Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Kapan Pariwisata Bali akan Kembali Berjaya seperti Sebelum Pandemi?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 11 Juli 2022 | 14:22 WIB
Kapan Pariwisata Bali akan Kembali Berjaya seperti Sebelum Pandemi?
BBC

Suara.com - Dari rumahnya yang menjulang di atas tebing dan menghadap ke kawasan resor Jimbaran di Bali, Kriss, seorang ekspatriat asal Jerman, dapat melihat panorama bandara internasional yang sempurna dan tak terhalang.

Terdiri dari landasan pacu tunggal yang membentang ke laut, Kriss mengingat bahwa sebelum pandemi, Bali dapat menangani sekitar 700 penerbangan sehari, mengantar lebih dari 6,3 juta wisatawan internasional per tahun ke pulau Bali.

"Lalu, suatu hari ... sama sekali kosong," ungkapnya, seraya menggerakkan tangannya.

Baca juga:

Dia semula memperkirakan itu hanya akan berlangsung beberapa pekan, tetapi faktanya berlangsung selama dua tahun.

Pada tahun 2020, pulau Bali hanya menerima satu juta wisatawan asing, di mana hampir semuanya terjadi sebelum Bali dan seluruh dunia melakukan lockdown pada Maret tahun itu.

Lantas pada 2021, pulau itu dilaporkan hanya dikunjungi 45 orang turis asing. Ya, hanya 45 orang.

Kembali ke bulan Februari lalu, Kriss menyaksikan dengan cemas ketika penumpang internasional pertama yang berjibaku selama 24 bulan menghadapi pandemi, tiba dari Singapura.

Pria ini, yang menjalankan bisnis pemasaran digital dan desain web yang melayani industri pariwisata lokal, merekam kedatangan turis asing tersebut di ponselnya.

Seperti banyak orang di Bali, dia optimis, terutama setelah Bali menghapus aturan karantina untuk kedatangan luar negeri pada Maret.

Tetapi ketika layar komputer di rumahnya menyebut adanya pengunjung terbaru, dia mengatakan tidak ada alasan untuk merayakannya.

Pada Mei, Bali kedatangan 237.710 turis internasional, naik dari 114.684 orang pada bulan sebelumnya, tetapi setengah dari jumlah pada bulan yang sama pada 2019.

Dan menteri pariwisata Indonesia telah menetapkan target paling realistis bagi Bali untuk menyambut 1,5 juta wisatawan asing pada tahun 2022 secara keseluruhan.

Baca juga:

"Saya pikir itu membutuhkan 10 tahun sebelum Bali kembali ke angka sebelum pandemi corona," kata Kriss.

Dia meyakini para pelancong asing enggan mengunjungi tujuan yang lebih terpencil, seperti Bali, karena badai perang di Ukraina, inflasi yang tinggi di seluruh penjuru dunia, dan kekhawatiran berkepanjangan tentang Covid-19.

Dengan pariwisata yang menyumbang lebih dari 60% pemasukan ekonomi pulau Bali, dampak Covid tampak nyata di pusat-pusat wisata di Kuta, Seminyak dan Nusa Dua yang dulu ramai.

Puluhan bisnis pariwisata, mulai dari pertokoan, bar, restoran, klub malam, dan vila, melompong atau terbengkalai.

Dan jalanan yang dulunya meriah dengan kehadiran turis Australia, Asia, dan Eropa, kini masih sepi.

Made Suryani membuka kembali toko suvenir kecilnya di dekat resor Club Med Beach di dekat Nusa Dua pada April, meskipun sebagian besar aktivitas ritel lain di sampingnya tetap tutup.

"Sebelum Covid, di bulan yang baik, saya bisa mendapatkan lebih dari dua juta rupiah sebulan," ungkapnya.

Itu sedikit di bawah upah minimum bagi pekerja di Bali.

"Sekarang kadang-kadang saya mendapat Rp50.000 dalam sepekan. Saya meminjam uang dari keluarga untuk bertahan hidup, dan saya tidak tahu bagaimana saya akan membayarnya kembali," katanya.

Di pusat perbelanjaan dan restoran Nusa Dua Bali Collection, area yang sebelumnya menampung beberapa restoran top pulau itu, kini dipagari dan sepi.

Dari unit yang tersisa, sekitar 80% tetap kosong.

"Sebagian besar bisnis ini raib untuk selamanya," ujar Kiran Vijay, yang menjalankan toko kerajinan dan perhiasan di area itu.

Dia mengatakan pihak manajemen sangat membantu, sehingga memungkinkan para penyewa tetap dibebaskan dari biaya sewa selama hampir dua tahun terakhir.

Namun Vijay menambahkan jumlah turis turun dari sebanyak 5.000 orang sehari sebelum pandemi, menjadi hanya beberapa ratus orang saja belakangan ini.

"Mereka harus menurunkan harga sewa secara drastis untuk menarik penyewa baru," tambahnya.

Baca juga:

Namun ada beberapa titik terang.

Komunitas ekspatriat di Bali yang beranggotakan 110.000 orang, yang mencakup banyak nomaden digital, para yogi, dan peselancar, telah membuat area seperti Canggu, Ubud, dan Uluwatu, terus berkembang, dengan harga sewa vila sekarang hampir kembali ke tingkat sebelum Covid.

Dan pemesanan di resor bintang lima di Bali juga kian meningkat, dengan hotel-hotel kelas atas mengalami lonjakan permintaan yang besar.

Namun, sebagian besar pengunjung ini adalah wisatawan domestik dari bagian lain Indonesia, terutama ibu kota Jakarta dan Surabaya, kota terbesar kedua.

Sebelum Covid-19, banyak dari mereka menganggap Bali terlalu mahal.

Tetapi dengan hengkangnya turis asing untuk sementara waktu, mereka saat ini bisa mendapatkan potongan harga, dan fasilitas khusus seperti naik helikopter gratis yang tersedia secara eksklusif di situs pemesanan perjalanan di Indonesia.

Namun, banyak staf hotel masih bekerja dengan pengurangan gaji, dan sebagian turun hingga 10% dari tarif pra-pandemi.

Tetapi bagi pihak perhotelan dan resor, adanya pemasukan itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali.

Sementara itu, banyak karyawan hotel dan pekerja perhotelan lainnya yang diberhentikan pada awal kebijakan pembatasan.

Mereka kembali ke desa asalnya untuk bekerja di lahan pertanian milik keluarga.

Ketika sebagian pengamat menganggap bahwa Bali akan jatuh ke jurang kekacauan selama pandemi, ternyata kehidupan terus berjalan, karena dibantu ikatan keluarga yang kuat di pulau itu dan pengaruh budaya Hindu.

Dunia bisnis, di sisi lain, dapat menghentikan sementara operasi tanpa takut disita pihak perbankan, karena sebagian besar properti di wilayah itu dibeli langsung secara tunai.

Julia Lo Bue-Said adalah pimpinan Advantage Travel Partnership, sebuah organisasi yang mewakili agen perjalanan independen Inggris.

Dia mengatakan, perjalanan jarak jauh dari Inggris ke tujuan seperti Bali "lebih lambat untuk pulih", jika dibandingkan dengan destinasi liburan di kawasan Eropa, yang disebutnya "geliatnya ada dan terus tumbuh".

"Secara jangka panjang akan ada pertumbuhan signifikan dalam 12-18 bulan ke depan, karena terlepas dari krisis biaya hidup, orang-orang masih bersemangat untuk menjelajah, bepergian, dan memiliki sesuatu untuk dinanti, menyimpan kenangan lama seumur hidup," paparnya.

Kriss yakin bahwa - jika diberikan kesempatan - Bali akan kembali lagi ke masa kejayaannya.

Dia mengatakan terlalu banyak yang ditawarkan dalam hal keindahan alam, dan sifat ramah, terbuka, dan toleran dari masyarakat Bali.

"Bali akan kembali kuat seperti dulu," katanya. "Saya tidak ragu tentang itu.

"Barangkali butuh waktu bertahun-tahun, tetapi orang Bali sangat telaten, dan optimisme adalah bagian dari struktur masyarakat mereka - mereka percaya pada karma."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!

Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!

News | Selasa, 07 April 2026 | 10:13 WIB

Ahmad Dhani Jadi Juri di The Icon Indonesia: Cari Ikonik, Nggak Cuma Suara Bagus

Ahmad Dhani Jadi Juri di The Icon Indonesia: Cari Ikonik, Nggak Cuma Suara Bagus

Video | Selasa, 07 April 2026 | 10:03 WIB

5 TWS Murah dengan Bass Nendang dan Mantap, Harga Mulai Rp100 Ribuan

5 TWS Murah dengan Bass Nendang dan Mantap, Harga Mulai Rp100 Ribuan

Tekno | Selasa, 07 April 2026 | 10:03 WIB

Minus Pemain Eropa, 4 Wonderkid Ini Bisa Jadi Tulang Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Minus Pemain Eropa, 4 Wonderkid Ini Bisa Jadi Tulang Punggung Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!

Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!

News | Selasa, 07 April 2026 | 09:56 WIB

Jangan Diabaikan, Ini 5 Tanda Wajah Tidak Cocok dengan Moisturizer

Jangan Diabaikan, Ini 5 Tanda Wajah Tidak Cocok dengan Moisturizer

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 09:55 WIB

Bittersweet oleh Baby DONT Cry: Momen Manis Pahit Hidup yang Tak Terlupakan

Bittersweet oleh Baby DONT Cry: Momen Manis Pahit Hidup yang Tak Terlupakan

Your Say | Selasa, 07 April 2026 | 10:15 WIB

Timnas Indonesia Menang Mudah atas Malaysia di Piala AFF Futsal 2026? Ini Prediksinya

Timnas Indonesia Menang Mudah atas Malaysia di Piala AFF Futsal 2026? Ini Prediksinya

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 09:51 WIB

Gus Lilur Minta KPK Hati-hati, Kasus Cukai Jangan Sampai Mematikan Industri Rokok Rakyat

Gus Lilur Minta KPK Hati-hati, Kasus Cukai Jangan Sampai Mematikan Industri Rokok Rakyat

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:15 WIB

Terkini

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:27 WIB

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:15 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:11 WIB

DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:35 WIB

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:12 WIB

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:06 WIB

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB