Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Harga Emas Dunia Bertahan di Level Kunci USD1.700 per Ounce

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 06 September 2022 | 08:26 WIB
Harga Emas Dunia Bertahan di Level Kunci USD1.700 per Ounce
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia berhasil bertahan di atas level kunci USD1.700 pada perdagangan hari Senin, karena harapan bahwa Federal Reserve mungkin memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Selain itu data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang variatif membantu mengimbangi tekanan dari apresiasi dolar.

Mengutip CNBC, Selasa (6/9/2022) harga emas di pasar spot stabil di posisi USD1.710,46 per ounce,sementara emas berjangka Amerika Serikat turun tipis 0,08 persen menjadi USD1.721,20.

Tak ada setelmen di pasar emas Comex, Senin, karena hari libur nasional di Amerika Serikat.

Emas mengalami hari terbaiknya dalam hampir sebulan pada sesi Jumat setelah data AS menunjukkan pertumbuhan upah moderat pada Agustus dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 3,7 persen menunjukkan pengetatan pasar tenaga kerja mulai melonggar.

"Ekspektasi seputar kenaikan suku bunga Fed di masa depan sedikit melunak tetapi laporan ketenagakerjaan itu harus dipasangkan dengan pembacaan inflasi yang baik untuk memiliki dampak material," kata Craig Erlam, analis OANDA.

"Kita mungkin melihat beberapa support bagi emas di atas USD1.700 untuk saat ini tetapi dengan dolar yang sangat disukai dan bank sentral tidak mengurangi rem, tekanan penurunan lebih lanjut mungkin masih datang dan penembusan di bawah USD1.680 terlihat sangat mungkin." Tambah Craig.

Bank Sentral Eropa dijadwalkan bertemu pekan ini, di mana diprediksi memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin untuk menjinakkan rekor inflasi tinggi.

Pertemuan kebijakan Fed berikutnya dijadwalkan pada 20-21 September.
Membatasi kenaikan emas, Indeks Dolar (Indeks DXY) mencapai level tertinggi 20 tahun terhadap sekeranjang pesaingnya, membuat logam kuning lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

baca juga

Sementara itu saham Eropa jatuh setelah Rusia memperpanjang penghentian aliran gas ke pipa Nord Stream 1 ke Eropa, memicu kekhawatiran atas harga energi.

Sedangkan harga perak di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD18,10 per ounce, platinum melonjak 1,4 persen menjadi USD846,83, sementara paladium turun 0,1 persen menjadi USD2.021,43. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pinjaman Jangka Pendek dan Pinjaman Investasi Antam Capai Rp2,76 Triliun

Pinjaman Jangka Pendek dan Pinjaman Investasi Antam Capai Rp2,76 Triliun

Tantrum | Senin, 05 September 2022 | 17:46 WIB

Harga Emas Turun Hari Ini! Berikut Rinciannya

Harga Emas Turun Hari Ini! Berikut Rinciannya

Bandung | Senin, 05 September 2022 | 10:19 WIB

Data Tenaga Kerjaan AS Menguat, Harga Emas Naik

Data Tenaga Kerjaan AS Menguat, Harga Emas Naik

Bisnis | Senin, 05 September 2022 | 09:05 WIB

Terkini

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:02 WIB

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:48 WIB

Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?

Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:21 WIB

ESDM Pastikan Pasokan FAME Aman, Produksi Biodiesel B50 Ditargetkan Tembus 18 Juta Ton

ESDM Pastikan Pasokan FAME Aman, Produksi Biodiesel B50 Ditargetkan Tembus 18 Juta Ton

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:15 WIB

Purbaya: APBN Tak Bisa Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan

Purbaya: APBN Tak Bisa Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:55 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Bali Dipilih Jadi Pusat Finansial Internasional, Jakarta dan Batam Tersisih

Airlangga Ungkap Alasan Bali Dipilih Jadi Pusat Finansial Internasional, Jakarta dan Batam Tersisih

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:47 WIB

×