Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Sambut Pemulihan Ekonomi, Synthesis Karya Pratama Terus Kembangkan Kawasan Hunian Synthesis Huis

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 31 Mei 2022 | 15:59 WIB
Sambut Pemulihan Ekonomi, Synthesis Karya Pratama Terus Kembangkan Kawasan Hunian Synthesis Huis
PT Synthesis Karya Pratama menjalankan komitmennya dalam mengembangkan kawasan hunian Synthesis Huis.

Suara.com - Bagi sejumlah developer, tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan kembali industri bidang properti secara perlahan. Kondisi tersebut terlihat dari tren penjualan rumah tapak yang terjadi sejak awal tahun 2022. Menurut beberapa lembaga analis properti dalam risetnya mengatakan bahwa, minat konsumen properti pada rumah tapak masih cukup tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Synthesis Karya Pratama menjalankan komitmennya dalam mengembangkan kawasan hunian Synthesis Huis.

Managing Director PT Synthesis Karya Pratama, Aldo Daniel mengatakan, progres pembangunan saat ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengembangkan sebuah kawasan hunian yang nyaman.

Meski baru memulai pengembangan, perusahaan yakin dengan keunggulan konsep yang ditawarkan, Synthesis Huis akan menjadi icon kawasan hunian masa kini di wilayah Jakarta Timur.

“Awal tahun 2022, kami telah menghadirkan show unit tipe Mattlig yang saat ini meraih tinggi peminat. Bulan Februari lalu, kami sudah menyelesaikan tahap Cut and Fill juga meratakan tanah di area pembangunan kawasan Synthesis Huis, mempersiapkan lahan yang akan dibangun. Saat ini pekerjaan di lapangan memasuki tahap pembuatan pondasi rumah mulai dari bouwplank dan galian, leveling kavling yang siap bangun, retaining wall pagar perimeter proyek dilanjutkan pembangunan unit hunian juga fasilitas,” kata Aldo dalam keterangannya, Selasa (31/5/202).

Aldo menyebut, di pertengahan tahun 2022 ini, pihaknya juga akan menghadirkan new social compound bekerja sama dengan ‘TENGAH’. Kehadirannya di Synthesis Huis diharapkan akan menjadi alternatif tempat hang out (outdoor space) yang diminati masyarakat.

Lebih lanjut juga Aldo mengatakan, perusahaan senantiasa berupaya agar pembangunan unit rumah Synthesis Huis dapat berjalan sesuai agenda proyek sehingga dapat selesai tepat waktu untuk di serahterimakan di pertengahan tahun 2023.

“Selain memperkuat tim sales inhouse, saat ini kami juga berkolaborasi dengan beberapa agent properti besar untuk mendorong pemasaran Synthesis Huis. Kami telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Century 21, ERA Indonesia dan Promex Indonesia. Bahkan di tahun 2021, Synthesis Huis juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa agent properti ternama lainnya,” papar Aldo.

Strategi yang akan dilakukan diantaranya membuat program penetrasi pasar untuk komunikasi yang lebih efektif dan efisien, melakukan aktivitas marketing yang lebih massif, lebih mengedepankan pemasaran secara digital (medsos) untuk meningkatkan penjualan properti secara efektif. Synthesis Huis memiliki added value yang tinggi dari segi desain yang modern, tata ruang yang baik.

Usai menandatangani perjanjian kerja sama Aldo mengatakan, melalui kerja sama ini, kami optimis penjualan unit Synthesis Huis akan terjual habis dalam waktu dekat. Selain konsep, lokasinya pun masih berada di Jakarta Timur memiliki udara dan kondisi alam yang nyaman serta alami. Akses jalan sangat dekat dengan pusat bisnis TB Simatupang.

Sementara untuk social compound, Robby Yulianto - VP Operation Tengah People and Place mengatakan, ‘TENGAH’ merupakan new hangout place yang menawarkan new experience bagi semua kalangan, khususnya anak muda, sehingga mereka bisa mengekpresikan creativity, idea, music, art dan lifestyle bagi para pengunjung yang hadir.

“Untuk konsepnya, kami akan mengadopsi gaya urban outdoor menghadirkan banyak kegiatan yang bisa dinikmati oleh customer yang akan datang. Kami juga kembangkan koncep yang bisa dijadikan center of creativity, kami akan menggandeng banyak komunitas. Jadi kalau Anda menyambangi ‘TENGAH’ Cijantung, vibenya akan terasa lagi di tempat yang beda dari banyak tempat yang ada di Jakarta Timur pada khususnya,” urai Robby.

Menurutnya, brand yang sudah pasti hadir di TENGAH Cijantung adalah Filosofi Kopi, Melaty Parahyangan, Gotcha Freshtea, dan Bakmi Sedjuk. Dengan demikian kehadirannya diharapkan menjadi tempat urban hangout place yang bisa memberikan good experience di Cijantung Jakarta Timur.

“Kami yakin hadirnya TENGAH di kawasan Synthesis Huis, akan menjadikan collaboration project yang baik dan pusat perhatian banyak konsumen yang ada di Jakarta, khususnya Cijantung dan sekitarnya,” tegas Robby.

Synthesis Huis merupakan Iconic Residential project yang didesain oleh arsitek bernama Jeffry Budiman. Kawasan hunian tersebut merupakan persembahan Synthesis Development yang dikembangkan di atas lahan seluas 3.3 hektar dengan total unit sebanyak 215 hunian, dihadirkan dalam balutan bergaya Skandinavia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Pulih, Pengembang Properti Optimistis Penjualan Rumah Kembali Naik Tahun Ini

Ekonomi Pulih, Pengembang Properti Optimistis Penjualan Rumah Kembali Naik Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 29 Mei 2022 | 08:50 WIB

Simak 4 Tips Jitu Buat Milenial Punya Rumah Sebelum Usia 30

Simak 4 Tips Jitu Buat Milenial Punya Rumah Sebelum Usia 30

Bisnis | Jum'at, 27 Mei 2022 | 08:09 WIB

Perusahaan Properti Mulai Terima Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Jual Beli Apartemen

Perusahaan Properti Mulai Terima Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Jual Beli Apartemen

Bisnis | Rabu, 25 Mei 2022 | 14:23 WIB

Terkini

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:16 WIB

KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026

KB Bank Kantongi Laba Operasional Positif Rp9 Miliar pada Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:05 WIB

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:55 WIB

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:43 WIB

Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026

Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB

PHK Massal di IHT Bisa Terjadi Gegara Kebijakan Ini

PHK Massal di IHT Bisa Terjadi Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:33 WIB

Pemerintah Dorong Pengusaha Terlibat Industri Hiilirisasi Kelapa

Pemerintah Dorong Pengusaha Terlibat Industri Hiilirisasi Kelapa

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:33 WIB

Filosofi 'Nrimo ing Pandum', Rahasia di Balik Eksistensi Mi Ayam TPMC Bantul Selama 30 Tahun

Filosofi 'Nrimo ing Pandum', Rahasia di Balik Eksistensi Mi Ayam TPMC Bantul Selama 30 Tahun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:31 WIB

Industri Migas Indonesia Dinilai Belum Mandiri, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan

Industri Migas Indonesia Dinilai Belum Mandiri, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:23 WIB