Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Pandemi Covid Mereda, Tapi Gejolak Sektor Keuangan Dunia Meradang

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 16:22 WIB
Pandemi Covid Mereda, Tapi Gejolak Sektor Keuangan Dunia Meradang
Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Jumat (21/10/2022). [Tangkapan layar]

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini ekonomi dunia sedang mengalami tantangan baru setelah krisis Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Tantangan tersebut, yakni krisis atau risiko di bidang ekonomi dan keuangan akibat kenaikan harga sejumlah komoditas dan menyebabkan melesatnya inflasi.

"Seperti yang saya sampaikan pada periode sebelumnya, krisis atau risiko sekarang beralih dari pandemi ke risiko di bidang ekonomi dan keuangan, terutama lingkungan global yang makin bergejolak," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita secara virtual, Jumat (21/10/2022).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjabarkan mahalnya harga komoditas membuat kesehatan ekonomi cukup terguncang lantaran volatilitasnya sangat tinggi.

“Mulai dari harga gas yang meningkat kemudian merosot dan naik lagi dan merosot," katanya.

Seperti harga gas misalnya kata dia pergerakannya sangat tidak menentu, pernah di kisaran USD5,68 per MMBtu, lalu sempat naik USD9,40 per MMBtu dan turun kembali ke USD 6,44 per MMBtu.

Begitu juga dengan harga minyak dunia yang mengalami penurunan dari harga yang pernah mencapai USD126 per barrel ke USD90,8 per barrel.

Sedangkan untuk, CPO juga mengalami penurunan yang cukup drastis dalam 1-1,5 bulan terakhir, yaitu pernah dari USD1.676 per ton ke USD720,5 per ton dan naik lagi ke USD817,1 per ton.

Untuk harga gandum juga mengalami penurunan, dari USD1.224 per bushels menjadi USD850,1 per bushels.

baca juga

“Poinnya adalah bahwa harga komoditas ini masih sangat tidak pasti, cenderung tinggi karena memang faktor yang mempengaruhinya yaitu geopolitik, seperti terjadinya perang yang mengganggu sisi pasokan, mengganggu sisi distribusi, cenderung membuat harga dari komoditas-komoditas ini menjadi tinggi dan mudah sekali bergejolak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Pasang Target Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,5 Persen

Sri Mulyani Pasang Target Ekonomi Kuartal III 2022 Tumbuh 5,5 Persen

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 15:56 WIB

Sri Mulyani: Belanja Negara untuk Pendidikan Capai Rp612,2 Triliun Demi Peningkatan SDM

Sri Mulyani: Belanja Negara untuk Pendidikan Capai Rp612,2 Triliun Demi Peningkatan SDM

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 10:27 WIB

Menkeu Ungkap Tantangan Tahun 2023: Pasokan Terkendala Akibat Perang, Permintaan Meningkat

Menkeu Ungkap Tantangan Tahun 2023: Pasokan Terkendala Akibat Perang, Permintaan Meningkat

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2022 | 16:39 WIB

Terkini

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:43 WIB

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:38 WIB

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:33 WIB

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:28 WIB

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:22 WIB

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:46 WIB

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:21 WIB

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:06 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

×