Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Menko Luhut Heran Masyarakat Daerah Marah-marah ada TKA, Tapi Pendidikannya Rendah

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Kamis, 24 Februari 2022 | 16:30 WIB
Menko Luhut Heran Masyarakat Daerah Marah-marah ada TKA, Tapi Pendidikannya Rendah
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau pembangunan jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Tol Becakayu), Jumat (24/12/2021). [Dok. Humas Kemenko Marves]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta pemerintah daerah (pemda) untuk memperhatikan pendidikan. Pasalnya, ia melihat tingkat pendidikan di daerah masih rendah.

Menurut Luhut, tingkat pendidikan yang rendah itu yang membuat tenaga kerja asing masuk dalam pembangunan infrastruktur di daerah-daerah.

Luhut menjelaskan, banyak masyarakat lokal yang marah, karena tidak diikutsertakan dalam pembangunan infrastruktur. Padahal, kata dia, rata-rata masyarakat di daerah pelosok masih berpendidikan rendah.

"Saya minta juga pendidikannya, bagaimana di daerah industri baru bangun di weda bay dan lain-lain tingkat pendidikan rendah, karena kita kurang perhatian. Orang marah-marah kenapa nggak bawa tenaga kerja Indonesia, nggak ada. Masih banyak di daerah 7x7 itu sama dengan 77," ujarnya dalam Webinar Gernas BBI, Kamis (24/2/2022).

Namun demikian, Luhut memastikan Indonesia tidak menyerah dengan begitu saja. Pemerintah tengah membangun politeknik-politeknik di daerah untuk memperbaiki sistem pendidikan dan menaikkan keahlian atau skill sumber daya manusia (SDM).

"Kita nggak mau nyerah, kita training guru-gurunya, kita bikin politekniknya, SMA, SMP diperbaiki, dengan World Bank juga dalam rangka G20 satu pendidikan," ucap dia.

Di sisi lain, Luhut menuturkan, Indonesia juga memiliki potensi pertanian baru yang bisa dimanfaatkan oleh para UMKM.

Misalnya di, daerah Palu ada lahan 30 hektare yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk membuat pertanian dan mengolah hasil pertanian tersebut.

"Ada dataran tinggi di Palu katanya ada 30 ribu hektare yang bisa dibuat pertanian itu UMKM bisa suplai IKN baru dan suplai industri di Sulawesi," imbuh dia.

baca juga

Wakil Ketua KPCPEN ini juga meminta pemda agar bisa menjaga keberadaan usaha UMKM. Sebab, tambah Luhut, kontribusi UMKM perekonomian daerah maupun nasional sangat besar saat ini.

"Kami tidak sangka peran UMKM ini besar, ini backbone ekonomi tapi nggak sadar kita kontribusinya bisa 1% ke ekonomi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Edy Rahmayadi Bandingkan Jumlah Bendungan di Sumut dengan Jawa

Gubernur Edy Rahmayadi Bandingkan Jumlah Bendungan di Sumut dengan Jawa

Sumut | Selasa, 22 Februari 2022 | 11:29 WIB

Viral Sopir Truk Cekcok di Tol Palembang-Kayu Agung, Petugas Diduga Ingin Pungut Pungli

Viral Sopir Truk Cekcok di Tol Palembang-Kayu Agung, Petugas Diduga Ingin Pungut Pungli

Sumsel | Senin, 21 Februari 2022 | 15:01 WIB

Telkom dan Telkomsel Gelar Jaringan Internet 5G di Kawasan Industri Jababeka

Telkom dan Telkomsel Gelar Jaringan Internet 5G di Kawasan Industri Jababeka

Tekno | Kamis, 10 Februari 2022 | 22:05 WIB

Ekonomi DIY Diprediksi Tumbuh Hingga 5,8 Persen, BI DIY: Pengendalian Pandemi Jadi Kunci

Ekonomi DIY Diprediksi Tumbuh Hingga 5,8 Persen, BI DIY: Pengendalian Pandemi Jadi Kunci

Jogja | Rabu, 09 Februari 2022 | 18:54 WIB

Tagar Luhut Biang Kerok Menggema, Singgung The Real President di Balik Layar

Tagar Luhut Biang Kerok Menggema, Singgung The Real President di Balik Layar

Riau | Selasa, 08 Februari 2022 | 18:12 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×