Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dunia Mulai Panik, Indonesia Hentikan Ekspor CPO Saat Minyak Bunga Matahari Langka Akibat Perang

M Nurhadi

Senin, 25 April 2022 | 14:03 WIB
Dunia Mulai Panik, Indonesia Hentikan Ekspor CPO Saat Minyak Bunga Matahari Langka Akibat Perang
Tanda buah segar perkebunan sawit di Sumsel [Suara.com/Tasmalinda]

Suara.com - Keputusan pemerintah yang menghentikan ekspor komoditas sawit atau turunannya diprediksi membuat sejumlah negara di dunia kesulitan memenuhi kebutuhan mereka. Pasalnya, dua negara penghasil minyak bunga matahari saat ini tengah berperang.

Untuk diketahui, perang Rusia dan Ukraina sangat berdampak pada rantai pasokan minyak bunga matahari di Eropa terganggu. Kedua negara yang tengah berkonflik itu diketahui merupakan eksportir utama minyak bunga matahari di Eropa.

Menyadari hal ini, Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tofan Mahdi menyebut, momen tersebut justru jadi kabar baik bagi produsen minyak sawit seperti Indonesia.

Penyebabnya karena kurangnya pasokan minyak nabati di Eropa membuat negara-negara di Benua Biru itu kembali berburu minyak sawit.

Berdasarkan informasi yang disampaikan InfoSAWIT via Warta Ekonomi, negara-negara di Eropa yang sebelumnya mengklaim produk mereka palm oil free nampaknya mulai menelan ludah mereka sendiri.

Minyak bunga matahari. (Shutterstock)
Minyak bunga matahari. (Shutterstock)

Tofan menganggap momen ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengkampanyekan potensi dan dampak minyak sawit Indonesia. Terlebih, ia mengklaim, kontribusi minyak kelapa sawit Indonesia sudah terbukti.

Tahun lalu, sektor kelapa sawit masih jadi andalan ekspor nasional dengan kontribusi diperkirakan mencapai hingga 15 persen. Sektor ini menyumbang lebih dari Rp500 triliun ke dalam keuangan negara.

Ia berharap, saat dunia dihadapkan dengan naiknya harga minyak nabati dunia, saat yang bersamaan jadi momen paling tepat bagi para pelaku usaha kelapa sawit untuk memperbaiki tata kelola perkebunan kelapa sawit. 

Namun, di tengah momen ini, Pemerintah Indonesia justru memutuskan untuk menghentikan ekspor CPO. Presiden Joko Widodo secara langsung menyampaikan pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng.

baca juga

Kebijakan ini dilakukan demi memenuhi ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. “Hari ini saya telah memimpin rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok rakyat. Utamanya, yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. Dalam rapat tersebut, telah saya putuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng," kata Presiden.

Pelarangan tersebut mulai berlaku Kamis (28/4/2022) sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini diprediksi membuat harga CPO naik signifikan. Bahkan, sejumlah negara penghasil minyak sawit kecuali Indonesia kemungkinan besar akan kebanjiran pesanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Penetapan Tersangka Mafia Minyak Goreng, DPD Desak BPK Audit BPDPKS

Buntut Penetapan Tersangka Mafia Minyak Goreng, DPD Desak BPK Audit BPDPKS

News | Senin, 25 April 2022 | 13:46 WIB

Tolak Gugatan MAKI ke Mendag Lutfi soal Kelangkaan Minyak Goreng, Hakim: Sangat Prematur

Tolak Gugatan MAKI ke Mendag Lutfi soal Kelangkaan Minyak Goreng, Hakim: Sangat Prematur

News | Senin, 25 April 2022 | 13:38 WIB

Saham Sawit Rontok Berjamaah Dihantam Larangan Ekspor CPO, Buy or Bye?

Saham Sawit Rontok Berjamaah Dihantam Larangan Ekspor CPO, Buy or Bye?

Bisnis | Senin, 25 April 2022 | 12:56 WIB

Tak Kaleng-Kaleng, Pengusaha Kalteng Bagikan 500 Ton Beras dan 100 Ribu Liter Minyak Goreng untuk Zakat Harta

Tak Kaleng-Kaleng, Pengusaha Kalteng Bagikan 500 Ton Beras dan 100 Ribu Liter Minyak Goreng untuk Zakat Harta

News | Senin, 25 April 2022 | 13:39 WIB

Kebakaran Hebat Landa Depot Minyak Milik Rusia, Kena Sabotase?

Kebakaran Hebat Landa Depot Minyak Milik Rusia, Kena Sabotase?

News | Senin, 25 April 2022 | 12:42 WIB

Rp141,8 Miliar BLT Minyak Goreng Dibagikan pada Warga Sumsel, 36.513 KPM Belum Terima

Rp141,8 Miliar BLT Minyak Goreng Dibagikan pada Warga Sumsel, 36.513 KPM Belum Terima

Sumsel | Senin, 25 April 2022 | 12:36 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×