facebook

Dolar AS Melemah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi Tembus USD112/Barel

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Dolar AS Melemah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi Tembus USD112/Barel
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Harga minyak dunia akhirnya bangkit dari kerugian dua hari pada perdagangan yang berakhir pada Kamis.

Suara.com - Harga minyak dunia akhirnya bangkit dari kerugian dua hari pada perdagangan yang berakhir pada Kamis.

Kenaikan ini didukung depresiasi dolar dan ekspektasi China yang bakal melonggarkan beberapa pembatasan penguncian yang dapat meningkatkan permintaan.

Mengutip CNBC, Jumat (20/5/2022) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Juli, patokan internasional, ditutup melonjak USD2,93 atau 2,7 persen menjadi USD112,04 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni melambung USD2,62, atau 2,4 persen menjadi USD112,21 per barel.

Baca Juga: Produksi Penyulingan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Anjlok 2,5 Persen

Patokan minyak mentah melanjutkan serentetan ayunan liar mereka, dengan Brent dan WTI melesat hampir USD5 per barel dalam rentang beberapa jam, pulih dari kerugian awal pekan ini.

"Pasar sangat fluktuatif. Pasar bereaksi terhadap semua jenis berita yang berbeda dari jam ke jam, dan pergerakan di pasar minyak dari hari ke hari semakin dibesar-besarkan." kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston

Di China, investor mencermati rencana untuk melonggarkan pembatasan virus korona mulai 1 Juni di kota terpadat Shanghai, yang dapat mendorong rebound permintaan minyak dari importir minyak mentah terbesar dunia itu.

Pasar minyak juga rebound karena dolar melemah. Indeks Dolar (Indeks DXY) secara luas merosot 1 persen pada Kamis, setelah kenaikan baru-baru ini.

Minyak sering bergerak terbalik terhadap dolar karena sebagian besar transaksi minyak mentah global dihargai dalam dolar, sehingga kenaikan  greenback  membuat minyak mentah lebih mahal bagi importir besar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen, Tertekan Ekspektasi Pasokan Venezuela

Namun, kenaikan minyak mentah agak tersendat, dengan Brent dan WTI diperdagangkan dalam kisaran karena jalur permintaan yang tidak pasti. Investor, khawatir tentang kenaikan inflasi dan tindakan yang lebih agresif dari bank sentral, mengurangi eksposur ke aset berisiko.

Komentar