Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Dorong Inklusi Keuangan, Layanan Tokoscore Bisa Dongkrak Pendapatan GOTO

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 21 September 2022 | 17:31 WIB
Dorong Inklusi Keuangan, Layanan Tokoscore Bisa Dongkrak Pendapatan GOTO
Ilustrasi GoTo.

Suara.com - Ekspansi PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ke bisnis analisa kelayakan kredit alias credit scoring, melalui Tokoscore, menuai sambutan positif dari para pelaku pasar. Analis menilai strategi ini akan mendatangkan dua keuntungan sekaligus.

Pertama, Tokoscore akan menjadi tulang punggung GOTO Finansial di bisnis pembiayaan ke pelanggan dan merchant. Kedua, Tokoscore memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dengan mendatangkan pendapatan. Menariknya, melalui bisnis credit scoring alternatif ini, GOTO berpeluang mendulang pemasukan dari luar tiga segmen bisnis utamanya, yaitu: on-demand, e-commerce, dan teknologi finansial.

”Dari Tokoscore tentu harapan utamanya adalah penyaluran kredit yang lebih optimal sehingga membantu percepatan profitabilitas GOTO,” ucap analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandu Dewanto, kepada wartawan.

Tokoscore dengan layanan ICS-nya, kata Pandu, bisa menjadi pendongkrak pendapatan GOTO yang bersumber dari luar ekosistem. Sumber potensi pendapatan besar adalah berasal dari klien perbankan, multifinance, dan fintech untuk menjangkau para nasabah yang belum memiliki jejak kelayakan kredit dari Bank Indonesia (BI).

Selain mendatangkan benefit bagi GOTO, layanan credit scoring ini juga memberikan manfaat besar dalam mempercepat inklusi finansial. Tokoscore bisa menjembatani para pelaku UMKM, atau debitur individu, dalam mendapatkan akses pembiayaan dari institusi finansial formal, baik bank maupun non bank.

Terlebih GOTO baru-baru ini meluncurkan layanan GoPaylater Cicil di platform Tokopedia. Cara bayar inovatif ini memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian dengan cara mengangsur hingga 12 bulan.

Setelah menyasar konsumen, GOTO diyakini akan menyalurkan pembiayaan ke para mitra usahanya, baik merchant Tokopedia maupun Mitra GoFood. Jadi, dalam konteks ini, Tokoscore akan memainkan peran sangat penting untuk menyeleksi calon debitur potensial dan berkualitas tinggi.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai Tokoscore sebagai perusahaan penyedia layanan Innovative Credit Scoring (ICS) yang terafiliasi dengan Tokopedia, dan tercatat serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merupakan bisnis potensial lainnya dari GOTO.

”Ini menarik bagi para mitra yang belum bankable seperti mitra driver Gojek dan tentunya bagi UMKM. Yang terpenting adalah bahwa ini mendorong inklusi keuangan,” ujarnya.

Nafan juga menilai kehadiran inovasi melalui Tokoscore merupakan langkah jitu GOTO dalam mempercepat profitabilitas.

”Memang untuk mencapai profitabilitas ini butuh tahapan. Tapi (Tokoscore) ini terobosan dan dalam mendorong inklusi keuangan merupakan suatu hal yang tentunya berpotensi menuai apresiasi dari pelaku pasar,” ungkapnya.

Jadi, layanan ICS yang ditawarkan Tokoscore tidak hanya dinikmati GOTO Finansial. Institusi keuangan lain juga dapat menggunakan layanan ini untuk mitigasi risiko Non Performing Loan (NPL). Daya jangkaunya bukan hanya kepada masyarakat yang sudah masuk radar institusi keuangan formal (Bankable) namun juga mampu memberikan data skor untuk masyarakat yang masih dalam kategori unbanked dan underbanked.

”Saya pikir ini merupakan terobosan dari GOTO dan ini aksi korporasi emiten yang mendatangkan manfaat luar biasa kepada masyarakat. Pemerintah pasti juga akan mendukung emiten-emiten yang mendorong inklusi keuangan,” terusnya.

Terlebih, data Bank Dunia (World Bank) mencatat Indonesia menduduki urutan keempat di dunia dalam hal jumlah masyarakat yang belum punya akses ke perbankan. Jumlahnya mencapai 95 juta penduduk dewasa Indonesia yang tidak memiliki rekening di institusi keuangan.

Di sisi lain, World Economic Forum di Davos pada 2021 seperti tertuang dalam paper berjudul “Pendekatan Baru untuk Penilaian Kredit Mempercepat Inklusi Keuangan di Negara Berkembang” menyebutkan bahwa bentuk alternatif penilaian kredit seperti ICS sukses digunakan di pasar negara berkembang karena data konsumsi konsumen e-Commerce yang luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Inklusi Keuangan, Alfamart dan Aladin Berkolaborasi Teknologi Digital dan Ekosistem

Dorong Inklusi Keuangan, Alfamart dan Aladin Berkolaborasi Teknologi Digital dan Ekosistem

Bisnis | Selasa, 20 September 2022 | 09:55 WIB

GOTO Akusisi Saham Perusahaan PT Kripto Maksima Koin (KMK)

GOTO Akusisi Saham Perusahaan PT Kripto Maksima Koin (KMK)

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2022 | 09:39 WIB

Kepemimpinan Tokopedia dan GoPay Perkuat Peran GOTO dalam Ekonomi Digital Indonesia

Kepemimpinan Tokopedia dan GoPay Perkuat Peran GOTO dalam Ekonomi Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2022 | 08:31 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB