Genjot Produksi, Kementan Bangun Nursery Modern Kelapa

Iwan Supriyatna

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 06:34 WIB
Genjot Produksi, Kementan Bangun Nursery Modern Kelapa
Kementerian Pertanian (Kementan) membangun beberapa nursery modern kelapa untuk menghasilkan bibit unggul.

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) membangun beberapa nursery modern kelapa untuk menghasilkan bibit unggul. Salah satunya ada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ini merupakan bagian dari langkah meningkatkan produksi komoditas perkebunan untuk ketahanan pangan.

Nursery dibangun Kementan bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Jawa Tengah. Setiap tahun berpotensi menghasilkan 300 ribu hingga 400 ribu batang bibit untuk peremajaan 4.000 hektare. Pada tahap awal, bisa memproduksi 120 ribu batang bibit untuk peremajaan 1.100 hektare.

Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah, pembangunan nursery modern kelapa ini merupakan implementasi program BUN500, yakni program distribusi benih unggul perkebunan 500 juta batang 2019-2024 secara gratis untuk masyarakat.

Selain itu, kata Andi, untuk mewujudkan perintah Presiden Joko Widodo terkait penanaman kelapa 1 juta batang secara nasional tahun 2022-2023. Perintah itu disampaikan Presiden saat mencanangkan penanaman kelapa genjah 1 juta batang di Solo Raya, Jawa Tengah, 11 Agustus lalu.

"Nursery modern kelapa di Batang ini diharapkan jadi sentra perbenihan kelapa untuk Jawa dan Sumatera. Supaya distribusi bibit lebih efisien," kata Andi saat meninjau nursery modern kelapa di Desa Beji, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Dengan cara itu, jelas Andi, bibit tidak lagi harus didatangkan dari Sumatera Utara, Bali, dan Sulawesi Utara. Harga bibit kelapa menjadi murah dan meringkas waktu, sehingga kualitas bibit jadi terjaga.

Pembangunan nursery modern kelapa, urai Andi, dilakukan secara terencana untuk menghasilkan benih unggul. Benih yang dihasilkan dilakukan perlakuan dan kontrol dengan kualitas tepat. Lewat langkah ini, jelas dia, percepatan pengadaan benih tetap memperhatikan kuantitas, kualitas, sekaligus efektivitas distribusinya.

"Tanaman perkebunan butuh waktu panjang untuk bisa panen. Jika salah memilih benih akan sangat merugikan ke depan. Kita targetkan dengan nursery modern ini, produktivitas dan ekspor kelapa naik tiga kali lipat. Tentunya diikuti hadirnya pengembangan di hilir," tutur dia.

Andi menerangkan, varietas bibit kelapa yang dikembangkan di nursery modern kelapa di Batang ada empat, yakni kelapa genjah kuning Bali, kelapa dalam Bali, genjah Nias, dan kelapa genjah pandan wangi.

baca juga

Kelapa genjah berbeda dengan kelapa biasa. Jika kelapa biasa baru bisa berbuah di usia minimal enam tahun, kelapa genjah sudah bisa berbuah di usia tiga atau empat tahun. Kelapa genjah memiliki tinggi batang pohon relatif pendek. Ukuran buahnya kecil, tapi cukup banyak. Bisa berbuah hingga 140 butir untuk satu pohon dalam satu waktu.

Bukan hanya itu, kelapa genjah juga memiliki banyak manfaat, sehingga cocok diusahakan oleh petani. Manfaat itu bergantung pada jenis kelapa genjah yang ditanaman, misal jenis kopyor atau pandan wangi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2.000 Hektare Kebun Karet di Jambi Beralih ke Sawit, Ini Alasannya

2.000 Hektare Kebun Karet di Jambi Beralih ke Sawit, Ini Alasannya

Riau | Kamis, 13 Oktober 2022 | 11:14 WIB

Air Kali Ciluar Meluap, Puluhan Rumah di Kampung Kebon Kelapa Cimandala Bogor Terendam Banjir

Air Kali Ciluar Meluap, Puluhan Rumah di Kampung Kebon Kelapa Cimandala Bogor Terendam Banjir

Depok | Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:47 WIB

Komoditas Pertanian Yang Dorong Inflasi Bakal Dilindungi Asuransi

Komoditas Pertanian Yang Dorong Inflasi Bakal Dilindungi Asuransi

Tantrum | Rabu, 12 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×