Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen, Kini Dibandrol USD 86/Barel

Rabu, 07 September 2022 | 07:38 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen, Kini Dibandrol USD 86/Barel
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan hari Selasa, karena kekhawatiran tentang prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut dan penguncian Covid-19 yang meredam permintaan minyak.

Mengutip CNBC, Rabu (7/9/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, menetap di posisi USD92,83 per barel, kehilangan USD2,91 atau 3 persen.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), naik satu sen menjadi USD86,88 per barel, dari penutupan Jumat.

WTI diperdagangkan sejak Minggu tanpa setelmen karena liburan Hari Buruh di Amerika. Harga WTI merosot lebih dari 2 persen dari waktu setelmen biasanya pada sesi Senin, data Refinitiv Eikon menunjukkan.

"Berita OPEC Plus sekarang ada di pasar dan fokus sementara beralih ke kekhawatiran ekonomi dan inflasi di antara dua faktor yang relevan adalah perpanjangan penguncian Covid di China dan keputusan suku bunga ECB Kamis," kata Tamas Varga, analis PVM.

Sebelumnya, China melonggarkan beberapa pembatasan Covid-19 tetapi memperpanjang penguncian di Chengdu, yang menambah kekhawatiran bahwa inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga akan memukul permintaan minyak.

Sedangkan Bank Sentral Eropa secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga yang tajam ketika bertemu pada Kamis.

Dolar AS yang lebih kuat, yang naik sekitar 0,6 persen karena data industri jasa Amerika lebih baik dari perkiraan, juga memberi tekanan pada harga minyak.

Data aktivitas sektor jasa mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga, yang dapat memicu resesi dan menurunkan permintaan bahan bakar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Makin Tunjukan Sinyal Bearish

"Pada dasarnya, ini semua tentang pasokan yang ketat dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang mungkin terjadi di masa mendatang," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Di sisi penawaran, tanda-tanda bahwa kesepakatan untuk mengaktifkan kembali kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan dunia tidak berjalan signifikan. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Senin, mengatakan dia tidak terlalu berharap kesepakatan cepat bisa dicapai.

"Kita mungkin tidak mendapatkan pengurangan produksi OPEC jika Iran tidak membawa barel ke pasar," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutu yang dipimpin Rusia, dikenal sebagai OPEC Plus, Senin memutuskan untuk memangkas target produksi Oktober mereka sebesar 100.000 barel per hari (bph). Harga melesat pada sesi Jumat menjelang pertemuan dan setelah keputusan tersebut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI