Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Ketegangan China-AS Meningkat, Harga Emas Langsung Melesat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 03 Agustus 2022 | 08:01 WIB
Ketegangan China-AS Meningkat, Harga Emas Langsung Melesat
Ilustrasi perang dagang AS dan China. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia mencapai level tertinggi dalam sekitar satu bulan pada perdagangan Selasa, karena ketegangan China-AS dan ketakutan akan kemungkinan resesi di Amerika Serikat.

Mengutip CNBC, Rabu (3/8/2022) harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi USD1.771,59 per ounce pada pukul 24.59 WIB, sementara emas berjangka Amerika ditutup 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD1.789,70.

David Meger, Direktur High Ridge Futures mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga yang tak terlalu agresif dan perlambatan yang jelas dalam ekonomi AS secara signifikan mendukung emas.

Selain itu, kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

"Ini merupakan faktor pendukung tambahan bagi emas," papar Meger.

Ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi, tiba di Taiwan yang diklaim China, dengan pesawat militer AS, Selasa, kunjungan pertama dalam 25 tahun dan salah satu yang berisiko mendorong hubungan antara Washington dan Beijing ke titik terendah baru.

Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian ekonomi serta geopolitik, dan biasanya bekerja dengan baik ketika suku bunga rendah atau mendekati nol.

Kendati data ekonomi baru-baru ini meningkatkan spekulasi bahwa suku bunga AS dapat mencapai puncaknya awal tahun depan, Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan tugas bank sentral untuk menurunkan inflasi hampir selesai.

Daly menambahkan bahwa pejabat Fed "masih tegas dan sepenuhnya bersatu" dalam tugas mencapai stabilitas harga.

baca juga

Bulan lalu, Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar tiga perempat poin persentase untuk pertemuan kedua berturut-turut.

"Ujian besar berikutnya (untuk harga emas) ke sisi atas jatuh di sekitar USD1.800, meski bisa melihat beberapa resistance di sekitar USD1.780," ucap Craig Erlam, analis OANDA.

Sementara itu harga perak di pasar spot merosot 1,3 persen menjadi USD20,07 per ounce. Platinum turun 0,1 persen menjadi USD905,97, sementara paladium anjlok 5,8 persen menjadi USD2.064,68. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Hari Ini Kembali Meroket, Antam Dijual Rp984.000

Harga Emas Hari Ini Kembali Meroket, Antam Dijual Rp984.000

Batam | Selasa, 02 Agustus 2022 | 10:27 WIB

Naik Rp 4.000, Simak Deretan Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 4.000, Simak Deretan Harga Emas Antam Hari Ini

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2022 | 08:45 WIB

Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertingginya Dalam 1 Bulan Terakhir

Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertingginya Dalam 1 Bulan Terakhir

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2022 | 08:18 WIB

Terkini

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

×