facebook

Bangun Pabrik Smartphone di Vietnam, Xiaomi Minat Investasi di Indonesia?

M Nurhadi
Bangun Pabrik Smartphone di Vietnam, Xiaomi Minat Investasi di Indonesia?
Logo Xiaomi. [Shutterstock]

Fasilitas baru itu akan berada di kawasan utara Vietnam dengan luas wilayah 200 ribu meter persegi.

Suara.com - Perusahaan perangkat elektronik dunia, Xiaomi menyiapkan investasi senilai 80 juta dolar AS (Rp1,1 triliun) di Vietnam untuk membangun pabrik smatrphone yang menyasar pasar utama di Asia Tenggara.

GSM Arena melaporkan, fasilitas baru itu akan berada di kawasan utara Vietnam dengan luas wilayah 200 ribu meter persegi.

Xiaomi memperceyakan DBG Technology yang berasal dari Hong Kong mengelola fasilitas produksi ponsel pintar di VIetnam tersebut.

Xiaomi memang cukup menguasai pasar VIetnam, dan menjadi perusahaan kedua terbesar untuk penjualan smartphone dengan persentase 22 persen, dengan posisi pertama diisi oleh Samsung yang memegang 34 persen pangsa pasar. Selain Vietnam, Xiaomi juga memiliki fasilitas pabrikan lainnya di China dan India.

Baca Juga: Xiaomi TV P1E 65 Inci Masuk Indonesia, TV Digital Seharga Rp 9,5 Juta

Pembangunan pabrik Xiaomi di Vietnam ini jadi sorotan di tengah gencarnya pemerintah yang menawarkan investor untuk investasi di Indonesia.

Sebelumnya, Samsung Electronic dikabarkan memindahkan produksi smartphone yang ada di Vietnam ke indonesia pada akhir tahun 2021 lalu.

Hal ini sebagaimana diwartakan media lokal Korea Selatan, The Elec,  yang menyebut, Samsung mengincar Indonesia sebagai pusat pabrik baru pengganti VIetnam.

Samsung sendiri memiliki dua pabrik di VIetnam, yang mampu memproduksi 182 juta unit smartphone per tahun, atau 61 persen dari total produksi Samsung.

Kala itu, Samsung dilaporkan ingin mengurangi kapasitas produksi di pabrik Vietnam sebear 50 persen dari total produksi mereka.

Baca Juga: Xiaomi TV A2 Resmi Dirilis ke Indonesia, Ini Harganya

Sementara, di Indonesia, Samsung sudah memiliki pabrik smartphone dan tablet di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi yang memiliki nilai investasi hingga 24 juta dolar AS.

Komentar