Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Koperasi Desa Ekspor Indonesia: Dari Kemitraan, Menghasilkan Tepung, Ekstrak dan Pasta Vanila untuk Ekspor

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 22 September 2022 | 14:25 WIB
Koperasi Desa Ekspor Indonesia: Dari Kemitraan, Menghasilkan Tepung, Ekstrak dan Pasta Vanila untuk Ekspor
Vanilla beans.

Suara.com - Mahdalena sebagai Founder dan Direktur Koperasi Desa Ekspor Indonesia, menceritakan kisah suksesnya mengembangkan vanili.

"Telah diekspor ke Jepang sejak November 2021 hingga sekarang, walaupun kuantitas masih sekitar 30-50 kg/bulan. Kami sangat mengapreasiasi dan senang sekali karena Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan aktif membantu promosi produk vanili petani ke Luar Negeri. Salah satunya melalui Pameran ODICOFF bulan November 2021 lalu yang tidak hanya mempromosikan kopi, Teh, kakao, kelapa dan Rempah-Rempah, tetapi ada sampel produk vanili yang turut di bawa ke Maroko, Denmark, Mesir, UEA, Serbia, Belanda dan lainnya, dan terjual sekitar 8 kg vanilla beans waktu itu," ujarnya.

Selama ini produk vanili yang dipasarkan dalam bentuk polong kering, namun saat ini sedang mengembangkan produk turunan seperti tepung, extrak dan pasta vanili skala home made. Siap dipasarkan pertengahan Oktober 2022, saat ini sudah ada pemesanan 500 botol per bulan/per item di pasar lokal. Sebagian besar masyarakat Indonesia perlu lebih mengenal vanili alami Indonesia ditengah munculnya vanili sintetis, untuk itu perlu mengedukasi sambil terus memasarkan vanilla alami Indonesia.

"Selain itu Desa Ekspor aktif mendampingi petani untuk memperbaiki mutu vanilli, sebagai gebrakan perdana di pulau Flores, Kelompok Tani dan UMKM Kab. Manggarai Barat telah berhasil membuat vanilla dengan kualitas ekspor sebanyak 15 - 20 kg dan diterima oleh pasar Jepang melalui pendampingan pasca panen oleh Desa Ekspor Indonesia dan YDBA," ujarnya.

“Bak gaung bersambut, Balai Karantina Pertanian Tingkat II Ende – NTT yang di pimpin Bapak Kostan tidak mau ketinggalan dalam mendukung pasar vanilla sebagai program gratieks, mereka mengadakan Bimteks Akselerasi Ekspor vanilla di Kabupaten Sikka - NTT tanggal 27 Juli 2022 dengan peserta dari para pelaku UMKM dan petani vanili. Hadir sebagai Narasumber yaitu Ibu Julie Sutrisno Laskoidat (Istri Gubernur NTT), Desa Ekspor Indonesia, dan Kepala Dinas Pertanian Kab. Sikka.”

“Untuk memperbaiki mutu dan peningkatan produksi di Hulu, kita harus berkolaborasi dengan para petani vanili senior di beberapa daerah dan para komunitas petani vanili agar aktif mendampingi Poktan di daerahnya masing masing. Seperti Poktan vanili Geger Bitung Jawa Barat didampingi Tono, Lampung Barat oleh Amril, Jawa Tengah oleh Rini, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Manggarai, Sikka, Ngada, Papua dan seterusnya. Pendampingan dapat dilakukan melalui kunjungan di desa terdekat, sarana whatsapp group, melalui video call atau zoom di kebun petani. Saat ini anggota yang tergabung di media sosial facebook mencapai 43.400 orang, baik itu petani, penggemar tanaman vanili, penjual, pembeli atau sekedar peminat vanili saja.” Lanjut Mahdalena.

Yang tak kalah penting adalah hilirisasi pengembangan komoditas vanili pasca panen dan pasar yang luas, karena dampaknya dapat membantu ketahanan ekonomi keluarga petani, pemberdayaan perempuan saat pasca panen dan membuka lapangan kerja millennial khusus produk turunan.

"Saya berharap kedepannya ekosistem bisnis vanilli dari hulu ke hilir dapat terintegrasi" ujarnya.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan saat ini dari komoditas perkebunan unggulan lainnya yang harga Raw Material nya saja sudah tinggi adalah Vanili, kisaran basah mencapai 300-800 ribu/ kg, apalagi vanila kering kualitas ekspor bisa mencapai diatas 3 juta/kg.

Potensi ini yang perlu kita garap bersama, dimulai dari Hulu, perlu dilakukan penataan kebun, juga aspek keamanan kebun yang menjadi titik sentral, dari sisi mutu dan pascapanen harus diperbaiki. Vanili Indonesia ini saya rasa tidak perlu energi besar untuk mencari Buyer, hanya perlu sedikit sentuhan branding, maka laku terjual dan biasanya continue karena buyer tahu vanili Indonesia berkualitas di atas 2,75% kadar nya, bahkan Vanila Alor bisa mencapai diatas 3%.

"Kami mendukung kemitraan ekspor yang harus digali potensi-potensi petani milenial di tiap sentra produksi. Niscaya, dari para petani milenial tersebut, produksi vanili Indonesia mampu menguasai 80% lebih pasar vanili dunia. Ini harapan saya," ucapnya.

Hal senada dikatakan Plt. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Baginda Siagian bahwa potensi pengembangan budidaya dan pasar vanili sangat menjanjikan karena kebutuhan dunia cukup besar (bisa mencapai 8-10 ribu ton/tahun) tetapi produksi terbatas, hanya 5-6 ribu ton/tahun. Saat ini hanya Indonesia, Madagaskar, PNG, Meksiko dan China yang merupakan 5 besar produsen Vanili Dunia.

Tantangan lain adalah industrialisasi produk di Indonesia yang belum berkembang luas walaupun potensi daerah penghasil vanili cukup banyak, NTT salah satu unggulan vanili Indonesia. Kedepan, solusi kemitraan produksi dan ekspor bisa menjadi solusi berkembangnya hilirisasi vanili di Indonesia dan Ditjen. Perkebunan akan berada di scope tersebut untuk mendukung hilirisasi yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia Tarik Peredaran Es Krim Haagen Dazs Rasa Vanila, Ini Masalahnya

Malaysia Tarik Peredaran Es Krim Haagen Dazs Rasa Vanila, Ini Masalahnya

Sumbar | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 08:15 WIB

Rasa Vanila Ditarik, Haagen Dazs Hentikan Penjualan 11 Varian Lainnya

Rasa Vanila Ditarik, Haagen Dazs Hentikan Penjualan 11 Varian Lainnya

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:01 WIB

Es Krim Haagen Dazs Rasa Vanila Disebut Berbahaya Bagi Kesehatan, Jadi Kesukaan Warga Makassar

Es Krim Haagen Dazs Rasa Vanila Disebut Berbahaya Bagi Kesehatan, Jadi Kesukaan Warga Makassar

Sulsel | Kamis, 21 Juli 2022 | 14:22 WIB

Terkini

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB