Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Jadi Daya Tarik Bagi Wisatawan, Bali Akan Buka Layanan Kesehatan Tradisional

Vania Rossa

Senin, 26 September 2022 | 21:51 WIB
Jadi Daya Tarik Bagi Wisatawan, Bali Akan Buka Layanan Kesehatan Tradisional
Ilustrasi Layanan Kesehatan Tradisional. (Shutterstock)

Suara.com - Tak ada yang memungkiri jika Bali merupakan daya tarik utama bagi para wisatawan, baik dari luar maupun dalam negeri. Untuk lebih menarik perhatian wisatawan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan bahwa seluruh rumah sakit pemerintah di Pulau Dewata akan membuka layanan kesehatan tradisional.

"Ini bisa jadi daya tarik wisata, karena sebagian besar dunia sudah beralih ke obat herbal. Kita ada wisata medis dan wisata kebugaran, kebugaran ini seperti spa, akupuntur, termasuk kuliner sehat itu masuk tradisional," kata Anom di Denpasar, Senin (26/9/2022), mengutip dari Antara.

Layanan kesehatan tradisional seperti akupuntur, akupresur, prana, tusuk jarum dan lainnya ditujukan untuk mengembangkan pariwisata Bali yang berkualitas ke depan.

"Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan Pulau Dewata, tapi juga berobat ke Bali. Yang kedua, untuk masyarakat kita yang mau berobat ke luar tidak perlu lagi karena sudah dilayani," ujar Kadinkes Bali.

Anom menuturkan bahwa layanan kesehatan tradisional dengan memanfaatkan tanaman organik sebagai obat ini telah banyak dipraktikkan di negara lain, bahkan beberapa negara tak lagi memanfaatkan obat kimia.

Hal ini yang menjadi tugas bagi pihaknya untuk mengenalkan masyarakat tentang pelayanan kesehatan tradisional yang sebelumnya telah dibuka di enam rumah sakit di Bali.

"Saat ini sudah ada enam rumah sakit yang membuka layanan pengobatan tradisional. Ada RS Prof Ngurah, RS Bali Mandara, RS Wangaya, RS Bangli, Klungkung, dan Payangan Gianyar. Untuk 120 puskesmas juga sudah melayani," kata dia menyebutkan.

Dengan itu, untuk melengkapi program yang digencarkan Gubernur Bali dalam mengembangkan warisan leluhur berupa pengobatan dengan hampir 3.000 tanaman obat yang dapat diolah di Bali, ia memastikan untuk mengembangkan pelayanan ini di seluruh rumah sakit pemerintah di Bali.

"Untuk rumah sakit pemerintah yang belum ada fasilitas ini adalah Tabanan, Badung, Buleleng, Karangasem, dan Jembrana. Pertengahan Oktober kami akan mengadakan pelatihan khusus untuk nakes untuk pengobatan tradisional," ujar Anom.

baca juga

Setelah pelatihan yang rencananya terlaksana sepekan berlangsung, pihaknya akan mengeluarkan sertifikat sebagai penanda operasional yang dijadwalkan secara serentak paling lambat 12 November 2022 bersama dengan Hari Kesehatan Nasional.

Terkait pelayanannya ketika program ini berlangsung, Anom menegaskan bahwa yang terlibat di dalamnya hanya dokter atau tenaga kesehatan, karena hanya layanan bersifat komplementer yang dapat memasuki rumah sakit.

"Beda dengan balian (pemilik kekuatan gaib) kalau ala Bali itu pangusada. Itu empiris, pengobatan turun temurun yang sudah diakui. Itu masuk tradisional juga tapi tidak boleh ada di rumah sakit. Ada namanya griya sehat, itu di luar rumah sakit, mereka bisa buka di sana," ujarnya.

Untuk ketersediaan obat-obatan dalam layanan kesehatan tradisional, Gede Anom mengatakan bahwa pengembangan pengolahan tanamannya terus berlangsung di Bangli, Karangasem, dan Tabanan.

Obat-obatan tradisional tersebut kemudian akan dikemas ke dalam bentuk kapsul, obat minum, maupun serbuk, dengan pengembangan yang terus dilakukan hingga mampu menyediakan obat bagi seluruh jenis penyakit.

Sementara itu secara teknis, Kadinkes Bali menjelaskan apabila masyarakat ingin berobat ke layanan kesehatan tradisional dapat menyampaikan ke tiap-tiap fasilitas kesehatan yang menyediakan.

"Nanti pasien bisa memilih di front office rumah sakit, tidak ada paksaan sehingga dapat memilih medis atau tradisional, dan nanti bisa juga dari medis diarahkan ke tradisional tergantung SOP rumah sakit," kata Anom.

Terkait pembayarannya, hingga kini layanan kesehatan tradisional belum termasuk di dalam BPJS Kesehatan, namun menurut Anom hal ini yang akan diajukan ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertemuan Menteri Pariwisata G20 Sepakati Bali Guidelines, Fokus pada Komunitas, Masyarakat, dan UMKM

Pertemuan Menteri Pariwisata G20 Sepakati Bali Guidelines, Fokus pada Komunitas, Masyarakat, dan UMKM

Bisnis | Senin, 26 September 2022 | 21:44 WIB

Menteri Investasi: Bali Compendium Jadi 'Senjata' Indonesia dalam Gugatan WTO

Menteri Investasi: Bali Compendium Jadi 'Senjata' Indonesia dalam Gugatan WTO

Bisnis | Senin, 26 September 2022 | 15:12 WIB

Harga Semakin Mahal, Ukuran Tempe di Pasar Kuta Semakin Kecil

Harga Semakin Mahal, Ukuran Tempe di Pasar Kuta Semakin Kecil

Bali | Senin, 26 September 2022 | 12:36 WIB

Terkini

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:53 WIB

Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk

Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:51 WIB

Dapat dari Camat hingga Petani, Bupati Kuansing Diduga Beri Menhut Raja Juli 46.500 Dolar Singapura

Dapat dari Camat hingga Petani, Bupati Kuansing Diduga Beri Menhut Raja Juli 46.500 Dolar Singapura

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:51 WIB

Sunscreen Purbasari untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Kandungan dan Review Pembeli

Sunscreen Purbasari untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Kandungan dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:48 WIB

BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian

BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:44 WIB

Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas

Pramono Anung Bela Satpam Vicol, Minta Pengendara Alphard Arogan Disanksi Tegas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:38 WIB

Apa Merek Cushion yang Populer dan Mudah Ditemukan di Indonesia? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review

Apa Merek Cushion yang Populer dan Mudah Ditemukan di Indonesia? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:35 WIB

Menggugat Sindrom Fashion Blindness: Saat Konten OOTD Mengabaikan Etika Sosial

Menggugat Sindrom Fashion Blindness: Saat Konten OOTD Mengabaikan Etika Sosial

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:35 WIB

Gajah Tunggal Siapkan GitiXcursion RT Ban SUV untuk Berbagai Medan di GIIAS 2026

Gajah Tunggal Siapkan GitiXcursion RT Ban SUV untuk Berbagai Medan di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:35 WIB

Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang

Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:32 WIB

×