Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Industri Migas Indonesia Dinilai Belum Mandiri, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 04 Mei 2026 | 07:23 WIB
Industri Migas Indonesia Dinilai Belum Mandiri, Ketergantungan Impor Jadi Sorotan
Ilustrasi Industri Migas. [Ist]
baca 10 detik
  • IAFMI dan KMI mengunjungi fasilitas produksi pipa PT Artas Energi Petrogas di Cilegon untuk mendorong penguatan manufaktur domestik.
  • Pengembangan industri pipa seamless nasional bertujuan menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui substitusi dan ekspor global.
  • Pemerintah perlu memperkuat kebijakan industri dan investasi teknologi guna mengatasi tantangan daya saing serta meningkatkan komponen dalam negeri.

Suara.com - Industri minyak dan gas nasional dinilai tengah menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan daya saing, di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor pipa dan peralatan strategis.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hambatan utama bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai industri migas global, terutama di tengah kebutuhan peningkatan kapasitas manufaktur domestik dan penguasaan teknologi.

Isu ini mengemuka dalam kunjungan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) bersama Komunitas Migas Indonesia (KMI) ke fasilitas produksi Indonesia Seamless Tube (IST) milik PT Artas Energi Petrogas di kawasan industri Krakatau Steel, Cilegon.

Kunjungan tersebut menyoroti pentingnya penguatan industri penunjang migas nasional, khususnya manufaktur pipa seamless, sebagai bagian dari strategi mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan menekan ketergantungan impor.

Chief Commercial Officer PT Artas Energi Petrogas, Hendrik Kawilarang Luntungan, menilai Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen industri strategis.

“Indonesia tidak bisa terus menjadi pasar bagi industri global. Kita harus menjadi produsen, pemilik teknologi, dan pengendali rantai pasok. Jika tidak sekarang, kita akan terus tertinggal," katanya kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Ilustrasi pabrik mempertahankan TKDN. [Antara]
Ilustrasi pabrik mempertahankan TKDN. [Antara]

Menurut dia, penguatan industri nasional tidak hanya berdampak pada substitusi impor, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui ekspor dan penguatan struktur industri domestik.

PT Artas Energi Petrogas melalui IST disebut telah menjadi produsen seamless tube dalam negeri dengan kontribusi devisa hingga Rp15 triliun dari substitusi impor serta ekspor ke pasar Asia dan Timur Tengah.

Produk tersebut juga telah digunakan dalam proyek-proyek Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan standar API 5CT dan API 5L, yang dinilai menunjukkan kapasitas industri nasional dalam memenuhi kebutuhan sektor migas berstandar global.

baca juga

IAFMI dan KMI menilai transformasi industri ini dapat memberi dampak ekonomi melalui penurunan impor peralatan migas, efisiensi biaya, optimalisasi cost recovery, peningkatan TKDN berbasis kualitas, hingga membuka peluang lahirnya pemain industri nasional berdaya saing tinggi.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, mulai dari ketergantungan pada impor komponen kritikal, keterbatasan riset dan pengembangan teknologi, regulasi industri yang dinilai belum kompetitif, hingga kualitas sumber daya manusia.

Chairman Komunitas Migas Indonesia, S Herry Putranto, mengatakan penguatan industri migas nasional membutuhkan dukungan kebijakan yang berpihak pada industri domestik.

“Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk membangun industri sendiri, dengan regulasi yang berpihak kepada kepentingan industri nasional serta investasi teknologi yang serius ditambah kesiapan SDM yang siap bersaing di kancah global," tutur Herry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:25 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:09 WIB

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×