Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pedagang Kurangi Pasokan Energi dari Rusia, Harga Minyak Mentah Bakal Makin Meroket?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 14 April 2022 | 10:30 WIB
Pedagang Kurangi Pasokan Energi dari Rusia, Harga Minyak Mentah Bakal Makin Meroket?
Migas Rusia (VOA Indonesia)

Suara.com - Sejumlah perusahaan perdagangan global berencana mengurangi pembelian minyak mentah dari perusahaan yang dikendalikan Rusia guna menghindari pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.

Hingga kini, Uni Eropa belum memberlakukan larangan impor minyak Rusia sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina, lantaran masih adanya negara anggota mereka yang sangat bergantung pada energi Rusia, seperti Jerman.

Narasumber terkait menyebut, perusahaan perdagangan berusaha mengurangi pembelian dari kelompok energi Rusia Rosneft karena mereka berusaha untuk mematuhi bahasa dalam sanksi Uni Eropa yang ada yang dimaksudkan untuk membatasi akses Rusia ke sistem keuangan internasional

Kata-kata sanksi Uni Eropa mengecualikan pembelian minyak dari Rosneft atau Gazpromneft, yang tercantum dalam undang-undang, dianggap sebagai "sangat diperlukan" untuk memastikan keamanan energi Eropa.

Pedagang bergulat dengan apa arti "sangat diperlukan", kata sumber itu. Ini mungkin mencakup kilang minyak yang menerima minyak Rusia melalui pipa captive, tetapi mungkin tidak mencakup pembelian dan penjualan minyak Rusia oleh perantara.

Mereka memotong pembelian untuk memastikan mereka mematuhinya pada 15 Mei, ketika pembatasan Uni Eropa mulai berlaku.

Dimasukkannya perusahaan infrastruktur negara Rusia Transneft yang memiliki pelabuhan dan jaringan pipa utama akan menambah lapisan kerumitan lebih lanjut untuk setiap penjualan di masa depan.

Trafigura, pembeli minyak utama Rusia, mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya “akan mematuhi sepenuhnya semua sanksi yang berlaku. Kami mengantisipasi volume perdagangan kami akan semakin berkurang mulai 15 Mei.”

Vitol, pembeli besar lainnya, menolak mengomentari batas waktu 15 Mei. Vitol sebelumnya mengatakan volume perdagangan minyak Rusia "akan berkurang secara signifikan pada kuartal kedua karena kewajiban kontrak berjangka saat ini menurun," dan akan menghentikan perdagangan minyak Rusia pada akhir 2022.

Perang dan sanksi terhadap Rusia telah menyebabkan banyak pembeli Barat minyak mentah Rusia seperti Shell menghentikan pembelian spot baru.

Penyulingan di Eropa menjadi semakin enggan untuk memproses minyak mentah Rusia. Itu telah mengganggu ekspor Rusia, meskipun pembelian oleh India dan Turki telah menutupi beberapa pemotongan tersebut. Penjualan ke China juga terus berlanjut.

Volume Rosneft dan Gazpromneft menyumbang 29 juta barel, atau hampir 1 juta barel per hari (bph) pada April, yang merupakan lebih dari 40 persen dari keseluruhan ekspor minyak mentah Ural dari pelabuhan barat Rusia pada April, menurut rencana pemuatan.

Badan Energi Internasional mengatakan pada Rabu (13/4/2022) pasokan minyak Rusia bisa turun 3 juta barel per hari mulai Mei.

Rosneft menolak berkomentar. Gazpromneft tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Pembeli minyak Rusia lainnya, Gunvor dan Glencore, menolak mengomentari dampak tenggat waktu.

Perusahaan perdagangan energi menghadapi risiko kepatuhan dan reputasi dari serangkaian sanksi Barat saat ini. Mereka harus memeriksa dengan cermat entitas mana yang dapat mereka bayar serta kewarganegaraan karyawan mereka. Juga, tidak adanya larangan langsung memperumit pemutusan kontrak yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Perang Rusia - Ukraina, Sampah Depok Belum di Buang ke Nambo Bogor

Imbas Perang Rusia - Ukraina, Sampah Depok Belum di Buang ke Nambo Bogor

Bogor | Kamis, 14 April 2022 | 08:41 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Meski Banjir Pasokan dari AS

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Meski Banjir Pasokan dari AS

Bisnis | Kamis, 14 April 2022 | 08:30 WIB

Konflik Rusia Ukraina Dikhawatirkan Merembet Jadi 'Perang Besar', IMF Hingga Bank Dunia Imbau Cabut Larangan Ekspor

Konflik Rusia Ukraina Dikhawatirkan Merembet Jadi 'Perang Besar', IMF Hingga Bank Dunia Imbau Cabut Larangan Ekspor

Bisnis | Kamis, 14 April 2022 | 07:58 WIB

Lagi, Ibu Dan Anak Asal Rusia Kehabisan Uang di Nusa Penida Hingga Hidup dari Belas Kasihan Warga Lokal

Lagi, Ibu Dan Anak Asal Rusia Kehabisan Uang di Nusa Penida Hingga Hidup dari Belas Kasihan Warga Lokal

Bali | Kamis, 14 April 2022 | 07:34 WIB

Rusia Klaim Kemenangan Di Mariupol: 1.026 Marinir Ukraina Menyerah

Rusia Klaim Kemenangan Di Mariupol: 1.026 Marinir Ukraina Menyerah

News | Kamis, 14 April 2022 | 08:30 WIB

Jelang Lebaran, Harga Minyak Goreng Curah di Garut Berangsur Turun

Jelang Lebaran, Harga Minyak Goreng Curah di Garut Berangsur Turun

Jabar | Kamis, 14 April 2022 | 03:33 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB