Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Ini Penyebab Harga Minyak Dunia Anjlok 17 Persen Setelah Naik Gila-gilaan

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 10 Maret 2022 | 08:16 WIB
Ini Penyebab Harga Minyak Dunia Anjlok 17 Persen Setelah Naik Gila-gilaan
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak mentah dunia anjlok 17 persen pada perdagangan hari Rabu. Penurunan ini tercatat yang terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu.

Anjloknya harga minyak ini disebabkan oleh Uni Emirat Arab yang mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar akibat pasokan yang berkurang imbas sanksi embargo yang diberikan AS dan Barat kepada Rusia.

Mengutip CNBC, Kamis (10/3/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional jatuh lebih dari 17 persen selama sesi tersebut, sebelum ditutup melorot USD16,84 atau 13,2 persen menjadi USD111,14 per barel, penurunan satu hari terburuk sejak 21 April 2020.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, merosot USD15,44, atau 12,5 persen menjadi USD108,70 per barel, hari terburuknya sejak November.

"Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi," kata Duta Besar Yousuf Al Otaiba dalam sebuah pernyataan yang dicuit oleh Kedutaan Besar UEA di Washington.

"Itu bukan apa-apa. Mereka mungkin dapat membawa sekitar 800.000 barel ke pasar dengan sangat cepat, bahkan segera, membawa kita sepertujuh jalan dalam menggantikan pasokan Rusia," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

Kejatuhan harga juga diperburuk oleh trader yang menafsirkan komentar dari menteri Irak sebagai kesediaan negara itu untuk meningkatkan produksi jika diperlukan.

Namun, BUMN yang memasarkan minyak Irak, SOMO , kemudian mengklarifikasi bahwa pihaknya melihat kenaikan pasokan bulanan OPEC Plus sudah cukup untuk mengatasi kekurangan minyak.

OPEC Plus, yang mencakup Rusia, menargetkan peningkatan produksi 400.000 barel per hari setiap bulan, dan menolak permintaan dari Amerika Serikat serta negara-negara konsumen lainnya untuk memompa lebih banyak.

Rusia adalah eksportir minyak mentah dan bahan bakar utama dunia, mengirimkan sekitar 7 juta barel per hari atau 7 persen pasokan global.

Harga minyak jatuh di awal sesi setelah Badan Energi Internasional mengatakan cadangan minyak dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengkompensasi gangguan pasokan Rusia.

"Jika ada kebutuhan, jika pemerintah kita memutuskan demikian, kita dapat membawa lebih banyak minyak ke pasar, sebagai salah satu bagian dari tanggapan tersebut," kata Kepala IEA, Faith Birol.

Birol mengatakan keputusan IEA pekan lalu untuk melepaskan 60 juta barel minyak dari cadangan strategis adalah "tanggapan awal."

Pernyataan dia menggemakan ungkapan dari Penasihat Senior Departemen Luar Negeri AS, Amos Rothstein, pada konferensi industry, Selasa, yang juga menunjukkan pelepasan lebih banyak cadangan minyak akan terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wagub DKI: Warga Jakarta Tak Usah Khawatir, Distribusi Minyak Goreng Dipastikan 2 Kali Sepekan

Wagub DKI: Warga Jakarta Tak Usah Khawatir, Distribusi Minyak Goreng Dipastikan 2 Kali Sepekan

Jakarta | Kamis, 10 Maret 2022 | 08:05 WIB

KPPU Mendesak Pembelian Minyak Goreng Murah Bersyarat Dihentikan

KPPU Mendesak Pembelian Minyak Goreng Murah Bersyarat Dihentikan

Sumsel | Kamis, 10 Maret 2022 | 08:05 WIB

Pedagang Gorengan di Sumsel Terima Ribuan Liter Minyak Goreng

Pedagang Gorengan di Sumsel Terima Ribuan Liter Minyak Goreng

Sumsel | Kamis, 10 Maret 2022 | 06:10 WIB

Terkini

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:37 WIB

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:17 WIB

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?

Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:13 WIB

"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou

"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:55 WIB

Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'

Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:53 WIB

Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah

Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:44 WIB

PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!

PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:23 WIB

MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur

MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:16 WIB

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:09 WIB

Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 12:06 WIB