Suara.com - Para pengusaha industri teknologi informatika meminta pemerintah memberikan perlakuan seimbang dengan industri lainnya. Salah satunya, merampungkan regulasi yang mendukung industri Teknologi Informatika
Chief Enterprise & Government Service InterBio, Fega M Syakrani mengatakan regulasi ini dapat melindungi kepentingan dari seluruh stakeholder khususnya di industri teknologi biometrik.
Fega yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Teknologi Biometrik menyatakan siap mendukung penyelesaian regulasi-regulasi yang sedang digodok oleh parlemen dan eksekutif, seperti mengenai Perlindungan Data Pribadi (PDP).
"Asosiasi Industri Teknologi Biometrik siap bekerjasama dengan KADIN dalam membantu pemerintah terkait regulasi baik regulasi PDP maupun regulasi Industri Biometrik," ujar Fega dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/4/2022).
Sementara itu CEO Interbio, Irawan Mulyadi menambahkan bahwa verifikasi identitas untuk proses Electronic Know Your Customer (e-KYC) dapat menjadi akselerator bagi pertumbuhan ekonomi digital yang dapat diimplementasikan di berbagai sektor seperti UMKM, Perbankan, Keuangan, Daerah, Penyaluran bantuan social dan lainnya.
InterBio yang merupakan perusahaan penyedia teknologi biometrik dan manajemen identitas saat ini telah masuk ke pasar dunia.
Sebelumnya, InterBio bersama industri lainnya menggelar Digitalisasi Nusantara Expo & Summit (DNES) 2022 yang berlangsung di Kota Solo, Jawa Tengah tanggal 29 hingga 31 Maret 2022.
Acara yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo ini diikuti oleh 500 wilayah di tanah air dan terselenggara berkat kerjasama antara KADIN Indonesia bersama Yayasan Internet Indonesia (GIIF) dan InterBio.
Sebanyak 42 booth perusahaan berbasis digital mengikuti expo DNES 2022, selain itu juga digelar berbagai forum mulai dari Pengembangan Ekosistem Smart City yang menghadirkan para narasumber yang berkompeten di bidang industri digitalisasi.