Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Masuki Musim Dingin di AS, Harga Minyak Dunia Menghangat Lagi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 07:35 WIB
Masuki Musim Dingin di AS, Harga Minyak Dunia Menghangat Lagi
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia melesat sekitar 2 persen pada perdagangan hari Kamis, karena rendahnya tingkat persediaan minyak solar menjelang musim dingin di Amerika Serikat (AS).

Kondisi ini memicu aksi beli dan membalikkan kerugian di awal sesi.

Mengutip CNBC, Jumat (14/10/2022) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Desember, patokan internasional, ditutup melonjak USD2,12 atau 2,29 persen menjadi USD94,57 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melejit USD1,84 atau 2,1 persen menjadi USD89,11 per barel.

Stok penyulingan, yang meliputi minyak solar dan pemanas, menyusut 4,9 juta barel dalam pekan yang berakhir hingga 7 Oktober, ungkap Badan Informasi Energi (EIA) Amerika, jauh melebihi ekspektasi untuk penurunan 2 juta barel dan membawa persediaan menjadi 106,1 juta barel, level terendah sejak Mei.

Kondisi itu mendorong investor untuk mengabaikan kejutan kenaikan stok bensin sebesar 2 juta dan lonjakan lebih besar dari ekspektasi untuk persedian minyak mentah, yakni mendekati 10 juta barel.

"Bagian yang paling mengganggu dari laporan (EIA) tersebut adalah bahwa persediaan penyulingan jauh di bawah rata-rata. Musim dingin akan datang," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Menteri Energi Amerika pada Agustus mendesak penyulingan minyak domestik untuk menahan diri dari peningkatan lebih lanjut ekspor bahan bakar, seperti bensin dan solar.

Pekan ini, EIA memperingatkan bahwa sebagian besar rumah tangga AS akan membayar lebih besar untuk memanaskan rumah mereka sepanjang musim dingin ini.

Kamis, Joe Biden, Presiden AS mengatakan harga bensin masih terlalu tinggi dan dia akan berbicara minggu depan tentang menurunkan biaya tersebut.

Banyak investor tetap khawatir bahwa kenaikan inflasi akan mengurangi permintaan bahan bakar.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan ekonomi global mungkin masuk ke dalam resesi.

Indeks harga konsumen (IHK) Amerika meningkat lebih dari ekspektasi pada September, dan tekanan inflasi yang mendasarinya terus naik, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga 75 basis poin keempat bulan depan.

Chief Executive Officer JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon, memperingatkan bahwa inflasi yang tetap tinggi dapat memacu suku bunga naik lebih dari 4,5 persen.

IEA menurunkan estimasi pertumbuhan permintaan minyaknya untuk tahun ini menjadi 1,9 juta barel per hari dan 470.000 barel per hari pada 2023 menjadi 1,7 juta barel per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melemah Tiga Hari Berturut-turut, Harga Minyak Dunia Ambles Lagi 2,3 Persen

Melemah Tiga Hari Berturut-turut, Harga Minyak Dunia Ambles Lagi 2,3 Persen

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:46 WIB

Harga Minyak Turun Dampak Kekhawatiran Resesi Global dan COVID-19 di China

Harga Minyak Turun Dampak Kekhawatiran Resesi Global dan COVID-19 di China

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Ancaman Resesi Ekonomi, Harga Minyak Dunia Ambles 2 Persen

Ancaman Resesi Ekonomi, Harga Minyak Dunia Ambles 2 Persen

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2022 | 07:36 WIB

Terkini

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:31 WIB

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:00 WIB

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:57 WIB

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:22 WIB