Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Harga Paladium Anjlok 10 Persen, Sementara Emas Merosot 2 Persen, Ini Pemicunya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 26 April 2022 | 09:09 WIB
Harga Paladium Anjlok 10 Persen, Sementara Emas Merosot 2 Persen, Ini Pemicunya
Ilustrasi logam mulia paladium. [Shutterstock]

Suara.com - Harga paladium anjlok hampir 10 persen sementara emas turun sekitar 2 persen pada perdagangan hari Senin, penurunan ini dipicu penguncian Covid di China dan kenaikan suku bunga Amerika yang memperburuk prospek permintaan untuk kedua logam tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (26/4/2022) harga paladium di pasar spot anjlok 9,6 persen menjadi USD2.146,20 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 29 Maret di USD2.068,82.

Komoditas itu merosot karena kekhawatiran atas penguncian yang berkepanjangan di Shanghai dan potensi kenaikan suku bunga AS yang memukul pertumbuhan dan permintaan global, yang juga menyebabkan aksi jual tajam dalam ekuitas.

Paladium, yang digunakan dalam knalpot kendaraan tergelincir hampir 40 persen sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada awal Maret di tengah kekhawatiran perang di Ukraina dapat memotong pasokan dari produsen utama Rusia.

"Sebagian besar kecemasan di paladium seputar potensi masalah dengan ekonomi China," kata Head of Commodity Strategies TD Securities, Bart Melek.

Nornickel Rusia mengatakan produksi paladium kuartal pertama turun (year-on-year).

Sedangkan harga emas di pasar spot merosot 1,7 persen menjadi USD1.897,01 per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup hampir 2 persen lebih rendah menjadi USD1.896.

"Gara-gara kenaikan imbal hasil secara luas, emas kehilangan daya tariknya sebagai investasi tanpa bunga, karena surat utang pemerintah kembali menghasilkan  return  nominal yang positif," tulis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak dan ketidakpastian seperti konflik Ukraina, kenaikan suku bunga mengurangi daya tariknya dengan meningkatkan  opportunity cost untuk memegang aset tanpa bunga itu.

baca juga

Sementara platinum melorot 1,8 persen menjadi USD913,99 setelah menyentuh level terendah sejak Desember 2021, sementara perak tersungkur 2,2 persen menjadi USD23,62 per ounce, setelah mencapai tingkat terendah lebih dari dua bulan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Awal Pekan Turun Jadi Rp 988.000/Gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Turun Jadi Rp 988.000/Gram

Bisnis | Senin, 25 April 2022 | 09:28 WIB

5 Fakta Penemuan Harta Karun 2 Miliar Ton Emas di NTB, RI Untung Berapa?

5 Fakta Penemuan Harta Karun 2 Miliar Ton Emas di NTB, RI Untung Berapa?

News | Minggu, 24 April 2022 | 14:17 WIB

Geger Penemuan Harta Karun Indonesia, Ada Miliaran Ton Emas-Tembaga di NTB

Geger Penemuan Harta Karun Indonesia, Ada Miliaran Ton Emas-Tembaga di NTB

Riau | Minggu, 24 April 2022 | 04:05 WIB

Terkini

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB