Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Tingkatkan Minat Generasi Z Geluti Sektor Pertanian, President University Luncurkan Prodi Agribisnis

Iwan Supriyatna

Senin, 21 Maret 2022 | 14:42 WIB
Tingkatkan Minat Generasi Z Geluti Sektor Pertanian, President University Luncurkan Prodi Agribisnis
President University (PresUniv) meluncurkan Program Studi (Prodi) terbarunya, yakni Prodi Agribisnis.

Suara.com - Sektor pertanian Indonesia butuh perhatian khusus, karena rendahnya minat generasi Z untuk menggeluti sektor ini. Penerapan digitalisasi di sektor pertanian bisa menjadi salah satu solusinya.

President University (PresUniv) meluncurkan Program Studi (Prodi) terbarunya, yakni Prodi Agribisnis. Prodi baru ini akan bernaung di bawah Fakultas Bisnis.

Dengan hadirnya prodi baru ini, Fakultas Bisnis akan mengelola lima prodi S1, yaitu Akuntansi, Administrasi Bisnis, Manajemen, Ilmu Aktuaria, dan Agribisnis, serta satu prodi S2, yaitu Master of Management in Technology.

Acara peluncuran prodi baru yang diselenggarakan secara daring ini dihadiri oleh siswa-siswi SMA dari berbagai provinsi di Indonesia. Hadir pula dalam acara tersebut Dr. Josep Ginting, SE, MM, Wakil Rektor bidang Pengembangan Usaha, dan Maria Jacinta Arquisola, Ph. D, MHRM, Dekan Fakultas Bisnis, serta Daud Novel Leonardo, Wakil Presiden Commercial, TaniHub Group, yang juga alumni dari Fakultas Bisnis, PresUniv.

TaniHub adalah startup yang bergerak dalam bidang agribisnis yang berbasis teknologi.

“Hadirnya Prodi Agribisnis adalah bentuk keseriusan PresUniv untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai masalah di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah masalah pangan,” kata Josep Ginting, pada acara peluncuran Prodi Agribisnis, ditulis Senin (21/3/2022).

Hadirnya Prodi Agribisnis ini disambut gembira oleh para pelaku usaha. Dalam acara focus group discussion (FGD) Jacinta Arquisola memaparkan bahwa Prodi Agribisnis di PresUniv mengusung konsep integrated urban farming dengan dua konsentrasi, yaitu Digital Agribusiness dan Agribusiness Ecotourism.

“Konsentrasi itu kami pilih dengan mempertimbangkan letak kampus PresUniv yang berada di jantung kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, yakni kawasan industri Jababeka. Di kawasan ini ada lebih dari 1.750 perusahaan nasional maupun multinasional dari berbagai negara di seluruh dunia.” kata Jacinta.

Selain itu, papar Jacinta, Prodi Agribisnis juga akan menjalin kerja sama dengan Grup Jababeka.

baca juga

“Kami akan berkolaborasi untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang sudah dikembangkan Jababeka, seperti yang berlokasi di Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara, dan Tanjung Lesung di Provinsi Banten. Kebetulan lokasi itu sudah dinobatkan oleh pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” katanya.

Menurut Dr. Ir. Yunita Ismail Masjud, M. Si, dosen Prodi Agribisnis, PresUniv, lokasi kampus yang berada di tengah-tengah kawasan industri membuat Prodi Agribisnis memiliki posisi yang unik, karena bisa dikembangkan ke arah ekowisata atau wisata agribisnis yang ramah lingkungan.

“Dengan lokasi kampus yang berada di kawasan industri seluas 5.600 hektar, akan ada banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran bagi seluruh mahasiswa Prodi Agribisnis.” kata Yunita.

Agribisnis Indonesia Butuh Peran Anak Muda

Para pelaku usaha yang ikut serta dalam acara FGD menyambut gembira kehadiran Prodi Agribisnis ini.

“Saya tidak menyangka ada perguruan tinggi yang masih mau membuka Prodi Agribisnis di tengah menurunnya minat anak-anak muda untuk terjun di sektor pertanian. Ini tentu angin segar bagi kami sebagai pelaku usaha.” kata Deeng Santoyo, Head of Partnership & Social Impact di TaniHub.

Hadir pula dalam FGD tersebut beberapa eksekutif dari PT Astra Agro Lestari Tbk., Sinarmas Agribusiness & Food, PT Cargill Indonesia, serta Eptilu, perusahaan rintisan yang bergerak dalam bisnis agrowisata dan edukasi.

Menurut Daud Novel, sektor pertanian di Indonesia memang membutuhkan perhatian khusus. Ia memaparkan data yang dimiliki oleh TaniHub.

“Saat ini 61% petani di Indonesia sudah berusia lebih dari 45 tahun dan sebagian besar mereka hanya menerima pendidikan dasar. Kemudian, 74% petani masih menggunakan sistem pertanian yang tradisional, dan 97% dari mereka bahkan tidak memiliki catatan keuangan.” ungkapnya.

Ini tentu membuat para petani kesulitan dalam mengakses pembiayaan dari perbankan. Daud Novel menyimpulkan, dengan kondisi yang seperti itu, para petani melakukan kegiatan pertanian bukan untuk kepentingan bisnis, tetapi lebih pada untuk bertahan hidup.

“Kami juga melihat ada anak-anak muda yang terjun ke dunia pertanian. Namun, cara mereka dalam melakukan budidaya dan mengelola bisnisnya masih sama dengan cara-cara yang dilakukan oleh orang tuanya. Jadi, bukan dengan cara-cara baru, termasuk dengan menerapkan teknologi.” kata Deeng Sanyoto.

Dengan potret yang semacam itu, tak heran jika sektor pertanian menjadi kurang menarik bagi anak-anak muda. Kondisi semacam ini tentu akan mendatangkan masalah bagi Indonesia.

“Jika tidak ada anak muda yang tertarik untuk terjun di sektor pertanian, mungkin pada tahun 2050 kita sudah tidak punya petani lagi,” ucap Daud Novel.

Maka, saran dia, semua pihak perlu ikut berperan untuk mempromosikan sektor pertanian agar semakin banyak anak muda yang terjun ke dalam bisnis ini.

Daud Novel mengaku, semula dia memang tidak tertarik dengan sektor pertanian, khususnya agribisnis. Katanya, sektor ini yang tidak keren, kerjanya harus berpanas-panasan dengan terjun ke sawah atau ke kebun, sehingga kurang cocok bagi anak-anak muda, terutama dari kalangan generasi Z.

Namun, setelah menyadari bahwa Indonesia akan menghadapi masalah serius jika tidak ada yang peduli terhadap hal ini, Daud Novel pun memutuskan untuk terjun ke sektor pertanian lewat bergabung dengan TaniHub.

Setelah bergabung, Daud Novel menyadari bahwa sektor pertanian mempunyai potensi bisnis yang luar biasa.

“Kita tidak bicara tentang industri yang sedang menjadi tren, terutama di kalangan anak-anak muda. Ini kita berbicara soal kebutuhan primer yang semua orang pasti membutuhkannya. Siapa yang tidak membutuhkan makanan,” tanya dia.

Pentingnya Digitalisasi

Dalam ajang FGD, para narasumber dari kalangan korporasi, startup agribisnis dan entrepreneur mengakui pentingnya mempromosikan sektor pertanian ke anakanak muda. Jika bukan mereka, siapa yang kelak mengurus sektor pertanian di Indonesia.

Salah satu upaya menarik minat anak muda ke sektor pertanian adalah dengan menerapkan digitalisasi dalam proses bisnisnya. Dan, itu sudah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Astra Agro Lestari, Cargill Indonesia maupun Sinarmas Agrobusiness & Food.

Selain memiliki kemampuan digital, karyawan perusahaan-perusahaan tersebut juga harus gigih dan tangguh, mau terus belajar, disiplin, mempunyai perilaku yang baik, terutama soal kejujuran.

Catatan lainnya dari Cargill Indonesia, karena banyak kliennya dari perusahaan asing, kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting. Kecuali isu tentang digitalisasi, kalangan korporasi juga mengingatkan tentang pentingnya kemampuan untuk cepat beradaptasi dan toleran terhadap stress.

Ini karena banyak lokasi perkebunan yang berada di remote area, jauh dari kota besar.

Padahal, di sisi lain setiap karyawan baru harus bersedia untuk ditempatkan di mana pun. Meski begitu, yang juga perlu diingat, lewat bergabung dengan korporasi besar yang perkebunannya berlokasi di remote area, para generasi Z bisa ikut berkontribusi dalam memajukan daerah-daerah terpencil.

“Kalau tidak ada korporasi besar, kalau tidak ada anak-anak muda, siapa lagi yang akan memajukan perekonomian di daerah,” tegas mereka.

Rizal Fahreza, seorang entrepreneur dalam bidang agrowisata, menekankan pentingnya lulusan Prodi Agribisnis di PresUniv memiliki kemampuan dalam manajemen logistik untuk produk pertanian.

“Apalagi lokasi kampus PresUniv juga hanya berjarak beberapa kilometer dari Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PTPN Group Kejar Target untuk Menjadi Perusahaan Agribisnis Kelas Dunia

PTPN Group Kejar Target untuk Menjadi Perusahaan Agribisnis Kelas Dunia

Bisnis | Senin, 14 Maret 2022 | 07:15 WIB

Empat Eksportir Kopi Raih Kontrak BaruRp 366,7 Miliar di Mesir

Empat Eksportir Kopi Raih Kontrak BaruRp 366,7 Miliar di Mesir

Bisnis | Selasa, 30 November 2021 | 17:42 WIB

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Agribisnis, Ternyata Luar Biasa Banyak!

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Agribisnis, Ternyata Luar Biasa Banyak!

Bisnis | Selasa, 09 November 2021 | 16:36 WIB

Terkini

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini

Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:47 WIB

×