Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bank BTPN Cetak Laba Bersih Rp1,68 Triliun, Naik Tipis dari Tahun Lalu

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 02 Agustus 2022 | 19:46 WIB
Bank BTPN Cetak Laba Bersih Rp1,68 Triliun, Naik Tipis dari Tahun Lalu
Bank BTPN

Suara.com - PT Bank BTPN Tbk meraih laba bersih setelah pajak (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,68 triliun pada paruh pertama 2022, meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,64 triliun.

"Bank BTPN berhasil menunjukkan kinerja baik sepanjang semester satu tahun ini. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi kami yang senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional," kata Plt Direktur Utama Bank BTPN Kaoru Furuya saat jumpa pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Bank BTPN melaporkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit di industri perbankan. Seperti yang dilaporkan Bank Indonesia, rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai 9,03 persen (yoy) per Mei 2022.

Permintaan kredit bertumbuh sesuai dengan momentum pertumbuhan yang optimistis. Hal itu terlihat dari segmen korporasi yang meningkat sebesar 22 persen (yoy) dan adanya peningkatan pada kredit syariah sebesar 11 persen (yoy), sehingga total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Juni 2022 mengalami peningkatan sebesar 10 persen (yoy) ke posisi Rp149,26 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp135,57 triliun.

Bank BTPN juga mencatatkan peningkatan aset sebesar 11 persen(yoy), dari Rp175,93 triliun pada semester I 2021 menjadi Rp195,47 triliun pada semester II 2022.

Perseroan pun mampu menjaga kualitas kredit tetap baik, seperti tercermin dari rasio gross Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 1,35 persen, menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 1,46 persen dan masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04 persen pada akhir Mei 2022.

Bank BTPN mengoptimalkan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui penyesuaian dengan kebutuhan pendanaan kredit dan kebutuhan likuiditas Bank, sehingga DPK Bank BTPN tercatat meningkat sebesar 7 persen (yoy) dari Rp96,64 triliun pada akhir Juni 2021 menjadi Rp103,17 triliun pada akhir Juni 2022.

Hal itu disebabkan oleh meningkatnya saldo dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38 persen (yoy) dari Rp28,28 triliun menjadi Rp38,93 triliun, sehingga rasio CASA meningkat dari 29,3 persen menjadi 37,7 persen, sementara time deposit mengalami penurunan sebesar 6 persen (yoy) menjadi Rp64,24 triliun.

Upaya menghimpun DPK dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah di mana biaya dana atau cost of fund (Rupiah) turun dari 3,6 persen menjadi 2,9 persen.

Bank BTPN juga terus memantau kualitas kredit nasabah, mengelola restrukturisasi kredit, dan menjaga kecukupan pencadangan biaya kredit, tercatat penambahan biaya kredit sebesar 6 persen menjadi Rp740 miliar.

Di tengah kondisi pandemi yang makin membaik, Bank BTPN juga berhasil meningkatkan pendapatan bunga bersih sebesar 2 persen (yoy) menjadi Rp5,72 triliun pada paruh pertama tahun ini, dari periode yang sama tahun lalu Rp5,59 triliun.

Peningkatan tersebut dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit dan penurunan beban bunga sebesar 9 persen (yoy) menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,88 triliun dengan meningkatnya saldo CASA serta menurunnya suku bunga time deposit.

Namun di sisi imbal hasil atau yield terjadi penurunan sehingga berdampak pada lebih rendahnya marjin bunga bersih atau NIM dari 6,76 persen pada kuartal II 2021 menjadi 6,34 persen pada kuartal II 2022.

Bank BTPN juga menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 181,3 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 121,3 persen pada posisi 30 Juni 2022. Perseroan mencatat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 25,2 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik 33%, PT PP Presisi Raup Laba Bersih Rp89,9 Miliar

Naik 33%, PT PP Presisi Raup Laba Bersih Rp89,9 Miliar

News | Senin, 01 Agustus 2022 | 20:08 WIB

Jual BBM Lebih Mahal, Keuntungan Pertamina Lima Kali Lebih Kecil dari Petronas Malaysia

Jual BBM Lebih Mahal, Keuntungan Pertamina Lima Kali Lebih Kecil dari Petronas Malaysia

Bisnis | Senin, 01 Agustus 2022 | 15:58 WIB

Ilmuwan Hidupkan Kembali Laba-laba Mati Sebagai Robot

Ilmuwan Hidupkan Kembali Laba-laba Mati Sebagai Robot

Tekno | Senin, 01 Agustus 2022 | 06:47 WIB

Sukses Raih Laba Terbaik Sepanjang Sejarah, BNI Diapresiasi Menteri BUMN

Sukses Raih Laba Terbaik Sepanjang Sejarah, BNI Diapresiasi Menteri BUMN

| Minggu, 31 Juli 2022 | 18:24 WIB

Cetak Laba Terbaik Sepanjang Sejarah, Menteri BUMN Puji Kinerja BNI

Cetak Laba Terbaik Sepanjang Sejarah, Menteri BUMN Puji Kinerja BNI

Bisnis | Minggu, 31 Juli 2022 | 13:38 WIB

Penyaluran Kredit Mencapai Rp620,42 Triliun, BNI Bidik Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

Penyaluran Kredit Mencapai Rp620,42 Triliun, BNI Bidik Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

| Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:12 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB