Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab harga beras di pasaran mengalami kenaikan pada Januari 2022. Kenaikan harga beras hampir di setiap jenis kualitas.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, kenaikan harga beras lebih disebabkan stok beras yang menipis pada Desember 2021. Sehingga, permintaan tetap tetapi stok berkurang menyebabkan harga produk menjadi tinggi.
"Kalau lihat data lain, tadi saya bilang kenaikan harga bisa dipacu demand, distribusi dan kebijakan pemerintah tapi kalau khusus beras, sumber data lain karena di akhir tahun lalu desember stik beras terbatas," ujar Margo dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/2/2022).
Selain itu, tambah Margo, produksi gabah padi pada kuartal IV 2021 juga cenderung rendah, sehingga mempengaruhi stok yang imbasnya harga beras naik.
BPS mencatat, harga beras di penggilingan rata mengalami kenaikan pada Januari 2022. Hal berdasarkan survei harga produsen beras di penggilingan terhadap 1.133 observasi beras di penggilingan pada 881 perusahaan di 31 provinsi.
Pada Januari 2022, rata-rata harga beras di penggilingan kualitas premium sebesar Rp 9.824 per kg, naik sebesar 1,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Selanjutnya, rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 9.381 per kg, naik sebesar 2,77 persen. Kemudian, rata-rata harga beras di penggilingan luar kualitas sebesar Rp 9.038 per kg, naik sebesar 1,68 persen.
Dibandingkan dengan Januari 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2022 untuk kualitas premium naik sebesar 0,45 persen dan 0,02 persen, namun beras kualitas medium justru turun sebesar 0,25 persen.