Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tips Mencari Peluang Investasi Di Tengah Ancaman Resesi

Bangun Santoso | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Minggu, 06 November 2022 | 10:06 WIB
Tips Mencari Peluang Investasi Di Tengah Ancaman Resesi
Ilustrasi investasi. (Pixabay)

Suara.com - Senior Fundamental Analyst Didimax, Reza Aswin mengatakan, gangguan rantai pasokan, harga minyak dunia yang tinggi serta banyaknya uang beredar menyebabkan ekonomi global mengalami tekanan angka inflasi yang berlebih atau hyper inflation.

"Dalam teori ekonomi dimana saat angka inflasi meningkat maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat, tetapi saat ini yang terjadi adalah angka inflasi meningkat tetapi pertumbuhan ekonomi terlihat melambat atau yang dikenal dengan stagflasi," kata Reza dalam analisanya dikutip Minggu (6/11/2022).

Kondisi ini lanjut Reza membuat data ekonomi setiap negara maju termasuk Amerika Serikat mengalami pelemahan yang signifikan, dan indicator ekonomi mulai menunjukan akan terjadinya resesi dalam beberapa waktu kedepan.

Signal akan terjadinya resesi global terlihat dari adanya kurva imbal hasil terbalik atau inverted curve yields negara Amerika Serikat di mana imbal hasil obligasi jangka pendek Amerika Serikat lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan imbal hasil obligasi jangka panjangnya.

Walaupun tidak selalu kurva ini menunjukan terjadinya resesi tetapi banyak pengamat ekonomi mempercayai bahwa kurva imbal hasil terbalik obligasi Amerika Serikat ini akan membawa negara tersebut kedalam resesi setidaknya 14 – 17 bulan kedepan dari awal terjadinya inverted curve yields.

"Setidaknya pertengahan sampai akhir tahun 2023 Amerika Serikat akan mengalami resesi atau perlambatan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi negative setidaknya dalam 2 kuartal kedepan," katanya.

Sedangkan untuk Indonesia sendiri sampai saat ini masih menunjukan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dimana GDP Indonesia masih berada pada area positif yaitu 3,72% dari – 0,95 pada kuartal kedua.

Begitu juga dengan data pengangguran menurun dari 6,49% menjadi 5,83% pada bulan lalu serta cadangan devisa Indonesia naik dari $407 juta menjadi $3853 juta dan Penjualan Retail meningkat dari -3,1% menjadi 0,8%.

"Data data ini menunjukan bahwa Indonesia sampai saat ini masih mampu bertahan dari keadaan ekonomi global yang mulai melemah," katanya.

Untuk kedepannya keadaan ini tentunya akan terpengaruh sangat signifikan apabila ditahun depan terjadi resesi global karena akan sangat mempengaruhi angka export dan import Indonesia, sehingga kebijakan moneter dan fiscal Indonesia kedepannya akan sangat menentukan apakah Indonesia akan terseret kedalam resesi atau justru menjadi negara paling aman bagi para investor didunia, karena pertumbuhan ekonomi yang sangat stabil.

Reza menambahkan meski perekonomian global dihantui resesi dan melonjaknya inflasi seiring dengan berlangsungnya perang Rusia, kegiatan investasi mesti harus tetap berjalan, salah satunya investasi emas, hingga trading forex.

"Ada baiknya pilih aset trading yang bersifat safe haven seperti, logam mulia dan forex," katanya.

Emas dan perak dikenal memiliki nilai yang lebih aman di tengah kondisi pasar global yang dinamis. Logam mulia dinilai sangat menguntungkan karena tahan terhadap inflasi, memiliki likuiditas tinggi, dan memiliki nilai yang universal.

Sementara dolar AS masih menjadi patokan untuk mengukur valuasi di pasar finansial dan mata uang cadangan di banyak negara.

"Walaupun kondisi pasar di tengah ketidakpastian, penting bagi trader untuk memiliki portofolio trading yang terdiversifikasi agar meminimalisir risiko tak terduga. Di Didimax, terdapat berbagai pilihan aset safe haven yang dapat Anda perdagangkan," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Ancaman Resesi Ekonomi 2023? Begini 5 Skenario Tepat Menghadapinya

Takut Ancaman Resesi Ekonomi 2023? Begini 5 Skenario Tepat Menghadapinya

Your Say | Sabtu, 05 November 2022 | 18:35 WIB

Sandiaga : UMKM Berperan Penting Hadapi Resesi Global

Sandiaga : UMKM Berperan Penting Hadapi Resesi Global

| Sabtu, 05 November 2022 | 09:00 WIB

Mentan SYL Minta Petani Champion Cabai dan Bawang Merah Jaga Inflasi

Mentan SYL Minta Petani Champion Cabai dan Bawang Merah Jaga Inflasi

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 16:08 WIB

Pernyataan Presiden Jokowi Soal Resesi Global Bukan untuk Menakut-nakuti, Moeldoko: Tidak Perlu Khawatir

Pernyataan Presiden Jokowi Soal Resesi Global Bukan untuk Menakut-nakuti, Moeldoko: Tidak Perlu Khawatir

Bekaci | Jum'at, 04 November 2022 | 12:55 WIB

4 Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

4 Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Your Say | Jum'at, 04 November 2022 | 08:19 WIB

Inflasi Oktober Dinilai Terkendali, Karena Stabilnya Harga Bahan Pokok

Inflasi Oktober Dinilai Terkendali, Karena Stabilnya Harga Bahan Pokok

| Kamis, 03 November 2022 | 20:19 WIB

Angka Inflasi Kaltim Cenderung Stabil Jika Dibandingkan Daerah Lain

Angka Inflasi Kaltim Cenderung Stabil Jika Dibandingkan Daerah Lain

Kaltim | Kamis, 03 November 2022 | 18:40 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB