Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas Dunia Cetak Level Tertinggi Dua Minggu

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:18 WIB
Harga Emas Dunia Cetak Level Tertinggi Dua Minggu
Ilustrasi emas [Pixabay]

Suara.com - Harga emas dunia melesat ke level tertinggi dua minggu pada perdagangan hari Rabu, karena dolar dan imbal hasil obligasi AS tergelincir di tengah ekspektasi Federal Reserve akan meredam sikap kenaikan suku bunga yang agresif mulai Desember.

Mengutip CNBC, Kamis (27/10/2022) harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD1.665,09 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 13 Oktober.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,7 persen menjadi USD1.669,20 per ounce.

"Selama beberapa sesi terakhir, kita melihat imbal hasil turun, dolar turun dan sebagai hasilnya, kita melihat permintaan di pasar emas," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Dolar memperpanjang kerugian ke level terendah lebih dari satu bulan terhadap sekeranjang pesaingnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil US Treasury 10-tahun jatuh ke level terendah satu minggu.

Data yang dirilis Selasa menunjukkan kepercayaan konsumen Amerika menyusut pada Oktober, harga rumah turun tajam di Agustus dan ada tanda-tanda sikap agresif The Fed mulai mendinginkan pasar tenaga kerja.

"Kita mungkin melihat perlambatan ekonomi, tetapi inflasi mungkin tidak turun sebanyak yang diinginkan The Fed, namun mereka tidak akan lagi mampu atau mau menaikkan suku bunga lebih lanjut dan itu adalah lingkungan yang sangat positif bagi emas," kata Meger.

Namun, The Fed masih secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada November. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Fokus sekarang bergeser ke data PDB Amerika, dirilis Kamis, diikuti angka inflasi inti AS, Jumat, yang dapat memberikan kejelasan lebih lanjut tentang lintasan kenaikan suku bunga Fed.

"Jika kenaikan suku bunga setengah poin pada Desember kemungkinan terjadi, emas bisa menembus di atas level USD1.700," ujar Edward Moya, analis OANDA.

Sementara itu disisi lain harga perak di pasar spot naik 0,86 persen menjadi USD19,51 per ounce, platinum melambung 3,8 persen menjadi USD949,54 dan paladium melonjak 1 persen menjadi USD1.942,75. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Beli Emas Antam, Harganya Masih Dibanderol Rp943.000/Gram

Mau Beli Emas Antam, Harganya Masih Dibanderol Rp943.000/Gram

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2022 | 08:51 WIB

Ekonomi AS Suram, Harga Emas Dunia Bersinar Lagi

Ekonomi AS Suram, Harga Emas Dunia Bersinar Lagi

Bisnis | Rabu, 26 Oktober 2022 | 08:20 WIB

Turun Rp3.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp3.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:25 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB