Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Bergerak Melemah Meski Arab Saudi Naikkan Harga Jual

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 07 Juni 2022 | 07:11 WIB
Harga Minyak Dunia Bergerak Melemah Meski Arab Saudi Naikkan Harga Jual
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan pada Senin, pelemahan ini disebabkan langkah Arab Saudi yang bakal menaikkan harga jual minyak mentah mereka pada Juli.

Mengutip CNBC, Selasa (7/6/2022) mnyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 21 sen, atau 0,2 persen menjadi USD119,51 per barel setelah menyentuh level intraday tertinggi USD121,95.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berkurang 37 sen, atau 0,3 persen menjadi menetap di posisi USD118,50 per barel setelah mencapai level tertinggi tiga bulan di USD120,99. WTI anjlok USD1 di awal sesi.

Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) Juli bagi minyak mentah Arab Light andalannya untuk pasar Asia sebesar USD2,10 dari Juni menjadi premi USD6,50 di atas harga Oman/Dubai, tidak jauh dari puncak sepanjang masa yang tercatat pada Mei ketika harga mencapai level tertinggi karena kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia.

Kenaikan harga itu mengikuti keputusan minggu lalu oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutu, bersama-sama disebut OPEC Plus, untuk meningkatkan output Juli dan Agustus sebesar 648.000 barel per hari, atau 50 persen lebih dari yang direncanakan sebelumnya, meski kendala dalam kapasitas penyulingan global menjaga harga tetap tinggi.

Peningkatan target itu tersebar di semua anggota OPEC Plus, banyak di antaranya memiliki sedikit ruang untuk meningkatkan produksi, termasuk Rusia, yang menghadapi sanksi Barat setelah invasi ke Ukraina pada Februari.

"Dengan hanya segelintir peserta OPEC Plus dengan kapasitas cadangan, kami memperkirakan peningkatan produksi OPEC Plus menjadi sekitar 160.000 barel per hari pada Juli dan 170.000 barel per hari di Agustus," kata analis JP Morgan.

Senin, Citibank dan Barclays menaikkan proyeksi harga mereka untuk 2022 dan 2023 karena pasokan Rusia yang lebih ketat dan tertundanya kehadiran minyak Iran di pasar global.

Analis Citi mengatakan aliran yang dikonfigurasi ulang ke Asia dapat berarti produksi dan ekspor Rusia pada akhirnya tidak akan turun begitu banyak, tetapi lebih dalam kisaran 1 juta hingga 1,5 juta barel per hari.

"Dari 1,9 juta barel per hari ekspor minyak mentah melalui laut Eropa, sekitar 900.000 barel per hari dapat dialihkan ke pasar lain seperti China/India atau dapat bertahan di beberapa pasar Eropa dengan akses terbatas ke minyak non-Rusia." Katanya analis Citi.

Sementara itu Barclays memperkirakan produksi minyak Rusia turun 1,5 juta barel per hari pada akhir 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Melesat Gara-gara Kebijakan OPEC

Harga Minyak Dunia Melesat Gara-gara Kebijakan OPEC

Bisnis | Senin, 06 Juni 2022 | 07:18 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Seiring Menyusutnya Persediaan Minyak Mentah AS

Harga Minyak Dunia Naik Seiring Menyusutnya Persediaan Minyak Mentah AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juni 2022 | 08:15 WIB

Uni Eropa Resmi Larang Ekspor Minyak Rusia, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Uni Eropa Resmi Larang Ekspor Minyak Rusia, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2022 | 07:15 WIB

Terkini

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB