Truk Tangki Pertamina Rem Blong di Cibubur, KNKT: Klakson Telolet Salah Satu Penyebabnya

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:55 WIB
Truk Tangki Pertamina Rem Blong di Cibubur, KNKT: Klakson Telolet Salah Satu Penyebabnya
Truk Pertamina yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Alternatif Transyogi Cibubur, Kota Bekasi, Senin (18/7/2022). (Suara.com/Danan Arya)

Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut, penggunaan klakson tenaga angin atau yang lebih dikenal 'telolet' di kendaraan sangat membahayakan. 

Plt Kepala Sub Komite Investigasi Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan menjelaskan, klakson telolet untuk bisa kencang suaranya perlu tenaga angin. Nah, anginnya berasal dari tabung angin rem kendaraan.

"Jadi ada kebocoran di klakson telolet, itu angin dari semua tabung angin akan keluar dari sana semua jadi nggak bisa ngerem akhirnya," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (18/10/2022).

Dalam hal ini, Wildan menyerahkan ketentuan penggunaan klakson telolet pada transportasi umum. Menurut dia, sebenarnya penggunaan klakson telolet boleh digunakan, jika ditambah teknologi.

"Kalau teknologi gampang, tambahin aja kompresor lalu tabung angin maka selesai. Klakson telolet bisa jalan dan juga aman buat rem. Itu kan kebijakan kemenhub. Tapi kan itu butuh pedoman nah itu yang atur kemenhub," ucap dia.

Sebelumnya, KNKT menyimpulkan, penyebab kecelakaan maut truk tangki Pertamina salah satunya karena sistem klakson yang memakan angin di tabung angin rem, sehingga truk tangki itu mengalami kegagalan pengereman.

"Kegagalan rem truk tersebut karena persediaan udara tekan di tabung berada dibawah ambang batas, sehingga tidak cukup kuat untuk melakukan pengereman," kata Wildan.

Dia memaparkan, di bawah batasnya persediaan udara pada tabung rem ini juga dipicu dua masalah, pertama kebocoran komponen solenoid valve klakson tambahan. kedua, masalah pada travel stroke kampas rem.

"Resultante dua hal ini memaksa pengemudi melakukan pengereman berulang kali saat menghadapi gangguan lalu lintas karena rem tidak pakem dan mempercepat berkurangnya angin pada tabung angin," jelas Wildan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Renggut 10 Nyawa, KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut Truk Pertamina di Cibubur: Rem Tak Pakem dan Papan Reklame

Renggut 10 Nyawa, KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut Truk Pertamina di Cibubur: Rem Tak Pakem dan Papan Reklame

News | Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:48 WIB

Asyik Banget, Bus Ini Punya Klakson Pakai Pianika

Asyik Banget, Bus Ini Punya Klakson Pakai Pianika

Jogja | Kamis, 29 September 2022 | 13:57 WIB

Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang, KNKT Tinjau Standar Pelayanan Jalan Tol

Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang, KNKT Tinjau Standar Pelayanan Jalan Tol

Selebtek | Rabu, 21 September 2022 | 19:59 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×