Dukung Pelestarian Budaya dan Lingkungan, Pupuk Kaltim Bersama Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Nyapuh Tirah Campuhan

Iwan Supriyatna

Senin, 29 Agustus 2022 | 16:49 WIB
Dukung Pelestarian Budaya dan Lingkungan, Pupuk Kaltim Bersama Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Nyapuh Tirah Campuhan
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar pentas tari Nyapuh Tirah Campuhan, dalam rangkaian program pemuliaan air bertajuk Sastra Saraswati Sewana di sepanjang sungai Oos Ubud Bali.

Suara.com - Dukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan edukasi dan literasi dalam menggugah kesadaran masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar pentas tari Nyapuh Tirah Campuhan, dalam rangkaian program pemuliaan air bertajuk Sastra Saraswati Sewana di sepanjang sungai Oos Ubud Bali.

Pentas yang disutradarai Ida Ayu Wayan Arya Satyani dengan dramaturgi Garin Nugroho ini, mengambil inspirasi dari cerita rakyat yang hidup di masyarakat Ubud. Bercerita tentang Tirah, seorang gadis kecil yang hilang di sungai. Nyapuh Tirah Campuhan memberi pesan kepada masyarakat, agar tidak merusak dan mengotori sungai, tidak membuang kotoran, sampah maupun limbah ke sungai karena diyakini akan mendatangkan bencana.

"Dukungan Pupuk Kaltim pada kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap seni dan budaya Indonesia, sekaligus upaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan agar tetap lestari, yang dikemas melalui kesenian dan pentas tari secara apik," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Kegiatan ini salah satu langkah aktif Pupuk Kaltim mendukung kemajuan seni dan budaya, sebagai salah satu kekayaan serta ciri khas bangsa Indonesia. Menurut dia, Pupuk Kaltim sebagai perusahaan yang mengakar di masyarakat, berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya untuk terus memajukan khasanah nusantara sebagai warisan bagi generasi mendatang.

"Seni dan budaya Indonesia wajib untuk dipertahankan, sehingga kedepan dapat terus eksis sebagai identitas bangsa yang lahir dari keberagaman dalam kesatuan bhineka tunggal ika," lanjut Rahmad.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga menaruh perhatian khusus terhadap pelestarian alam dan lingkungan, sebagai salah satu komitmen perusahaan mengimplementasikan prinsip industri hijau berbasis Environment, Social and Governance (ESG) secara berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharap makin banyak generasi muda yang terlibat dalam aksi penyelamatan lingkungan, khususnya konservasi air secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Hal ini pun sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyambut G20 tahun 2022, sebagai momentum Indonesia untuk mengajak negara-negara dunia meningkatkan aksi ekologi dalam mengatasi climate change melalui berbagai upaya," tambah Rahmad.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana, mengungkapkan melalui pentas seni ini pihaknya ingin menampilkan karya terbaik, dengan inspirasi yang diambil dari nilai-nilai luhur masyarakat dan budaya Bali. Pentas seni ini juga diharap dapat membangun gerakan kesadaran untuk menjaga, melaksanakan konservasi dan memuliakan air sebagai pintu masuk untuk melihat dan mewaspadai ancaman climate change.

"Yayasan Puri Kauhan Ubud mengambil inisiatif melakukan edukasi, literasi dan advokasi melalui gerakan kesadaran untuk menjaga dan memulikan air dengan tajuk Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara. Konservasi air harus terintegrasi dari hulu sampai hilir, sebagaimana muncul dalam konsep Segara-Wukir atau Segara-Gunung," jelas Ari.

baca juga

Pria yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI ini mengatakan, Nyapuh Tirah Campuhan merupakan rangkaian kegiatan pemuliaan air di sepanjang sungai Oos, termasuk di Campuhan sebagai titik temu dua sungai Oos. Selama rangkaian kegiatan, pihaknya telah melakukan penanaman pohon di desa-desa sepanjang DAS Oos, inventarisasi dan seminar pelestarian dan pengembangan cagar budaya, mareresik petirtan dan sumber-sumber mata air.

"Termasuk pelatihan desa wisata dan pengelolaan sampah, upacara bendera di Campuhan dan parade seni, pameran seni rupa, lomba lukis anak-anak dan artalk, serta pelatihan pemanfaatan tanaman obat," tambah Ari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Zakat Capai Rp 2,4 Miliar, UPZ Pupuk Kaltim Sasar 1.300 Mustahiq Selama Semester 1 2022

Realisasi Zakat Capai Rp 2,4 Miliar, UPZ Pupuk Kaltim Sasar 1.300 Mustahiq Selama Semester 1 2022

Bisnis | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 20:21 WIB

PKT Siap Kembangkan Potensi dan Hilirisasi Industri

PKT Siap Kembangkan Potensi dan Hilirisasi Industri

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2022 | 16:19 WIB

PKT Dukung Tomohon Jadi Sentra Industri Florikultura

PKT Dukung Tomohon Jadi Sentra Industri Florikultura

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2022 | 11:05 WIB

Terkini

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

×