Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pengamat: Tidak Produktif Komentari Diplomasi Indonesia di Tengah Upaya Jokowi Atasi Krisis Pangan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 05 Juli 2022 | 14:11 WIB
Pengamat: Tidak Produktif Komentari Diplomasi Indonesia di Tengah Upaya Jokowi Atasi Krisis Pangan
Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/5/2022). (BPMI Setpres)

Suara.com - Beredarnya kabar soal kebohongan yang dilakukan Presiden Jokowi mengenai pesan tak tertulis dari Presiden Volodymyr Zelenky, akhirnya ditepis oleh pemerintah Rusia.

Dikutip dari kantor berita TASS, Selasa, 5 Juli 2022, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pesan Jokowi dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky kepada Vladimir Putin itu disampaikan secara lisan.

“Itu bukan pesan tertulis. Hanya itu yang bisa saya sampaikan kepada anda,” ucap Peskov

Pengamat Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan, sangat tidak produktif jika publik meributkan upaya diplomasi Indonesia di tengah upaya Jokowi mendamaikan kedua negara itu sebagai solusi mengatasi krisis pangan.

Apalagi menuding Presiden Jokowi berbohong soal pesan Zelensky, itu sangat tidak produktif. Sebab, Faktanya, dua pimpinan negara itu telah menerima Jokowi dengan hangat.

“Tidak produktif dan tidak pada tempatnya mengomentari upaya diplomasi Indonesia yang dilakukan Presiden Joko Widodo dengan mengukur pilihan kata pak Jokowi saat berbagi informasi ke pers & berpolemik soal bohong atau tidak bohong. Faktanya jelas Presiden Joko Widodo diterima dengan sangat baik oleh Presiden Zelensky dan juga Presiden Putin,” kata Dinna Prapto saat dihubungi, Selasa (5/7).

Menurut Dosen di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta ini, publik tidak harus menilai keberhasilan upaya diplomasi Presiden Jokowi untuk mendamaikan Rusia-Ukraina hanya dengan sekali kunjungan, karena masalah antara dua negara Eropa Timur ini sangat luas dan memiliki kepentingan politik yang besar dengan negara-negara lain di barat.

“Sangat tidak pada tempatnya mengukur keberhasilan upaya diplomasi Indonesia dalam masalah sepelik Ukraina-Rusia hanya dengan satu kali kunjungan,” ujarnya.

Dijelaskan Dinna Prapto, Rusia sendiri memiliki ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu NATO, dan Ukraina sendiri ngotot ini bergabung menjadi keanggotaan NATO, dan keinginan Ukraina ini ditantang habis oleh Rusia hingga misi perdamaian yang dibawah oleh Presiden Jokowi tidak bisa berhasil dengan sekali kunjungan.

“Kita sama-sama tau ada masalah di internal Ukraina, ada masalah Ukraina-Rusia, ada masalah Ukraina-NATO, masalah internal NATO dan EU, masalah perluasan EU, dan masalah Rusia-Amerika Serikat yg semuanya saling membelit sehingga solusinya makin rumit dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dinna Prapto menyarankan agar publik Indonesia memberikan dukungan kepada Presiden Jokowi yang berkomitmen bahwa Indonesia selalu siap untuk berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia siap menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina. Sebab, konstitusi Indonesia mendukung hal tersebut.

“Sepatutnya kita fokus ke bagaimana caranya mendukung pimpinan kita menavigasi situasi yang rumit dan genting ini,” pungkasnya.

Berita ini sebelumnya dimuat Wartaekonomi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Ribut Soal Pesan Zelenskyy, Pengamat: Tidak Produktif Komentari Diplomasi Indonesia Di Tengah Upaya Jokowi Atasi Krisis Pangan"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ID FOOD Berkomitmen Atasi Ancaman Krisis Pangan

ID FOOD Berkomitmen Atasi Ancaman Krisis Pangan

| Minggu, 03 Juli 2022 | 08:15 WIB

Media Asing Soroti Pernyataan Jokowi Soal Putin Siap Buka Jalur Ekspor Via Laut

Media Asing Soroti Pernyataan Jokowi Soal Putin Siap Buka Jalur Ekspor Via Laut

News | Sabtu, 02 Juli 2022 | 14:41 WIB

Pemerintah Bakal Redistribusi Pupuk Demi Antisipasi Krisis Pangan

Pemerintah Bakal Redistribusi Pupuk Demi Antisipasi Krisis Pangan

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2022 | 17:08 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB