PTPN Group Bangun Pabrik BioCNG Berbahan Baku Limbah Cair Kelapa Sawit

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 30 Juni 2022 | 10:42 WIB
PTPN Group Bangun Pabrik BioCNG Berbahan Baku Limbah Cair Kelapa Sawit
Proses penandatanganan Perjanjian Kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) Pabrik BioCNG di PKS Mayang.

Suara.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) fokus mengembangkan dan meningkatkan bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah membangun Pabrik BioCNG di areal Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mayang, yang dikelola oleh PTPN IV.

Dalam pembangunan pabrik BioCNG pertama di lingkungan PTPN Group ini, PTPN IV bekerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia (PT KIS). Proses penandatanganan Perjanjian Kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) Pabrik BioCNG di PKS Mayang.

Sucipto Prayitno selaku Direktur PTPN IV dan K. R. Raghunath selaku Direktur Utama PT KIS Biofuels Indonesia menandatangani perjanjian tersebut di Kantor Pusat Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M. Abdul Ghani, turut menyaksikan proses penandatanganan perjanjian tersebut.

Pabrik BioCNG milik PTPN IV ini akan memiliki kapasitas produksi BioCNG hingga 210 MMBtu per hari atau setara 73.500 MMBtu per tahun. Besar harapan, agar pabrik ini mulai beroperasi pada Semester II 2023. Pengoperasian pabrik ini akan berdampak pada kelestarian lingkungan dan penambahan portofolio bisnis berkelanjutan milik perseroan.

“Ketika Pabrik BioCNG di PKS Mayang ini mulai beroperasi, akan terjadi penurunan emisi karbon sebesar 25.000 ton CO2 per tahun,” kata M. Abdul Ghani.

Selain itu, proyek pembangunan dan pengoperasian pabrik BioCNG ini akan menambah keterampilan, wawasan, keahlian, serta penguasaan teknologi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), mulai dari level Komisaris, Direksi, dan Karyawan PTPN Group.

Sejalan dengan usulan Program Strategis Nasional (PSN) yang diusulkan melalui Kementerian BUMN dan Kemenko. Perekonomian, PTPN III (Persero) selaku Holding BUMN Perkebunan mencanangkan program Akselerasi Pengembangan Energi Baru Terbarukan berupa pengembangan pabrik BioCNG berbasis limbah cair kelapa sawit (POME).

Hal ini disamping mendukung pencapaian target bauran EBT Nasional juga mendukung program penyelenggaraan nilai ekonomi karbon untuk pencapaian target kontribusi yang ditetapkan secara nasional dan pengendalian emisi gas rumah kaca dalam pembangunan nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021.

Dalam usulan Program Strategis Nasional tersebut, Holding Perkebunan Nusantara akan membangun 6 unit Pabrik BioCNG, termasuk Pabrik BioCNG di PKS Mayang milik PTPN IV ini. Sesuai estimasi, total potensi kapasitas keenam pabrik BioCNG milik PTPN Group dapat mencapai 1,3 juta MMBtu per tahun. Manajemen PTPN Group menargetkan pembangunan dan pengoperasian keenam Pabrik BioCNG ini dapat terlaksana pada tahun 2026.

Masyarakat mengenal Compressed Natural Gas atau CNG sebagai Bahan Bakar Gas (BBG). Bahan bakar ini termasuk bahan bakar fosil yang bersumber dari pengolahan gas alam dari perut bumi. Seiring perkembangan teknologi, muncul inovasi konversi limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) menjadi Compressed Bio Methane Gas atau Bio Compressed Natural Gas (BioCNG). Keunggulan BioCNG adalah ramah lingkungan serta rendah emisi karbon.

“Salah satu pilar transformasi perusahaan adalah akselerasi teknologi hijau di lingkup perusahaan. Kami berharap, pembangunan 6 pabrik BioCNG ini, akan mendorong percepatan dan menambah bauran EBT di lingkup PTPN Group dan Nasional,” kata Direktur Utama PTPN Group, M. Abdul Ghani.

Ghani menambahkan, dalam proyek pembangunan 6 pabrik BioCNG ini, PTPN Group akan bekerja sama dengan mitra strategis, yang telah memiliki portofolio bisnis di bidang biofuels. Terutama perusahaan yang memiliki kompetensi dan pengalaman mengolah limbah sawit menjadi sumber EBT.

Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2014 menargetkan bauran EBT nasional mencapai 23% pada tahun 2025. Sementara realisasinya pada akhir 2021, baru 11,5%.

Terkait hal ini, Holding Perkebunan Nusantara berupaya aktif meningkatkan bauran EBT, serta mendukung penuh target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PTPN XI Bukukan Revenue Sebesar Rp 3,2 Miliar

PTPN XI Bukukan Revenue Sebesar Rp 3,2 Miliar

| Rabu, 29 Juni 2022 | 09:21 WIB

Ratusan Karyawan PTPN III Apel Siaga Hempang Mafia Tanah

Ratusan Karyawan PTPN III Apel Siaga Hempang Mafia Tanah

| Selasa, 28 Juni 2022 | 16:26 WIB

Kompak dengan CPO, Harga Sawit Riau Ambrol Minggu Ini Jadi Rp1.865 per Kg

Kompak dengan CPO, Harga Sawit Riau Ambrol Minggu Ini Jadi Rp1.865 per Kg

Riau | Selasa, 28 Juni 2022 | 15:19 WIB

Terkini

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:11 WIB

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:05 WIB

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:39 WIB

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:23 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:25 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:52 WIB

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:41 WIB