Sekjen SPKS Singgung Struktur Pasar yang Oligopoli di Dalam Industri Sawit

Iwan Supriyatna

Senin, 15 Agustus 2022 | 08:59 WIB
Sekjen SPKS Singgung Struktur Pasar yang Oligopoli di Dalam Industri Sawit
Sekjen SPKS Nasional Mansuetus Darto.

Suara.com - Kepengurusan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Wilayah provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yaitu Kabupatan Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu periode 2022 – 2026 Resmi di lantik oleh Sekjen SPKS Nasional Mansuetus Darto.

Acara ini di rangkaikan dengan workshop Tataniaga TBS Petani Sawit Wilayah Sulbar serta di hadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Kepala Dinas Perkebunan Prov. Sulbar, SPOS Indonesia – Yayasan Kehati dan perwakilan petani sawit dari Kabupatan Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

Sekjen SPKS Nasional Mansuetus Darto dalam sambutanya mengatakan kehadiran SPKS di wilayah Sulbar harus mempu memainkan peran dalam mendukung dan bekerjasama dengan semua pihak dalam membangun praktek- praktek sawit berkelanjutan di tingkat petani sawit.

Dia berpesan kepada pengurus SPKS wilayah Sulbar agar bekerja dan memainkan peran aktif mulai dari level bawah, level tengah dan level atas. Di level bahwa SPKS harus membangun kelompok – kelompok petani sawit, bangun koperasi dan memperkuat SDM petani melalui pelatihan – pelatihan di tingkat lapangan atau di desa-desa, serta memfasilitasi kemitraan yang adil antara koperasi dengan perusahaan, pada level tengah SPKS harus bisa mendorong kebijakan di tingkat daerah yang menguntungkan dan patuh kepada hak-hak asasi petani serta bisa masuk dalam penetapan harga TBS di tingkat provinsi, untuk level atas SPKS berperan melakukan advokasi pada kebijakan-kebiajakan yang belum berpihak kepada petani sawit.

Mansuetus Darto, dalam sambutan juga menyingung tantangan sawit kedepanya ada dua yaitu struktur pasar yang oligopoli dan juga over produksi, terkait dengan masalah struktur pasar yang oligopoly bisnis sawit nasional di kuasai dan di control hanya sekitar 5 perusahan besar, jadi ketika 5 perusahan ini bermain saja dalam bersepakat dalam permainan pembelian sawit dampaknya akan sampai kepada petani sawit, ini juga bisa di katakana salah satu faktor yang mengakibatkan rendahnya harga TBS juga di petani sawit tidk semua factor pada kebijakan dari pemerintah.

Di wilayah sulbar kami dengar hanya ada 1 perusahan besar yang bermain akibatnya selama ini harga TBS petani sawit selalu rendah di bandingkan dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan, disini perlu pengawan Kerjasama antara pemerintah dan juga Lembaga petani sawit dan mendorong kejelasan rantai pasok agar kita mengetahui buah sawit petani kemana saja atau keperusahan mana saja.

Sementara itu terkait dengan masalah yang kedua over produksi saat ini kita Sudah mengalami ini sementara pasarnya terbatas dan sawit di negara-negara lain ikut tumbuh, pesan saya untuk petani sawit di Sulbar kalau memiliki tanaman komoditas lain seperti kakao, kelapa jangan lagi dikonversi ke sawit, cukup kelola sawit yang sudah ada dan fokus pada peningkatan produktifitas petani.

Hj. Siti Suraidah Suhardi, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, dalam sambutanya mengatakan pemerintah harus hadir dan berkomitmen dalam hal kesejahteraan para petani sawit Sulawesi Barat, Kita juga ingin mendorong ada perbaikan pembelian TBS petani sawit di sulawesi barat bisa setara dengan wilayah-wilayah yang lain, karena selama ini harga sawit sangat rendah sekali di bandingkan dengan wilayah Kalimantan dan sumatera.

Syamsul Maarif Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar mengatakan dalam sambutanya menyambut baik kehadiran SPKS di Wilayah Sulbar serta berharap bisa menjadi mitra dalam mendorong kemajuan petani sawit dan penyelesain masalah petani sawit di Sulbar.

baca juga

Syamsul Maarif juga mengatakan bahwa saat ini di Provinsi Sulbar sudah membuat kebijakan Rencana Aksi Daerah (RAD) Sawit Berkelanjutan Sulbar sesuai dengan peraturan Gubernur No. 188 Tahun 2020, target kami melalui RAD ini untuk perbaikan tatakelola pada petani sawit yang sejahtera an juga berkelanjutan.

“Kami harapkan dari SPKS dan asosiasi petani sawit bisa bersama-sama mendukung rencana pemerintah untuk memperbanyak kelembagan petani sawit, serta peningkatan SDM petani melalui pelatihan-pelatihan”.

Terkait dengan penetapan harga TBS petani sawit sesuai dengan permentan No 1 Tahun 2018, saat ini memang masih banyak perdebatan terkait denagn pasal perpasal dari permentan itu, tetapi kita harapkan semua pihak bisa mendukung proses penetapan harga TBS ini, kita akan masukan SPKS dalam penetapan harga TBS kedepanya. Tetaapi yang juga penting bagaimana petani sawit bisa berkelompok agar harga TBS yang di tetapkan bisa di diterima dengan baik.

Sementara itu Ketua SPKS Sulbar Irfan mengatakan bahwa agenda terdekat SPKS di Sulbar adalah mengawal penetapan harga TBS petani sawit mulai dari proses penetapan yang di fasilitasi oleh Disbun, yang menjadi masalah dari harga TBS selama ini perusahan tidak pernah mengikuti harga yang di sepakati dan juga perusahaan tidak pernah trasparasn dalam proses penetapan harga misalnya tidak pernah menujukan invoice penjualan CPO mereka padahal sesuai dengan Permentan No 1 tahun 2018 perusahan wajib menyampaikan dan menunjukan invoice di dalam rapat penetapan harga TBS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiba di Indonesia Besok, Surya Darmadi Disebut Siap Hadir Ikuti Proses Hukum Soal Dugaan Korupsi Rp78 Triliun

Tiba di Indonesia Besok, Surya Darmadi Disebut Siap Hadir Ikuti Proses Hukum Soal Dugaan Korupsi Rp78 Triliun

News | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 20:49 WIB

Sopir Langsung Lompat, Truk Pembawa Minyak Sawit Masuk Jurang dan Terbakar

Sopir Langsung Lompat, Truk Pembawa Minyak Sawit Masuk Jurang dan Terbakar

Riau | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 22:03 WIB

Nilai Ekspor Minyak Sawit Nasional Naik, Juni 2022 Capai 2,33 juta Ton

Nilai Ekspor Minyak Sawit Nasional Naik, Juni 2022 Capai 2,33 juta Ton

Riau | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

Malaysia Kirim 1,6 Ton Narkoba ke Indonesia, Dasco Apresiasi Operasi Kapolri Suyudi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Jelang Laga Panas di Pakansari: Polres Bogor Pertemukan Suporter Garudayaksa, Persib hingga Jakmania

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:15 WIB

×