun bebas ke level terendah dalam dua pekan terakhir:

  • Minyak Brent: Sempat anjlok sekitar 11% hingga menyentuh angka US$98 per barel, sebelum akhirnya saat ini berada di kisaran US$101.
  • Pasar Saham: Indeks saham global melonjak tajam seiring merosotnya imbal hasil obligasi, mencerminkan harapan pasar akan kembalinya stabilitas pasokan energi.

Di balik layar, penundaan misi angkatan laut AS untuk membuka Selat Hormuz pada Selasa lalu dilaporkan dipicu oleh ketegangan diplomatik dengan Arab Saudi.

Laporan NBC News menyebutkan bahwa Saudi membatasi izin penggunaan pangkalannya bagi operasi militer AS setelah merasa tidak dilibatkan dalam pengumuman rencana pengawalan kapal oleh Trump.

Sementara itu, tuntutan utama Washington terkait nuklir tetap menjadi batu sandungan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dilansir dari Reuters, sudah meminta Trump agar seluruh uranium yang diperkaya harus dikeluarkan dari wilayah Iran.

Sebaliknya, Teheran terus membantah tuduhan bahwa mereka bermaksud mengembangkan senjata nuklir, dan bersikeras mempertahankan stok uranium yang kini diperkirakan melebihi 400 kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026

Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!

Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!

Bola | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:54 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB