The Fed Naikkan Suku Bunga Lebih Ganas, Nilai Dolar Cetak Rekor Tinggi, Saham Makin Anjlok

M Nurhadi

Kamis, 22 September 2022 | 09:05 WIB
The Fed Naikkan Suku Bunga Lebih Ganas, Nilai Dolar Cetak Rekor Tinggi, Saham Makin Anjlok
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Suara.com - Nilai dolar AS naik ke level tertinggi baru dalam dua dekade terhadap sejumlah mata uang dunia. Sementara, saham anjlok pada Kamis (22/9/2022) pagi usai The Fed menaikkan suku bunga acuan dan memperkirakan lebih banyak kenaikan ke depan daripada yang diperkirakan investor.

Euro merosot ke level terendah 20 tahun di 0,9810 dolar AS setelah Rusia memerintahkan mobilisasi pasukan cadangan dalam eskalasi perang di Ukraina.

S&P 500 berjangka turun 0,6 persen dan dolar terbang di awal perdagangan Asia. Indeks dolar mencapai tertinggi 20-tahun di 111,65 dan kekuatan greenback mengirim dolar Aussie, kiwi dan Kanada turun ke posisi terendah baru multi-tahun.

Sterling mencapai 1,1233 dolar, terendah dalam 37 tahun. Won Korea Selatan tergelincir melewati angka simbolis 1,400 per dolar untuk pertama kalinya sejak 2009. Baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura dan krona Swedia semuanya membuat posisi terendah baru yang besar.

Mengutip Antara, Nikkei Jepang tergelincir 1,0 persen. Hang Seng berjangka datar, meskipun indeks Golden Dragon dari saham China yang terdaftar di AS terpukul dan turun 5,9 persen semalam.

The Fed menaikkan suku bunga tajam, sebesar 75 basis poin, pada Rabu (21/9/2022) - kenaikan ketiga berturut-turut. Itu membawa kisaran target suku bunga overnight acuan bank menjadi 3-3,25 persen.

Proyeksi menunjukkan pejabat berpikir suku bunga akan lebih tinggi dan pertumbuhan akan lebih rendah dan perkiraan rata-rata suku bunga dana Fed mencapai 4,4 persen tahun ini - lebih tinggi dari perkiraan pasar dan 100 basis poin lebih dari yang diproyeksikan Fed tiga bulan lalu.

"The Fed tidak akan berhenti dalam waktu dekat dan akan ada perpanjangan periode kebijakan moneter ketat setidaknya untuk tahun depan atau lebih," kata kepala investasi di manajer kekayaan JB Were, Sally Auld.

"Apa lagi yang Anda beli selain dolar AS saat ini?" tambah dia, dengan awan tumbuh di atas di Eropa, Inggris dan China dan yen melemah karena Jepang mempertahankan suku bunga rendah.

baca juga

Kurva imbal hasil AS memperdalam inversinya dalam sesi yang bergejolak semalam ketika obligasi pemerintah jangka pendek dijual dan yang bertenor lebih lama menguat karena investor menilai peluang soft landing ekonomi dan bersiap untuk kerusakan pada pertumbuhan jangka panjang.

Imbal hasil obligasi dua tahun naik setinggi 4,1230 persen dan terakhir di 4,0848 persen, sedangkan imbal hasil 10 tahun turun 6 basis poin menjadi 3,5120 persen.

"Peluang soft landing kemungkinan akan berkurang sejauh kebijakan perlu lebih ketat, atau restriktif lebih lama," kata Ketua Fed Jerome Powell.

Pertemuan bank sentral di Taiwan, Jepang, Filipina, Indonesia, Inggris dan Norwegia dijadwalkan di kemudian hari dengan kenaikan diperkirakan terjadi di mana-mana kecuali Jepang.

Jepang minggu ini telah mendorong pulang komitmennya terhadap kebijakan ultra-dovish dengan menghabiskan lebih dari 2 triliun yen (13,8 miliar dolar AS) dalam dua hari terakhir untuk mempertahankan plafon 0,25 persen pada imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10-tahun.

Namun, sekalipun tidak ada perubahan kebijakan yang terjadi, akan ada fokus yang kuat pada pandangan Gubernur Haruhiko Kuroda tentang penurunan tajam yen, karena meningkatnya ketidaknyamanan dapat mengisyaratkan perubahan kebijakan dan sikap dovish dapat memicu penjualan yen lebih lanjut.

Yen turun sekitar 20 persen terhadap dolar tahun ini dan pada 144,29 per dolar mendekati level terendah 24 tahun.

"Kami melihat risiko dolar/yen menuju ke 147 dalam beberapa bulan mendatang," kata ahli strategi Rabobank Jane Foley dalam sebuah catatan kepada klien.

Dolar Australia dan Selandia Baru berada di titik terendah sejak pertengahan 2020, dengan Aussie turun 0,3 persen pada Kamis menjadi 0,6611 dolar AS dan kiwi turun 0,4 persen menjadi 0,5831 dolar AS.

Yuan China berada di sisi yang lebih lemah dari 7 per dolar. Indeks dolar AS mencapai puncak 20 tahun di 111,63 setelah kenaikan Fed.

Di pasar komoditas, minyak turun karena kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi akan menghambat permintaan. Minyak mentah berjangka AS stabil di awal perdagangan Asia pada 82,81 dolar AS per barel dan Brent berada di 89,83 dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Kembali Berkilau

The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Kembali Berkilau

Bisnis | Kamis, 22 September 2022 | 08:18 WIB

The Fed Kerek Suku Bunga 75 Basis Poin, Harga Minyak Dunia Makin Murah

The Fed Kerek Suku Bunga 75 Basis Poin, Harga Minyak Dunia Makin Murah

Bisnis | Kamis, 22 September 2022 | 07:37 WIB

Betah di Zona Merah, IHSG Rabu Sore Melorot ke Level 7.188

Betah di Zona Merah, IHSG Rabu Sore Melorot ke Level 7.188

Bisnis | Rabu, 21 September 2022 | 16:29 WIB

Rupiah Tembus 15 Ribu Rupiah Per Dollar Amerika

Rupiah Tembus 15 Ribu Rupiah Per Dollar Amerika

Purwokerto | Rabu, 21 September 2022 | 14:00 WIB

Mitratel (MTEL) Resmi Masuk indeks IDX ESG, Berikut Prospek Sahamnya

Mitratel (MTEL) Resmi Masuk indeks IDX ESG, Berikut Prospek Sahamnya

Bisnis | Rabu, 21 September 2022 | 13:33 WIB

Rabu Pagi IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.192

Rabu Pagi IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.192

Bisnis | Rabu, 21 September 2022 | 09:14 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×