Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Genjot Transformasi Energi, Ganjar Inisiasi Penggunaan Gas Rawa dan Mobil Listrik

Iwan Supriyatna

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 06:28 WIB
Genjot Transformasi Energi, Ganjar Inisiasi Penggunaan Gas Rawa dan Mobil Listrik
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggenjot transformasi energi di wilayah Jateng.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggenjot transformasi energi di wilayah Jateng. Ganjar pun mengisiasi penggunaan gas rawa pengganti gas LPG 3 kg dan mobil listrik.

Ganjar menjelaskan, pihaknya melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi Jateng terus menggali energi Biogenic Shallow Gas (BSG) atau gas rawa di sejumlah tempat. Salah satunya Kabupaten Karanganyar. 

"Ini untuk ke sekian kalinya kita mencari sumber-sumber gas rawa yang ada untuk kita distribusi kan kepada masyarakat," kata Ganjar di Desa Krendowahono, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng.

Lebih lanjut, Ganjar menyebut instalasi gas rawa nantinya akan dilakukan oleh dinas ESDM dan banyak partisipan. Ganjar mengatakan, masyarakat ke depan bisa memanfaatkan energi terbarukan dari gas rawa secara gratis. 

"Arahannya gratis. Sebenarnya yang dibutuhkan merawat ya. Sebenarnya iuran perawatan saja, kalau umpama setiap desanya membuat Perdes, Bumdes, nanti tinggal sepakat saja," tuturnya. 

"Ini bagian dari ikhtiar kita bagaimana kemandirian energi itu coba kita galang dengan kekuatan sumber daya di masing-masing lokal yang ada," sambung Ganjar. 

Dalam kesempatan itu, Ganjar memberikan bantuan perpipaan gas rawa kepada warga Desa Krendowahono senilai Rp 199,4 juta. Perpipaan tersebut nantinya digunakan untuk menyalurkan energi dari gas rawa ke rumah-rumah warga. 

Selain itu, Ganjar juga merilis satu unit mobil listrik merk Hyundai type IONIQ 5 dengan baterai lithium ion berkapasitas 58 kWh. Mobil tersebut mampu menempuh jarak 450 km saat terisi penuh. 

Ganjar menjelaskan, mobil ini akan mulai digunakan oleh berbagai dinas yang ada di Jateng. Sebagai tahap awal, Ganjar menyebut pihaknya sudah menyiapkan dan akan menggandeng lebih banyak pabrik untuk memproduksi mobil listrik. 

"Kita punya nickel, kita punya smelter, kita sudah siapkan pabriknya. Kalau ekosistem ini terjadi, maka Indonesia menuju sistem transformasi hijaunya berjalan. Nah ini butuh kebijakan nanti untuk menstimulus," tuturnya. 

Selain itu, Ganjar mengatakan pihaknya juga akan menyiapkan aturan terkait insentif pajak mobil listrik. Ganjar juga akan mengurus simulasi perbankan yang diterapkan untuk pembelian mobil ini. 

"Bagaimana nanti insentif pajak, terus kemudian perbankan juga bagaimana model listriknya. Pemerintah juga tidak harus beli kok, kita bisa leassing juga," tuturnya. 

Ganjar berharap, transformasi energi hijau bisa berjalan cepat dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Menurut Ganjar, ke depan masyarakat harus menggunakan energi ramah lingkungan dan murah ini. 

"Kita sudah mulai, beberapa sudah ada, pabrikannya sudah ada. Kemarin juga alat transportasi kita seperti ojol (motor listrik), pabriknya di Semarang, sudah dibeli 6.000 dan digunakan di Jakarta," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadir di Launching Mobil Listrik ESDM, Gubernur Ganjar Pranowo Sebutkan Sudah Mulai Pakai Kendaraan Elektrifikasi

Hadir di Launching Mobil Listrik ESDM, Gubernur Ganjar Pranowo Sebutkan Sudah Mulai Pakai Kendaraan Elektrifikasi

Otomotif | Kamis, 25 Agustus 2022 | 20:52 WIB

Kementerian ESDM Beri Sinyal Ada Penyesuaian Harga Gas Khusus Industri

Kementerian ESDM Beri Sinyal Ada Penyesuaian Harga Gas Khusus Industri

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2022 | 20:47 WIB

Gas Bumi Bisa Jadi Andalan Ketahanan Energi di Dalam Negeri

Gas Bumi Bisa Jadi Andalan Ketahanan Energi di Dalam Negeri

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2022 | 17:28 WIB

Terkini

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB