Santriwati Menjadi Penggerak Ekonomi Digital dari Desa

Iwan Supriyatna

Rabu, 23 Februari 2022 | 08:59 WIB
Santriwati Menjadi Penggerak Ekonomi Digital dari Desa
Para santriwati bisa menjadi penggerak perekonomian dan kewirausahaan berbasis teknologi digital dari kawasan pedesaan.

Suara.com - Para santriwati bisa menjadi penggerak perekonomian dan kewirausahaan berbasis teknologi digital dari kawasan pedesaan. Kegiatan ekonomi berbasis teknologi digital itu juga menjadi salah satu terobosan untuk memeratakan kegiatan ekonomi yang selama ini terpusat di kota.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita wirausaha digital dari desa, Wahid Institute meluncurkan Pesantren Programmer Qoryatus Salam di Peace Village, Yogyakarta, Selasa (22/2/2022).

Peluncuran Pesantren Programmer Qoryatus Salam tersebut merupakan hasil kerja sama Wahid Institute dengan Fortress Data Service (FDS) dan Amazon Web Service (AWS) Indonesia serta didukung oleh PBB UN Women, PT Jamkrindo, dan beberapa jaringan pesantren di sekitar Yogyakarta.

Pimpinan Wahid Institute Yenny Wahid menjelaskan, pesantren programmer yang diluncurkan itu tetap mengacu pada kurikulum pesantren secara umum, tetapi ditambah materi pemprograman berupa Python, Algoritma, Django, Database, AWS, dan beberapa kelas tembahan tentang sociopreneurship.

Menurut Yenny, selama kurang lebih 2 tahun ini dunia telah belajar bahwa sebagian masyarakat mampu mengakselerasi kemampuannya mengoperasikan alat teknologi untuk kebutuhan sehari hari di masa pandemi. Interaksi antara manusia dan peralatan digital menjadi aktivitas sosial baru.

”Pondok Pesantren Programmer Qoryatus Salam ini akan menjadi cikal bakal gerakan ekonomi digital yang dirintis oleh para santriwati. Di tengah perkembangan teknologi digital, perlu ditumbuhkan wirausahawan muda berbasis digital. Kaum wanita juga bisa ambil bagian dalam gerakan ini dan saya yakin, para santriwati yang dididik di tempat ini, akan bisa berkontribusi dalam perekonomian digital Indonesia di masa depan,” ujar Yenny Wahid.

Selama ini teknologi masih dianggap lebih dekat dengan laki–laki dan masih ada anggapan bahwa perempuan cenderung gagap teknologi. Padahal, teknologi bisa dimanfaatkan oleh siapapun.

”Anggapan yang tidak tepat ini cenderung membuat perempuan tidak percaya diri untuk belajar dan tidak banyak diberikan kesempatan, sehingga perempuan harus difasilitasi untuk belajar teknologi. Pesantren programmer Qoryatus Salam ini merupakan wujud pemberdayaan bagi perempuan dalam teknologi,” Ujar Yenny Wahid.

Materi-materi agama yang diajarkan di pesantren juga mengadopsi referensi keagamaan yang moderat seperti kitab risalah ahlussunnah wal jamaah karya Hadaratus Syeikh KH. Hasyim Asyari, Kitab Adabul 'alimwal muta'alim tentang etika, Fathul qorib tentang fiqh (tata laksana dan hukum dalam Islam). Selain itu,
Wahid Institute adalah lembaga yang didirikan oleh Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi serta keadilan dan kesejahteraan di tengah masyarakat.

baca juga

Setelah fokus menggalang kolaborasi untuk mewujudkan perdamaian di Indonesia, Wahid Institute mulai memberi perhatian ke sektor ekonomi dan belakangan ini ingin mewujudkan kesetaraan ekonomi melalui wirausaha di bidang digital.

Para santriwati batch pertama di Pondok Pesantren Programmer Qoryatus Salam akan mendapatkan kurikulum tambahan berupa pembekalan mengenai rekayasa perangkat lunak dan pengenalan strategi kepemimpinan di era digital melalui boothcamp selama 12 minggu. Menurut Yeni, konsep ekonomi digital sangat bergantung pada keberhasilan membentuk ekosistem sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan.

Direktur Utama FDS Sutjahyo Budiman menuturkan, pihaknya tertarik bergabung dalam boothcamp Pesantren Programmer Qoryatus Salam karena menyadari bahwa ekonomi digital bukan lagi wacana, tetapi merupakan salah satu kunci untuk mendorong perekonomian. FDS merupakan perusahaan penyedia layanan internet banking dan pengolahan data bagi perbankan di Indonesia. Bagi FDS, boothcamp Pesantren Qoryatus Salam bisa menjadi development center dan bisa menjadi sarana pengembangan talent.

Gunawan Susanto, Country General Manager AWS Indonesia yang hadir secara virtual melihat peluang baik kolaborasi bersama Pesantren Programer Qoryatus Salam, FDS dan AWS Indonesia ini akan memperkuat iklim digital di Indonesia.

”Pesantren ini akan menjadi model sarana pemberdayaan perempuan melalui pemberian kesempatan belajar dalam bidang teknologi dan juga menjadi contoh pengelolaan pesantren dilakukan secara modern, melalui digitalisasi. Ini Langkah awal yang baik dalam menambahkan kurikulum berbasis teknologi informasi ke dalam pendidikan pesantren dan keberadaan pesantren coding ini akan semakin meluas ke daerah-daerah Indonesia. Peningkatan skill SDM menjadi salah satu prioritas” pungkas Gunawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini yang Bikin Kejati Jabar Banding Putusan Herry Wirawan

Ini yang Bikin Kejati Jabar Banding Putusan Herry Wirawan

Jabar | Selasa, 22 Februari 2022 | 11:20 WIB

Kejati Jabar Banding, Pemerkosa 13 Santriwati Herry Wirawan Kembali Terancam Hukuman Mati dan Kebiri Kimia?

Kejati Jabar Banding, Pemerkosa 13 Santriwati Herry Wirawan Kembali Terancam Hukuman Mati dan Kebiri Kimia?

Jabar | Senin, 21 Februari 2022 | 14:12 WIB

Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati Lolos Hukuman Mati, Jaksa Hari Ini Resmi Ajukan Banding

Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati Lolos Hukuman Mati, Jaksa Hari Ini Resmi Ajukan Banding

News | Senin, 21 Februari 2022 | 13:47 WIB

Terkini

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

×