Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Harga Emas Tergelincir 1 Persen Usai Laporan Data Ketenagakerjaan AS

Vania Rossa | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:13 WIB
Harga Emas Tergelincir 1 Persen Usai Laporan Data Ketenagakerjaan AS
Ilustrasi harga emas. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas turun pada perdagangan akhir pekan lalu setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku bunga yang curam dan mengangkat dolar dan imbal hasil obligasi.

Mengutip CNBC, Senin (10/10/2022), harga emas di pasar spot turun 0,9 persen ke harga USD1.695,40 per ounce. Harga telah naik sekitar 2 persen sejak minggu lalu.

Sedangkan emas berjangka AS tergelincir 1 persen menjadi USD1.703,40.

"Pasar melihat laporan penggajian yang lebih kuat dari perkiraan sebagai dorongan lebih lanjut bagi The Fed untuk menaikkan lagi 75 bps pada pertemuan awal November," kata Tai Wong, analis di Heraeus Precious Metals di New York.

Wong menambahkan jika emas batangan tidak menahan support di USD1.690, itu bisa menguji ulang level USD1.660.

"Pasar sekarang akan fokus pada data inflasi utama minggu depan, serta risalah Fed," ucap Wong.

Data menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari perkiraan pada bulan September, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen.

Spekulasi sekarang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga the Fed 75 bps mencapai 92 persen pada pertemuan kebijakan bulan depan setelah laporan pasar tenaga kerja yang kuat.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil, sambil meningkatkan dolar, di mana emas dihargai.

Mengikuti data, dolar AS melonjak 0,3 persen terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Benchmark imbal hasil Treasury AS juga naik.

Sedangkan harga perak turun 2,7 persen menjadi USD20,10 per ounce, tetapi berada di jalur kenaikan mingguan 6,5 persen terbesar sejak akhir Juli. Platinum kehilangan 1,1 persen menjadi USD912,07 per ounce dan menuju minggu terbaik sejak Februari 2021. Palladium turun 3,1 persen menjadi USD2,190,78.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp949.000/Gram

Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp949.000/Gram

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2022 | 09:10 WIB

Kilau Emas Pudar, Tertahan Penguatan Dolar

Kilau Emas Pudar, Tertahan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 08:49 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp953.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp953.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 08:47 WIB

Terkini

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB