BPJS Kesehatan Dorong RS dan Klinik Utama Manfaatkan Program Bayar Klaim di Muka

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB
BPJS Kesehatan Dorong RS dan Klinik Utama Manfaatkan Program Bayar Klaim di Muka
Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan ; Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Mardiatmo dalam Launching Layanan Antrean Online di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Jumat, (18/2/2022). (Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mendorong agar Rumah Sakit dan klinik utama memanfaatkan program bayar klaim di muka. Bayar Klaim di Muka adalah program teranyar BPJS Kesehatan untuk memastikan aliran dana (cashflow) Rumah Sakit dan Klinik Utama.

Program ini, memungkinkan BPJS Kesehatan untuk membayarkan klaim terlebih dahulu sebelum RS atau klinik utama mengajukan tagihan klaim. Tak tanggung-tanggung uang muka yang diberikan jumlahnya bisa mencapai 60% dari total tagihan klaim Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL).

Namun, ada berbagai indikator kepatuhan yang harus dipenuhi. Nilai indikator kepatuhan ini, seperti faskes secara rutin melakukan update tempat tidur, display tindakan operasi, penerapan sistem antrean online yang terhubung Mobile JKN. Kemudian indikator terkait tindak lanjut keluhan pelayanan, iuran biaya dan obat, nilai pemahaman faskes, kepuasan peserta di FKRTL, serta capaian Program Rujuk Balik (PRB) 100%.

"Jadi kalau layanan dan kepatuhannya itu bagus, kemudian indikatornya bisa dipenuhi dengan baik, kami bisa berikan (Uang di Muka-red) sampai 60%," tutur Ali Ghufron Mukti ditemui usai Launching Layanan Antrean Online di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Jumat, (18/2/2022).

Program ini berangkat dari banyaknya keluhan masyarakat saat menjadi peserta BPJS Kesehatan. Di mana, pasien BPJS Kesehatan identik mendapatkan perlakuan tidak mengenakan seperti ditelantarkan oleh pihak Rumah Sakit dan Klinik Utama hingga harus menunggu berjam-jam baru bisa mendapatkan pelayanan medis. Tak jarang, pasien BPJS Kesehatan mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan pasien lainnya.

Nah, Ali Ghufron enggan peserta BPJS Kesehatan mendapatkan perlakuan yang berbeda dari Rumah Sakit dan Klinik Utama mana pun. Menurutnya, peserta BPJS Kesehatan layak mendapatkan perlakuan yang sama dengan pasien lainnya.

"Kami tidak mau peserta BPJS Kesehatan itu mendapatkan pelayanan yang biasa saja," imbuh Ali Ghufron.

Oleh karena itu, Ali Ghufron berharap, melalui terobosan ini, pelayanan yang diberikan rumah sakit atau klinik utama kepada peserta BPJS Kesehatan, khususnya JKN-KIS bisa menjadi semakin optimal. Klaim RS tidak ada keterlambatan lagi, sehingga RS lebih tenang dalam memberikan layanan terbaiknya.

"Namun perlu digarisbawahi syarat utama RS atau klinik utama yang dapat mengajukan uang muka pelayanan kesehatan adalah mereka yang telah memenuhi capaian indikator kepatuhan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL)," lugas Ghufron.

baca juga

Salah satu RS yang didorong BPJS Kesehatan untuk mengimplementasikan  program pembayaran klaim di muka adalah RS PKU Muhammadiyah Surakarta.  Ini disampaikan Ghufron langsung kepada Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Mardiatmo.

"Program dana uang di muka tolong dimanfaatkan. Karena sayang kalau tidak dimanfaatkan," ucap Ghufron kepada dr.Mardiatmo.

Sementara itu, dr.Mardiatmo mengucapkan mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, program pembayaran klaim di muka dapat sangat membantu cashflow perusahaan. Terlebih, dalam memeberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memerlukan dana yang sangat besar.

"Saya tidak bisa bayangkan Indonesia kalau tanpa BPJS Kesehatan itu akan seperti apa," katanya seraya menambahkan bahwa menerima pembayaran klaim di muka merupakan tanggung jawab yang sangat besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Nomor Induk Kependudukan Jadi Identitas Tunggal Peserta BPJS Kesehatan

Sah! Nomor Induk Kependudukan Jadi Identitas Tunggal Peserta BPJS Kesehatan

Sulsel | Rabu, 26 Januari 2022 | 13:50 WIB

4 Cara Cek BPJS Kesehatan di HP, Ketahui Iuran Tagihan Sudah Dibayar atau Belum serta Jumlah Tunggakan

4 Cara Cek BPJS Kesehatan di HP, Ketahui Iuran Tagihan Sudah Dibayar atau Belum serta Jumlah Tunggakan

News | Rabu, 26 Januari 2022 | 10:39 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Upaya Pencegahan Kecurangan dan Sistem Kendali Mutu dan Biaya

BPJS Kesehatan Perkuat Upaya Pencegahan Kecurangan dan Sistem Kendali Mutu dan Biaya

Bisnis | Rabu, 26 Januari 2022 | 09:01 WIB

Merasa Tak Dihargai saat Rapat, Irma Tegur Keras Menkes: Kalau DPR Sedang Bicara Dilihat Wajahnya

Merasa Tak Dihargai saat Rapat, Irma Tegur Keras Menkes: Kalau DPR Sedang Bicara Dilihat Wajahnya

News | Rabu, 26 Januari 2022 | 05:15 WIB

Peserta BPJS Kesehatan dimudahkan Antrean Online RS Tentara Bhakti Wira Tamtama

Peserta BPJS Kesehatan dimudahkan Antrean Online RS Tentara Bhakti Wira Tamtama

Bisnis | Jum'at, 21 Januari 2022 | 22:04 WIB

Pengamat Sebut Program JKN-KIS Sudah Efektif dan Efisien

Pengamat Sebut Program JKN-KIS Sudah Efektif dan Efisien

Bisnis | Jum'at, 21 Januari 2022 | 08:57 WIB

Terkini

Telkomsel Bakal Jualan Aset Kripto, Jajaki Integrasi dengan FLOQ

Telkomsel Bakal Jualan Aset Kripto, Jajaki Integrasi dengan FLOQ

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:07 WIB

10 Pilihan Shade Lipstik Mirabella Colorfix, dari Nude hingga Bold

10 Pilihan Shade Lipstik Mirabella Colorfix, dari Nude hingga Bold

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk

Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Pemerintah Kembali Cari Utang ke China, Targetkan Raup 1,5 Miliar Dolar AS lewat Panda Bond

Pemerintah Kembali Cari Utang ke China, Targetkan Raup 1,5 Miliar Dolar AS lewat Panda Bond

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

×