Literasi Digital RI Rendah, Wajar Banyak Bully hingga Penipuan Marak di Medsos

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:47 WIB
Literasi Digital RI Rendah, Wajar Banyak Bully hingga Penipuan Marak di Medsos
Literasi Digital RI Rendah, Wajar Banyak Bully hingga Penipuan Marak di Medsos. [freepik.com/creativeart]

Suara.com - Maraknya perundungan kian meningkat seiring berkembangnya media sosial. Remaja adalah salah satu individu yang rentan akan perundungan siber dikarenakan cenderung lebih aktif di media sosial.

Pentingnya edukasi akan pencegahan perundungan siber perlu ditanamkan sejak dini dan hal ini dapat dimulai dari keluarga.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma, Edy Prihantoro menekankan pentingnya bijak dalam bermedia sosial.

"Di mana sebagai warga negara digital, kita harus menyadari bahwa kita merupakan bagian dari negara majemuk, multikulturalis sekaligus demokratis," kata Edy dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika ditulis, Minggu (14/8/2022).

Kemudian, ia melanjutkan paparan terkait perundungan siber serta cara mencegahnya, salah satunya yakni dengan menggembok akun sosial media agar yang dapat melihat profil, mengirim pesan, dan mengomentari
unggahan kita hanya orang-orang tertentu saja.

“Seringkali perilaku bullying dianggap sebagai candaan atau tidak serius. Sering ada ungkapan seperti ‘Cuma bercanda kok’ atau ‘Jangan dianggap serius dong’. Kalau itu terus berlanjut, bahkan setelah kamu meminta orang itu untuk berhenti dan kamu masih saja merasa kesal tentang hal itu, maka ini bisa jadi adalah bullying,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Rahmawati Latief menambahkan bahwa kesadaran merupakan aspek etika yang sangat penting dalam menggunakan media digital agar tidak kebablasan dalam berselancar di dunia internet.

Menurutnya, setiap pengguna media sosial harus tahu skala prioritas karena gawai merupakan barang pencuri waktu. Tidak hanya itu ia turut menjelaskan perundungan siber, dimulai dari bentuk-bentuknya, dampak psikologis yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahannya.

“Ada tiga langkah untuk mencegah perundungan siber," katanya.

Baca Juga: Profil Denny Siregar, Pegiat Medsos yang Tolak Tawaran Jabatan Komisaris

Pertama, jika mengetahui seseorang menjadi target perundungan siber, segeralah memberitahukan kepada keluarga, teman, guru, dan atasan.

Kedua, berbicara dengan orang yang mampu menghentikan perundungan siber. Ketiga, jangan turut berpartisipasi dalam kegiatan yang merendahkan dan menyakiti orang lain.

Asal tahu saja menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI